
Begitu mendengar pertanyaan Kibo, entah mengapa terlihat ekspresi cemas dan takut tiba-tiba muncul dari raut muka pemilik penginapan ini.
"Belakangan ini, sering ada kejadian aneh di sekitaran area gersang di sini," ucapnya.
"Penampakan?" Kibo penasaran apa yang di maksud aneh oleh pemilik penginapan tersebut.
"Maksudmu di sini banyak hantunya?"
"Bu-bukan, tuan berambut bergelombang ... di sini sering ada penampakan makhluk yang berwarna merah ...."
"Berwarna merah?"
"Ya, dari penampakan luarnya sama sekali tidak terlihat seperti manusia," ujarnya menjelaskan.
"Apakah mungkin itu hanya halusinasi tuan saja?" Kibo berusaha berpikir realistis sekarang, selama ia hidup di dunia ini baru kali ini ia mendengar tentang makhluk berwarna merah.
Bisa jadi itu hanyalah halusinasi ataupula orang yang sedang memakai kostum, namun memang kemungkinan hal itu lumayan kecil untuk terjadi.
__ADS_1
"Bukan seperti itu, saya melihat makhluk merah itu ... dan juga ...."
"Saya juga melihatnya ...." Tiba-tiba gadis pelayan itu muncul kembali dari ruangan khusus staf penginapan itu.
Ia kali ini tampil dengan baju yang baru, baju coklat dan rok panjang yang sederhana, rambut panjang yang berwarna sama dengan pakaiannya itu pun menjulur ke bawah dengan indah.
"Aku dan ayahku melihatnya ...."
Kibo sedikit terkejut mengetahui kebenaran itu, mengetahui bahwa ternyata gadis cantik ini ternyata anak dari pemilik penginapan ini.
"Tu-tunggu gadis ini adalah putrimu?" Kibo nampak terbelalak.
Kibo tidak menyangka ia tidak mengetahui hal ini, padahal ia harusnya bisa menebak apa saja hal yang telah ia lihat dan amati.
Kibo merasa pengamatannya kurang cukup tajam, insting penyelidikannya masih jauh dari kata sempurna.
"Tuan Kibo, kau tidak perlu bersedih hanya karena belum bisa tahu suatu hal karena kurangnya pengamatan, mungkin saja memang hal tersebut belum saatnya untuk di ketahui," ucap salah satu dari banyak pria besar yang berada di sini, kuharap kau bisa bayangkan siapa yang berbicara.
__ADS_1
"Diam! Meskipun begitu, tentu saja ini adalah suatu hal yang harus diperbaiki, kau tahu? Pengamatan itu adalah hal yang terpenting! Kau harus bisa menggunakan otakmu!"
Kibo nampak gusar karena hal ini, pemilik penginapan dan anaknya malah dibuat bingung oleh sifat Kibo.
"A-anu ... tuan Kibo? Mengapa anda malah lebih menaruh perhatian pada hal yang sepele ini? Tidakkah anda tertarik dengan makhluk aneh yang kami lihat?"
Gadis itu juga nampak memandang Kibo dengan aneh, membuat Kibo sedikit di buat salah tingkah.
"A ... Ah! Benar juga, maafkan aku tuan pemilik, tidak seharusnya aku terlalu mempedulikan hal yang sepele itu ... kau bisa lanjutkan penjelasanmu tentang makhluk merah aneh tadi ...."
Kibo sedikit tersadar, ia merasa selama ini dirinya harus menyadari suatu hal, sekecil apapun sebelum hal itu benar-benar terjadi, sebuah sikap yang unik mengingat memang hal tersebut tidak ada bedanya dengan mengejar kesempurnaan dalam kemampuan menalar.
Lalu sang pemilik penginapan kembali menceritakan makhluk aneh yang telah ia singgung sebelumnya, kini cerita akan di mulai kembali.
"Makhluk aneh merah itu terkadang muncul di siang bolong, tepat ketika sinar matahari menyinari tempat ini dengan tanpa ampun ... makhluk itu terkadang terlihat sedang melintas berjalan-jalan di sekitaran area ini, kemudian menghilang ...."
"Hmmm ...."
__ADS_1
Kibo berusaha memikirkan makhluk apa yang dimaksud oleh pemilik penginapan ini, namun semakin ia memikirkannya bukannya jawaban datang padanya malah semakin menjauh.
Gadis pemilik penginapan kemudian ikut menceritakan tentang makhluk misterius itu, melengkapi cerita yang diceritakan ayahnya.