Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 533: Mari Jalan-jalan


__ADS_3

Perkataan sang raja iblis tidak sepenuhnya benar. Danny tidak benar-benar tidak lelah.


Mungkin itu hanya kata hiburan dari lawannya saja. Tidak mungkin sang raja iblis hanya melihat dari luar saja.


Yang terlihat dari luar bisa dibuat-buat, namun tidak dengan yang di dalam.


Sementara itu Archifer tahu ada yang berbeda dari pemuda ini. Raut wajah penuh tekadnya memang tidak sirna, namun nada suara yang terdengar tadi... lemah.


Benar sekali, nada suara lemah ini malah mengusiknya. Ada apakah gerangan? Manusia ini menghemat energi dengan bicara pelan?


Hal kecil seperti ini ia pikirkan. Archifer tidak ingin terlewat apapun soal pemuda ini.


"...." Danny melihat ke zirah emas sang raja iblis, ada seperti luka baret di sana, tepat di tempat ia melancarkan tendangan.


Kenapa sang raja iblis itu tidak memulihkan kembali zirahnya? Bukankah itu tidak sulit?


Danny malah jadi merasa bangga, serangannya bisa masuk seperti itu. Meski bukan serangan fatal, namun setidaknya ia tahu usahanya tidak sia-sia.


Karena pada bayangan siapapun tentu raja iblis adalah sosok leluhur yang sempurna, yang paling utama yang dilihat anggota ras, jadi panutan. Penampilannya tentu harus dijaga.


"Aku akan membuat banyak tanda di zirahmu." Jari telunjuk Danny menujuk lurus ke depan.


Archifer terdiam. Ia tahu ini adalah sindiran, pemuda ini makin lama-makin mengesalkan.


"Danny." Untuk pertama kali sang raja iblis menyebut namanya.


Berusaha mempermalukan posisinya sebagai sang raja yang serba sempurna. Archifer terkesan lawannya menyerang mental.


Itu tidak akan berhasil, Archifer bukalah raja baper, dia tidak mungkin terperdaya oleh omong kosong ini.


Sementara itu Danny terdiam, ia menunggu sang raja iblis itu mengatakan sesuatu lagi setelah menyebut namanya.


Apa dia tersinggung?


Archifer punya alasan yang tidak mungkin diungkapkan di sini. Fakta bahwa ia tidak bisa memulihkan bekas baret pada zirah emasnya.


Zirah emas yang dikenakan Archifer tidak hanya untuk pamer saja, melainkan punya kekuatan yang hebat.


Zirah yang dikenakannya itu bisa meregenerasikan dirinya sendiri. Membuat pertahanan mutlak bagi dirinya sendiri.


Zirahnya ini sudah dikenakan dari dulu, sebagai tanda kejayaan dan kekuasaan yang dipunyainya.


Bahkan pengguna batu permata mulia asli pun tidak bisa menggoresnya. Zirahnya itu selalu pulih kembali dengan cepat.

__ADS_1


Lalu bagaimana cara leluhur demi human menyusahkannya?


Pertanyaan bagus, setiap regenerasi atau pemulihan pada zirahnya menggunakan kekuatan gelap murninya secara langsung.


Jadi Archifer menggunakan banyak energi juga untuk pemulihan zirah emas yang dipunyainya.


Tapi sekarang....


Kenapa zirahnya sama sekali tidak bisa pulih seperti semula?


Memang bekas yang ditinggalkan serangan pemuda itu tidak besar, namun terlihat jelas.


Bagaimana mungkin rakyatnya melihat sang raja dengan zirah tidak sempurna seperti ini?


Mudah saja, tinggal lepaskan dan kenakan pakaian lain, masalah selesai, kenapa harus berpikir rumit?


Yah, itu bisa dilakukan jika Archifer adalah raja yang suka berganti pakaian, yang di mana dia tidak melakukannya.


Kalau begitu bukankah orang akan bosan melihatnya seperti itu terus?


Nyatanya tidak, para warga iblis mengenal rajanya yang sempurna dengan zirah emas kebanggaannya. Tidak mengenakannya tentu akan menyakiti nama baiknya.


Serangan fisik yang bahkan membuat zirahnya tidak bergenerasi, inikah kekuatan murni batu permata mulia yang sebenarnya?


Shhhh....


Perlahan namun pasti dari bawah tempat Archifer berpijak, menyebarlah aura gelap yang pekat.


Membuat laut biru tidak lagi indah.


Tubuh Danny bergetar merespon kekuatan sang raja iblis. Hal ini kerap kali terjadi.


'Dia meningkatkan kekuatannya.' Danny bisa berkesimpulan seperti itu.


Tubuhnya tidak kunjung terbiasa dengan aura gelap yang terpancar, yang menandakan raja iblis itu menaikkan kekuatannya perlahan, mempermainkan pertarungan ini.


Kenyataan yang mengecewakan.


Sang raja iblis itu menurunkan kekuatan hanya agar pertarungan lama, dan melihat lawannya tersiksa.


Sungguhlah strategi sederhana yang mudah dimengerti dan Danny sendiri tidak bisa protes.


Malahan ini adalah kesempatan yang ia miliki.

__ADS_1


Bagaimana kalau ia bisa membuat... Archifer terkejut?


Sorot mata hijau Danny melihat serius ke arah air biru indah yang berubah menjadi hitam ini.


Meski sekarang ia bisa menetralkan kekuatan gelap tidak berarti ia bisa santai saja.


INGAT! Kekuatan Archifer tidak stagnan, terus berkembang dan jika lengah hanya kekalahan yang menantinya nanti.


Danny memfokuskan semua tenaganya di kaki. Ini adalah percobaan pertama sekaligus terakhir.


'Kekuatan gelapnya membuat susah berpindah dimensi....'


'Kalau begitu, bagaimana kalau... kita jalan-jalan lagi!?'


Senyum kecil tergurat di wajah Danny, sementara Archifer menunggu kekuatan gelapnya merusak lawan lagi.


Sebagai raja iblis memakai teknik yang sama memang membosankan. Karena ia sendiri punya banyak teknik.


Namun kenapa harus menunjukkan teknik ketika lawannya bisa kalah dengan teknik yang sederhana seperti ini?


"Hm." Archifer memerhatikan dengan seksama, tidak lama lagi... ia akan tahu kebenaran! Dan pemuda itu pasti akan menyesal!


Setelah tersenyum, Danny memandang Archifer dengan penuh percaya diri.


SHHHHH.


Kekuatan yang ada di kakinya membuat hempasan dan getaran dahsyat, tapi kekuatan gelap akhirnya mulai menjalar ke tubuhnya dari bawah.


"Energi Batu: DIMENSI NOL!"


"!"


DRDRDRDGGG!


Dimensi dunia hamparan laut hancur seketika itu juga, kejadian ini merubah ekspesi sang raja iblis dengan cukup drastis.


KRAK!


HUSSSSHHH!


Kehancuran dimensi adalah biasa, namun kali ini berbeda. Archifer tidak menyangka kekuatan pemuda itu bisa sampai membawanya kembali ke....


Dimensi ruang hampa.

__ADS_1


Sebuah tempat di mana hukum alam tidak berlaku, tidak seharusnya ada makhluk lain di sini kecuali dirinya.


__ADS_2