Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 514: Kedatangan Penjaga Hutan Sihir


__ADS_3

Masih di tempat dan waktu yang sama.


‘....’


Dari cahaya yang bersinar terang itu muncullah seorang gadis berjubah putih yang bersinar juga.


Sontak kejadian ini membuat siapapun bertanya-tanya.


Siapakah gerangan yang muncul tiba-tiba ini?


Perlahan namun pasti bisa terlihat bagaimana penampilan gadis yang tiba-tiba muncul ini.


Wajahnya cantik dengan gaun putih bersinar, di sekelilingnya terlihat seperti ada kunang-kunang yang membuat penampilannya semakin menarik.


Tidak berhenti di situ, ada antena kecil di kepalanya.


Dia muncul tiba-tiba tanpa memberi petunjuk apapun.


“....” Sang gadis cantik itu terdiam melihat bagaimana pria pirang dengan aura kehidupan yang hampir padam.


Perlahan ia segera melihat lebih dekat lagi kondisi manusia yang baru saja ditemuinya ini.


“Dia...” Untuk pertama kalinya gadis bersinar ini bicara, nada suaranya lembut dan tenang.


Sorot matanya terang memerhatikan dengan seksama bagaimana kondisi tubuh manusia yang tergeletak ini. Ia menyentuh juga tubuh pria pirang itu untuk memastikannya lebih lanjut.


“Bukan karena iblis.” Gadis cantik bercahaya ini bisa merasakan adanya sisa kekuatan gelap dari tubuh pria pirang yang tergeletak ini, namun penyebab sebenarnya bukanlah itu.


Hanya dengan satu sentuhan sederhana ia bisa tahu mengenai kondisi tubuh sang pria pirang ini. Mengesankan sekali.


Siapa sebenarnya gadis cantik bergaun bercahaya ini? Mengapa dia tiba-tiba muncul? Dan mengapa dia bisa tahu keadaan sang pria pirang ini?


Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, namun sebenarnya dia bukanlah seorang asing. Mari kita tenang sejenak untuk mengingat lagi siapa sebenarnya gadis cantik yang tiba-tiba datang ini.


....


Seharusnya kita sudah ingat sekarang, atau jika belum maka... ya sudahlah.


Dia adalah seorang penjaga hutan sihir yang memberi misi utama pada Danny. Ras demi human, Sophia.


Sophia memegang dengan perlahan luka yang dialami oleh pria pirang itu, dan seketika itu juga cahaya terang muncul dari tubuh Arthur.


Tak butuh waktu lama, jemari Arthur yang sudah terkulai lemah mulai bergerak sedikit demi sedikit.


Sring!


Pada akhirnya cahaya itu makin terang, dan setelah beberapa saat kemudian situasi kembali menjadi normal.


Sophia melihat keadaan sekitar, dan dari apa yang ia lihat memang sudah terjadi pertarungan di sini. Bisa dibuktikan dari keadaan padang pasir ini yang sudah berantakan seperti ini.


‘Iblis.’ Sophia bisa merasakan sisa kekuatan gelap masih terasa di sekitaran area ini, namun cepat atau lambat juga pasti akan hilang juga.


“UHUK!”


“Haaah... haah....”


Tanpa disangka siapapun Arthur terbatuk dan bahkan terperanjat juga. Ia perlahan membuka matanya.

__ADS_1


Pria pirang itu kemudian sadar, ia masih tergeletak, namun bisa sedikit bergerak sekarang, tidak sulit seperti sebelumnya.


Di saat yang cepat Arthur bisa merasakan ada aura kehadiran yang lain, dan di dukung pula seolah ada cahaya di dekat tempatnya berbaring.


“....” Arthur hanya bisa terdiam melihat sesosok gadis bercahaya berpenampilan tidak biasa ini.


“Selamat siang.” Sophia tersenyum lembut.


“....” Arthur merasa tubuhnya tidak mati rasa lagi, bahkan dari sejak ia sadar tadi, pandangannya sudah kembali normal seperti biasa. Rasanya lebih segar daripada bangun tidur.


Bagaimana bisa? Bahkan sebelumnya pun ia sudah benar-benar tidak berdaya, dan tiba-tiba kondisinya sudah membaik lagi.


Perubahan seratus delapan puluh derajat inilah yang membuat Arthur terpaku menatap siapa sebenarnya makhluk bercahaya yang tiba-tiba datang ini.


Arthur mencoba mengangkat tubuhnya, dan seperti dugaannya begitu mudah sekali. Ia duduk tenang di hamparan pasir ini.


Termenung sejenak, ia masih bisa memikirkan sesuatu menggunakan kepalanya ini. Dan tentu itu adalah hal yang bagus.


Bukan kebetulan kondisinya bisa pulih lagi seperti ini, mengingat Arthur sendiri tahu bagaimana ia akan berakhir setelah menggunakan teknik tadi.


Namun sekarang... ia terbangun dan di sampingnya ada makhluk berwujud gadis cantik dengan antena dan juga gaun yang bercahaya.


Apa dia ini peri atau...?


“Aku Sophia, demi human. Bagaimana kondisimu?” Sophia menatap Arthur dengan penuh arti, yang menandakan memang sang penjaga hutan sihir ini ingin memastikan apa yang sebenarnya dirasakan oleh pria pirang ini.


Secara garis besar Sophia memang sudah memberikan pertolongan pertama yang lebih efektif dari sihir pemulihan. Teknik yang sebelumnya di gunakannya setara dengan kekuatan batu permata mulia regenerasi.


Teknik tadi memungkinkannya mencegah seseorang benar-benar kehilangan aura kehidupannya. Sekecil apapun aura kehidupan yang ada, itu sudah menjadi modal yang cukup baginya untuk memulihkan keadaan seseorang.


Dan itu terbukti dengan pria pirang yang dijumpainya. Dia mampu merespon dengan baik pertolongan yang dilakukannya.


“Ras lain,” gumam sang mantan ksatria suci. Itulah yang menjelaskan mengapa penampilan gadis itu out of the box.


“Aku seharusnya sudah mati....” Arthur sedikit tertunduk, ia masih belum sadar bahwa makhluk bernama Sophia inilah yang telah menolongnya.


“Masih belum, tenang saja.” Sophia tersenyum lagi, sang penjaga hutan sihir ini masih tersenyum lembut. Ia bisa melihat bagaimana ekspresi manusia yang ditolongnya itu kebingungan.


Yah, memang ada kalanya ketika seorang harus mengambil waktu beberapa saat untuk memproses apa yang sedang terjadi. Tidak semua orang punya respon cepat ketika menyikapi suatu hal.


Arthur mengangkat kepalanya lagi. Sadar bahwa tidak mungkin kondisinya pulih sendiri, satu-satunya hal yang bisa menjelaskan mengapa ia bisa seperti ini adalah gadis bercahaya ini.


“Nona.... anda menolongku.” Arthur menatap sang penjaga hutan sihir dengan tatapan lemah dan dari tatapannya itu ia juga masih belum percaya akan hal ini.


Karena mau dipikir bagaimanapun juga, sulit untuk percaya akan kemunculan seseorang di tempat seperti ini. Arthur sendiri bahkan tidak pernah melihat makhluk sepertinya sebelumnya.


Memang lebih masuk akal bilamana ada seorang yang mati di padang gurun setelah bertarung dengan iblis. Cukup sampai di situ saja.


Sedang yang sekarang terjadi adalah ada gadis bercahaya tiba-tiba muncul tepat di saat ia mau meninggalkan dunia ini. Bukankah itu agak tidak masuk akal?


Ini terdengar seperti di karangan novel, di mana sang tokoh dilindungi plot armor.


“Syukurlah masih sempat.” Sophia tersenyum lagi. Memang dia ini murah senyum juga.


Arthur kembali terdiam lagi. Hal seperti ini sama sekali tidak terpikirkan olehnya.


Ditolong oleh ‘makhluk asing entah dari mana’ di saat yang tepat. Sulit untuk percaya namun begitulah kenyataannya.

__ADS_1


Arthur tidak lagi berusaha berpikir realistis, karena semakin lama ia melakukannya malah semakin pusing jadinya.


Terlalu banyak kemungkinan yang bisa terjadi di dunia ini, yang tidak terpikirkan sekalipun. Sulit untuk berusaha mengerti hanya dari sudut pandang sendiri.


Arthur pada akhirnya menerima fakta bahwa dia masih bisa hidup sampai sekarang adalah karena pertolongan makhluk misterius bernama Sophia ini.


Di sisi lain Sophia bisa melihat pria pirang ini terlihat berpikir dengan seksama. Ekspresinya seolah berusaha menalar apa yang terjadi dengan pikirannya sendiri.


Sophia tidak masalah dengan ini, hanya saja ketika baru bangun dan memikirkan banyak hal tentulah tidak direkomendasikan.


Ada kalanya pikiran harus dibiarkan rileks, dan kemudian baru digempur dengan banyak masalah yang ada di dunia ini.


Dari sini Sophia bisa menilai pria pirang ini adalah pemikir handal. Dia sudah pasti bukan manusia biasa-biasa saja.


“Ah, aku Arthur.” Arthur sampai lupa memperkenalkan diri, beberapa saat sebelumnya, ia cukup sibuk dengan pikirannya sendiri.


Singkat, padat, dan jelas.


Sophia terdiam sejenak. Ia yang banyak hidup menjaga hutan pun tak asing dengan nama itu.


‘Dia pemimpin kelompok ksatria suci,’ batin sang penjaga hutan sihir itu.


Ketenaran para manusia kuat dari kerajaan barat tidak main-main, bahkan sampai menembus area tak terjamah manusia, yakni hutan belantara sekalipun.


Benarlah dugaannya sebelumnya.


‘Danny... dia pasti bertemu berbagai macam orang saat menjalankan misi ini.’ Sophia jadi terpikir akan kemungkinan ini.


Mau tidak mau, suka tidak suka pasti pemuda itu berinteraksi dengan berbagai macam orang, dan bukan tidak mungkin dengan seorang pemimpin ksatria suci.


Lagipula misi yang diemban itu tidaklah sesederhana yang dikira.


“Rekan Danny?” Tidak ada jalan lain selain dengan memastikan langsung.


“!” Mata Arthur terbuka sedikit mendengar pertanyaan itu. Bagaimana bisa makhluk ini bisa kenal dengan Danny?


“Aku mengenalnya....” Arthur berkata apa adanya.


Sontak sang Arthur ini memikirkan banyak hal lagi, ia penasaran akan siapa sebenarnya sosok demi human ini.


Dengan ini Sophia tahu ia memang terlambat.


‘Ternyata butuh waktu yang lama.’ Sophia rencana awalnya berniat untuk tetap membiarkan sang pemuda itu menyelesaikan misinya.


Sudah lewat beberapa waktu sejak misi ini dipercayakan pada sang pemuda itu. Ia menaruh harapan besar padanya dan berharap segera melihat hasil misi itu dan kemudian melakukan bagiannya.


Sophia tidak hanya benar-benar diam di hutan saja. Melainkan ia juga mengumpulkan informasi juga, yang pada akhirnya membawanya harus benar-benar ikut andil dalam hal ini.


Ia tidak meragukan kepercayaannya pada Danny. Hanya saja waktu terlalu sempit untuk menunggu sang pemuda itu menyelesaikannya.


Arthur kini tahu makhluk demi human yang menyelamatkannya ini punya hubungan juga dengan Danny.


“Kenapa nona menyelamatkan saya?” Jikalau sang gadis bercahaya demi human itu tidak menemukan apa yang dicarinya di sini, lantas mengapa?


Arthur sekarang tahu alasan mengapa ada makhluk ras demi human yang tiba-tiba datang di tempat ini.


Perkataan yang tidak disangka terlontar dari sang ksatria suci ini, namun Sophia bisa mengerti maksudnya.

__ADS_1


“Aku berkepentingan dengan siapapun yang melawan iblis.” Nada lembut sang penjaga hutan sihir ini lebih tinggi, yang menandakan ketegasan yang jelas.


__ADS_2