
Sementara itu teman-teman Danny yang masih beristirahat dari latihan terakhirnya itu, ya benar, Patricia, Brock dan Vincent masih punya satu hari terakhir sebelum mereka bisa mencapai kelulusan, Danny mendahului mereka dalam urusan latihan ini.
"Tunggu dulu, apa ini hanya perasaanku atau memang tanah yang kita pijak ini sedang bergetar?" Vincent heran mengapa ia bisa merasakan getaran yang cukup keras ini di tepi pantai tempatnya berlatih ini.
"Tuan Vincent benar, sepertinya ada yang bergetar hebat di tanah yang kita pijaki ini dan lagi ada suara seperti ledakan dari arah pepohonan yang sulit dijangkau itu." Patricia memberikan pendapatnya, ia juga mendengar suara keras dan juga merasakan getaran yang sama seperti yang dirasakan temannya itu yang membuatnya penasaran akan hal apa yang bisa membuat kejadian seperti itu.
Brock menyahut, "Kalian benar, sudah sekian lama kita berlatih dengan damai namun ini pertama kalinya kita merasa ada yang tidak beres."
Sang pria besar mencurigai ini lebih dari apa yang seharusnya ia pikirkan, menurutnya kejadian ini bukanlah hal yang biasa mengingat ini pertama kalinya di tempat damai seperti ini ada kejadian yang seperti itu.
__ADS_1
Mereka bertiga yang sedang duduk di tepi pantai tengah beristirahat karena hari menjelang siang ini merasa khawatir akan apa yang terjadi di area tak tersentuh di bagian pulau ini, namun mengingat mereka masih berada dalam latihan jadinya mereka ragu untuk mengabaikan latihan ini.
"Haruskah kita mengecek apa yang terjadi di dalam pepohonan lebat itu?" Brock mengusulkan apa yang menjadi pendapatnya, ia kira hal aneh semacam ini haruslah diketahui asal usulnya.
"Apa?! Jangan bilang kau akan mengabaikan latihan ini Brock?" Vincent tidak percaya akan apa yang dikatakan temannya itu, ia benar-benar tidak setuju apabila harus meninggalkan latihan ini.
Brock yang menjadi serius itu pun kembali memikirkan apa yang ingin dilakukannya itu, dalam hal ini ia tahu benar temannya tidak mengizinkannya karena memang sebelumnya Vincent sendiri pernah mengabaikan latihan dan sebagai hasilnya mereka harus mengulang di satu hari berikutnya, tentu saja hal ini hanya akan menghabiskan waktu dan memperpanjang latihan yang tidak seharusnya terjadi.
Larangan keras yang diutarkan oleh Vincent memberikan alasan yang jelas bahwa memang waktu ketika berada di tempat ini tidak bisa lagi dikompromi, lagipula mereka bertiga sering berbicara dengan Danny mengenai betapa harusnya mereka menyelesaikan latihan ini dengan efektif dan secepat mungkin.
__ADS_1
Brock mengerti dengan alasan yang diutarakan temannya ini, meskipun rasa penasaran masih tetap ada di dalam dirinya yang membuat ia tidak bisa mendukung Vincent sepenuhnya dan pula tidak bisa meyakinkan dirinya untuk mengecek apa yang telah terjadi di dalam area dalam pepohonan di pulau ini.
"Menurutku Tuan Vincent benar, mungkin suara tadi dan getaran yang kita rasa asalnya dari pulau ini yang memang hal alami yang terjadi." Patricia dengan diam-diam mendukung Tuan Vincent, dalam perkataannya ia menyebutkan kemungkinan bilamana kejadian yang tadi mereka dengar dan rasa ini hanyalah getaran yang berasal dari pulau kosong ini saja.
Patricia sendiri juga tidak rela bila harus mengulang kembali hari di mana ia bisa lulus namun pada akhirnya di tunda karena ingin meninggalkan latihan hanya karena adanya kejadian tidak jelas seperti tadi, yang pasti ia sependapat dengan teman berambut sebahunya, bahwa memang menyelesaikan latihan dengan cepat adalah hal yang diminta Danny sekarang ini.
Brock akhirnya mengerti akan bagaimana kedua temannya bersikukuh tidak mau mengikuti sarannya untuk mengecek sumber suara keras dan getaran yang tadi terjadi, ia juga memikirkan bagaimana teman-temannya itu ingin segera mengakhiri latihan ini dengan baik, begitu pula dengan dirinya; ini berarti ia mengurungkan niatnya untuk melakukan apa yang ia sampaikan tadi.
"Haaah, baiklah aku mengerti ... aku juga tidak mau jadi penghambat Danny, semoga saja kemungkinan yang disampaikan olehmu benar Patricia, atau setidaknya tidak ada hal buruk yang terjadi seperti yang kau katakan Vincent."
__ADS_1
Patricia dan Vincent menghela nafas lega, mereka berdua senang karena pria besar ini tidak memaksakan keinginannya yang memang itu bisa berakibat pada diperpanjangnya latihan terakhirnya ini.
***