
Pria ini sudah tinggal ku selesaikan saja, lihat saja aku sudah bertarung cukup lama di sini, aku tidak akan kalah dari pria bercelana merah ini.
Dia tidak tahu apa-apa tentangku, namun itu tidak apa-apa, ia hanya perlu tahu tentang kekuatanku saja.
Ini menyenangkan, lawanku kali ini mudah sekali kulawan- ia seperti orang baru, mungkin saja memang begitu? Syukurlah kuharap akan terus seperti ini.
Kau merasakannya pukulan demi pukulan yang kubuat? Bagaimana menurutmu? Jangan kau pikir karena aku ini bertubuh kurus kecil maka aku akan mudah kau kalahkan.
Lihatlah kenyataanmu, kau sudah terpojok, kekuatanmu sudah terkuras habis- apa lagi yang kau punya?
Sudahlah, meskipun raut matamu masih tajam menatapku, tubuhmu berkata sebaliknya, jangan paksa aku untuk terus meneruskan ini atau kau harus menanggung lebih banyak sakit lagi.
***
Begitukah menurutmu pria sipit? Bagaimana kalau aku tidak mau menyerah? Terserah kau akan berpikir tentang apa mengenai aku.
Benar sekali, aku tidak sekuat dirimu, teknik dan kekuatan bertarung mu telah menunjukkannya padaku, kau memang hebat.
Tapi ...
***
Danny melesat maju, ia langsung melancarkan berbagai pukulan, dan itu benar-benar cepat lebih cepat dari sebelumnya.
Apa?!
__ADS_1
BUK!
Pukulan Jab kanan Danny berhasil membuat Quan Cho harus terpukul mundur, bukan pukulan biasa, itu sangat bertenaga sampai-sampai Quan Cho harus terlempar mundur karena itu.
Darah mulai mengucur dari kepalanya, Quan Cho berancang-ancang kembali untuk menyerang Danny, kali ini pukulan Straight dilancarkannya, pukulan lurus ke depan mengincar wajah Danny.
Namun reflek Danny menjadi lebih cepat sekarang, ia mampu memblok serangan pukulan lurus itu dengan kedua tangannya sendiri.
Seketika itu pula Danny langsung menggunakan Double Hook, pukulan itu mengenai dengan tepat dan mantap pada wajah Quan Cho.
Keadaan mulai dramatis mulai dari sekarang, waktu terus berjalan, kemenangan bisa menjadi kekalahan begitupula sebaliknya.
Quan Cho belum jatuh juga, itu semua karena kakinya memasang kuda-kuda yang tepat, menahan dengan kuat berat tubuhnya sendiri, posisinya saat itu ia seperti akan terjatuh dalam posisi duduk, namun yang terjadi ialah dirinya yang seperti tengah duduk dengan menggunakan kursi tembus pandang.
sudah mulai kehilangan kesadarannya, nampaknya itu akibat pukulan Danny yang tidak bisa di antisipasi dengan baik olehnya.
Quan Cho terlena karena berpikir ia telah menjadi pemenang, namun kenyataan ternyata tidak sejalan dengan apa yang terjadi saat ini.
***
Aku tahu kau adalah petarung yang hebat, hal itu terbukti dari teknik bertarung mu yang hebat, tapi aku sama sekali tidak bisa membiarkan diriku kalah di sini.
Aku ...
***
__ADS_1
BUAK!
BUG!
DUAG!
Pukulan beruntun dilancarkan oleh Danny, itu semua mengenai dengan tepat wajah daripada Quan Cho, selama rentetan pukulan itu berlangsung ia masih saja berusaha untuk tidak jatuh.
Ia menahan setiap pukulan dari Danny menggunakan wajahnya sendiri, berusaha untuk mempertahankan kesadarannya tapi ...
***
"Kau tahu Brock, segala hal bisa terjadi dalam hidup ini. Jangan hanya lihat dari sisi negatifnya saja, lihatlah dari sisi kebalikannya, pasti suatu saat kau akan menemukan kebahagiaan dalam hidupmu, karena ... aku juga sama sepertimu ..."
Lagi-lagi Brock teringat akan perkataan Vincent padanya ketika dulu yang sempat dilupakannya.
***
BRUG!
Akhirnya Quan Cho benar-benar roboh, ia tidak sanggup lagi menahan rentetan pukulan yang dilancarkan oleh Danny.
Pandangannya sendiri terhalang oleh aliran darah yang mulai keluar dari kepalanya, nafasnya mulai tidak beraturan, dan kini situasi inilah yang terjadi padanya saat ini.
Kini hanya tersisa sangat sedikit waktu, akankah ia akan berhasil kembali bangun?
__ADS_1