
"Ya Tuan benar, dan kami telah mengalami rumor itu secara langsung, memang benar rumor yang tersebar itu nyata adanya," jawab Kibo, ia tidak menjelaskan panjang lebar karena memang ksatria suci itu pastinya sudah tahu tentang tempat berbahaya ini.
"Begitu ya, kalian sampai melewati daerah berbahaya itu hanya agar bisa sampai ke tempat ini dengan tepat waktu bahkan setelah mengetahui risiko yang ada. Sepertinya keputusanku untuk memberi jalan pada kalian para petualang pemberani adalah langkah yang tepat."
Lagi-lagi kelompok Alliance Fight's menerima pujian dari salah satu ksatria suci membuat mereka semakin kehilangan kejantanan mereka (salah tingkah).
"Tapi dengan kondisi begitu, kau masih mau mengikuti kompetisi ini?"
"Ah? Tentu Tuan, tidak peduli apapun yang terjadi, tujuan kami memang mengikuti kompetisi ini."
Thor senang mendengar jawaban dari pria keriting itu, tekad rombongan petualang ini memang patut diapresiasi.
Orang banyak sedang berkumpul di sana mereka seperti tengah mendengarkan arahan dari pembawa acara di sana.
"Tuan-tuan sekalian sekarang kalian telah sampai, informasi tentang kompetisi akan disampaikan di sini, dan bisa dilihat banyak juga orang lain yang akan mengikuti kompetisi ini, kalau begitu sampai jumpa," ucap Thor, nampaknya dia mempunyai urusan lain, dia melambaikan tangannya dan pergi dari mereka.
"Te-terima kasih Tuan," ucap Kibo sembari menunduk, meskipun ia tahu ucapan terima kasih belumlah cukup akan pertolongan dari sang ksatria suci itu, namun setidaknya itulah yang dapat ia lakukan, jika tuan Thor tidak ada saat ini, mungkin saja mereka sudah tidak bisa mengikuti kompetisi ini.
Akhirnya rombongan Alliance Fight's berkumpul dengan kerumunan orang yang berada di sini, kebanyakan ada pria yang nampaknya sebagiannya adalah petualang juga, beberapa diantara mereka bertubuh besar.
Ada seorang pria berdiri di atas panggung yang terbuat dari kayu, nampaknya dia adalah seseorang yang akan menjelaskan tentang kompetisi yang akan berlangsung itu.
"Selamat datang di kompetisi Kota Boston!"
Sang pembawa acara itu berambut nyentrik, gaya rambut yang berbeda daripada biasanya, rambutnya itu mengacung ke atas, terpaan angin tidak berpengaruh banyak pada rambutnya itu.
__ADS_1
Jika kalian tahu seseorang yang biasanya tersambar listrik maka rambutnya akan mengacung, seperti itulah gaya rambut pria pembawa acara ini, rambutnya berwarna hijau cerah, lengkap dengan memakai kacamata hitam pada wajahnya.
"Kalian yang berkumpul di sini merupakan peserta di kompetisi kali ini ... apakah kalian semua siap?"
"YAAA!"
"WOOO!"
Para peserta di sana berteriak menjawab dengan antusias membuat suasana di sini makin meriah, bahkan ada diantara penduduk yang berlalu lalang memperhatikan mereka dan bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh kerumunan orang banyak itu.
Perasaan Kibo tak jauh beda dari para peserta di sini, ia tentu saja antusias dengan acara ini, terlebih lagi ini merupakan satu dari langkah-langkah terakhir dalam tujuan demi kelompoknya itu, yaitu memenangkan kompetisi ini.
Kibo melihat sekitarnya, ia dan anggota Alliance Fight's berada di kerumunan paling belakang saat ini, nampaknya memang hanya mereka yang telat saat akan mendatangi tempat ini.
Mengapa Kibo bisa berpikiran seperti itu? Entahlah, itu hanya dugaannya saja, mengingat tadi saja tuan Thor nampaknya hanya berjalan-jalan di sekitaran area kota saja dan nampaknya dirinya itu memang belum menunjukkan diri tentang keberadaannya di kompetisi kali ini.
Mengingat auranya juga sama sekali tidak begitu terasa, Kibo yakin pasti tuan Thor menyembunyikan auranya itu, meminimalisir agar tidak banyak orang yang menyadarinya, karena memang yang dapat menarik perhatian adalah aura yang kuat, yang tidak biasa.
Entah mengapa meskipun penampilan tuan Thor terlihat mewah namun belum dapat menarik perhatian orang-orang, setidaknya tidak banyak orang yang menyadarinya.
Kibo memperhatikan dari jauh tuan Thor sedang berjalan-jalan santai di sekitar kota, pembicaraan singkat dengan orang hebat sepertinya merupakan pengalaman yang berharga, entah kapan lagi mereka bisa bercakap-cakap seperti tadi, Kibo hanya bisa mengira itu adalah sebuah keberuntungan yang tidak terduga.
Kibo memperhatikan dengan seksama tentang penjelasan mengenai jalannya kompetisi itu, ia dapat menangkap bahwa kompetisi ini akan berlangsung di sebuah area pertarungan terbuka yang berada tidak jauh dari kota ini.
"SEMUA YANG ADA DI SINI AKAN BERTARUNG SATU SAMA LAIN! PARA PESERTA AKAN MENDAPAT SATU LONCENG KECIL! JIKA PESERTA ITU DAPAT MEMPERTAHANKAN LONCENG SAMPAI AKHIR SEKALIGUS DAPAT MEREBUT LONCENG TERBANYAK MAKA DI DALAM KOMPETISI DIALAH YANG AKAN MENJADI PEMENANGNYA!"
__ADS_1
Riuh peserta yang berkumpul di tengah kota ini kembali bergema, mereka semakin antusias dengan kompetisi ini.
Hmmm, jadi kompetisi ini bukanlah satu lawan satu dalam suatu pertarungan, melainkan pertandingan dengan memakai media lonceng kecil itu, aku pikir jika hanya mempertahankan saja maka yang pasti kita tidak bisa memenangkannya, hanya satu hal yang bisa membawa kemenangan, harus merebut!
Kibo kini mulai berpikir bagiamana cara efektif agar kelompoknya itu bisa memenangkan kompetisi itu, sambil mendengarkan penjelasan yang dibawakan oleh pemandu acara kompetisi itu.
"PARA PESERTA HARAP MENDAFTAR DENGAN MENGANTRI DI SINI, PANITIA AKAN MENCATAT DATA PARA PESERTA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGIKUTI KOMPETISI INI SEKALIGUS MEMBERIKAN LONCENG KECIL YANG AKAN DIGUNAKAN DALAM KOMPETISI NANTI!"
"PENDAFTARAN DAN PEMBAGIAN LONCENG AKAN DIMULAI JAM SEPULUH PAGI INI SAMPAI JAM DUA BELAS SIANG! SETELAH MENDAFTAR PARA PESERTA DIHARAPKAN TIDAK PERGI JAUH-JAUH DARI KOTA INI, BESOK JAM DELAPAN PAGI KITA BERKUMPUL DI AREA LAPANGAN HIJAU DI DEKAT GERBANG KELUAR KOTA BOSTON INI! DI SANA AKAN ADA AREA HIJAU LUAS DAN TENTU SAJA PEPOHONAN YANG BESAR, DISANALAH PARA PESERTA AKAN MEMULAI KOMPETISI ITU! UNTUK PENJELASAN LEBIH LANJUT AKAN DIJELASKAN ESOK HARI, PASTIKAN KALIAN TIDAK TERLAMBAT!"
"WOOOH!"
"INI PASTI AKAN SERU!"
"AKU AKAN JADI PEMENANGNYA!"
Riuh para peserta benar-benar membuat situasi makin memanas, mereka tidak sabar ingin memulai kompetisi Kota Boston ini.
Akhirnya seluruh peserta yang akan mendaftar, satu per satu mengantri, ada dua panitia yang mencatat data diri orang-orang yang akan mendaftar di sana.
Butuh beberapa saat untuk mengantri, nampaknya data yang diisi tidak terlalu banyak, para peserta yang akan mendaftar mengantri dengan tertib dan tidak terjadi sesuatu seperti dorong-dorongan atau menyela antrian orang lain.
Akhirnya Kibo mendapat giliran untuk mengisi data, ia mengisi dengan cermat setiap data yang diminta, ia sadar ada form yang menyatakan bahwa dirinya itu perorangan atau kelompok, seketika itu juga ia mengisi data itu, menyatakan bahwa dirinya datang dengan berkelompok sekaligus mencantumkan posisi dirinya saat ini.
Kibo tidak sabar pula untuk mengikuti kompetisi kota ini, ia harap dengan ikutnya kelompoknya ini untuk mengikuti acara ini, ini adalah satu langkah yang bagus untuk mewujudkan mimpi kelompoknya itu, Alliance Fight's.
__ADS_1