Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 328: Kepanikan Yang Melanda


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Tuan Housen mengajak mereka kembali untuk meninggalkan area ini dengan alasan bahwa ia memang hanya menepi saja di tempat ini untuk memberi tahu hal yang sebenarnya pada Danny dan teman-temannya.


Tuan Housen menyuruh mereka berlima untuk pergi duluan naik ke kereta barang itu sedangkan dirinya sendiri ingin berdiam dahulu di sana sendirian.


Begitu Danny, Patricia, dan Brock naik kembali ke kereta barang, Vincent diam saja di bawah seakan ia sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa Vincent?" Danny melihat Vincent yang diam saja di sana tanpa melakukan apapun.


"Mungkin dia sedang diserang oleh kegelisahan-heh!" Brock sepertinya meremehkan Vincent karena ia melihatnya terdiam saja dari tadi.


Danny menduga apa yang dikatakan Brock itu benar, sejak dari tadi mereka mengobrol satu sama lain, Vincent hanya terlihat senang dan pada semangat pada awalnya saja dan setelah itu sampai sekarang ini sikapnya yang tiba-tiba diam dipertanyakan dengan serius.


"Vincent jika ada apa-apa katakan saja, jika ada yang bisa kulakukan untuk membuatmu lebih baik aku akan berusaha membantumu." Danny terlihat membujuk Vincent yang masih terlihat diam saja itu, ekspresinya seakan ia tengah memikirkan sesuatu yang dalam dan serius, entah itu masalahnya atau mungkin saja pergumulan hidupnya.


"O-oh, maafkan aku Danny, aku tidak apa-apa, kita akan pergi dari sini dan mungkin saja akan menempuh perjalanan jauh bukan? Aku belum sempat menanyakannya pada Tuan Housen."


Danny cukup heran mendengar apa yang dikatakan temannya itu, ada apa gerangan sampai-sampai temannya itu mempermasalahkan jarak tempat yang akan mereka tempuh juga.


"Em- mungkin kau tidak mendengar Tuan Housen tadi, dia memang bilang perjalanan kita cukup jauh, namun pula Tuan Housen tidak mengatakan hal apapun tentang tempat yang akan kita tuju, sepertinya dia tidak memberitahu kita karena memang bisa saja ada yang mengikuti dan mendengar pembicaraan kita, sekecil apapun kemungkinannya, hal itu bisa terjadi."

__ADS_1


"Maka dari itu beliau sedang berdiam diri untuk memastikan keadaan di sekitar sini sebelum kita benar-benar berangkat ke tujuan kita yang sebenarnya."


Danny menjelaskan bahwa memang Tuan Housen akan mengajak mereka ke suatu tempat yang cukup jauh, hanya saja mereka disuruh untuk ikut dalam perjalanan ini tanpa mengetahui tempat tujuannya, dengan kata lain mereka harus mempercayakan semuanya pada Tuan Housen saja saat ini.


"Sepertinya aku merasa tidak enak dari tadi Danny, entah mengapa namun aku tetap merasa tidak enak." Vincent mulai memegang perutnya sendiri, ia terlihat sedikit pucat dan tidak ceria seperti biasanya.


"O-oh, apa kau merasa sakit Vincent? Kalau begitu kau tidak boleh berada di bawah saja, naiklah, meskipun di sini tidak begitu lega namun kami bertiga bisa memberi ruang untukmu agar kau bisa membaringkan tubuhmu di sini." Danny menawarkan agar Vincent yang terlihat tidak enak badan itu segera saja mengistirahatkan dirinya bersama mereka di dalam kereta barang itu.


"Terima kasih Danny, namun sebenarnya aku juga heran mengapa tiba-tiba merasa tidak enak badan, padahal tadi aku benar-benar bersemangat dan merasa baik-baik saja." Vincent memegang kepalanya sendiri kali ini, ia tidak bisa memikirkan penyebab yang masuk akal tentang mengapa ia bisa-bisanya merasa tidak enak badan secara tiba-tiba saat ini.


"Kalau begitu sepertinya kau harus beristirahat saja agar kondisi badanmu pulih kembali." Danny mengulurkan tangannya untuk temannya itu agar dia mau naik kereta barang itu.


"Entahlah Danny, aku memang sudah beristirahat dengan cukup, atau jika aku lebih jujur lagi, aku malah malas-malasan ketika berada di penginapan itu selama berhari-hari, jadinya ini tidak ada hubungannya dengan tubuhku yang kurang beristirahat." Vincent kembali beralasan, memang tidak hanya tubuhnya yang merasa tidak enak secara tiba-tiba dari tadi begitupula dengan perasaannya yang tengah memengaruhi kepalanya itu.


Vincent seketika itu juga berbalik badan dan berlari meninggalkan Danny yang masih keheranan karena temannya bersikap tidak wajar seperti itu, Danny tidak bisa menghentikannya namun ia harap temannya itu bisa kembali seperti sedia kala.


Vincent berlari ke arah Tuan Housen yang terlihat tengah memejamkan matanya saat ini, terlihat pria tua berpenampilan muda itu sedang rileks dan menikmati suasana dekat tebing itu.


"Tu-tuan Housen, bolehkah saya minta waktu sebentar di sini? Saya tahu mungkin kita akan segera berangkat pergi dari sini, namun sepertinya ada suatu hal yang harus kulakukan sebelum memulai perjalanan ini kembali." Vincent meminta pada Tuan Housen agar dirinya itu diizinkan untuk berada di area ini sedikit lebih lama lagi, memang ia tidak enak untuk meminta hal ini karena merasa akan menghambat perjalanan mereka saat ini, namun perasaannya yang sedang gelisah harus ia bereskan terlebih dahulu.

__ADS_1


Tuan Housen perlahan membuka matanya dan melihat ke arah Vincent yang nampak cemas dan tidak tenang itu. "Baiklah, ambil waktumu Vincent, aku dan teman-temanmu akan menunggumu di kereta sebelum kita berangkat."


Tuan Housen menepuk pundak Vincent dan kemudian kembali naik ke kemudi dan bersiap menunggu Vincent selesai dengan urusannya itu, ia dengan ramah mengizinkan agar Vincent bisa sedikit lebih lama lagi berada di area ini.


Vincent sendiri merasa ini adalah kesempatan baginya untuk menenangkan diri, karena serangan kepanikan tanpa sebab yang ia rasakan dari tadi memang mengganggunya, dan karena itulah ia ingin berusaha menyingkirkan perasana tidak mengenakkan ini.


Vincent perlahan menarik napas dan membuangnya perlahan, ia lakukan berkali-kali selama beberapa saat, dan akhirnya perasaannya kini mulai bisa tenang.


Namun tidak selesai di sana, Vincent merasa ada satu hal terakhir yang ia perlukan sebelum ia benar-benar ikut dalam perjalanan jauh bersama dengan teman-temannya itu.


"Kebiasaanku dari dulu, setelah kepanikanku sedikit membaik, aku harus buang air kecil untuk membuat perasaanku lebih lega lagi, dan memang aku harus melakukannya daripada harus menahan keinginan itu ketika perjalanan yang panjang itu berlangsung."


Vincent pikir buang air kecil dengan cepat adalah langkah yang lebih baik dibanding ia harus kerepotan menahannya, hal ini tidak dapat ditunda berlama-lama.


Pria berambut sebahu itu melihat sekelilingnya barangkali ada tempat khusus dan juga tertutup yang bisa ia pakai untuk melaksanakan keinginannya itu.


Dan tidak perlu waktu yang lama Vincent menemukan tempat yang tidak jauh darinya, di sana ada pohon yang cukup besar yang bisa ia gunakan untuk buang air kecil.


"Dibalik pohon besar itu, aku bisa melaksanakan tugas yang tidak bisa ditunda ini di sana, tidak terlalu jauh dan setelah selesai aku bisa kembali ke kereta barang bersama dengan teman-teman yang lain."

__ADS_1


Vincent menemukan tempat yang pas dan kemudian ia perlahan segera bergegas ke arah pohon besar itu untuk menjalankan hal yang diinginkannya itu, ia sama sekali tidak mengetahui akan apa yang ada di balik pohon itu saat ini.


__ADS_2