
"A-apa?! Kau akan bertarung dengan Arthur? Kau tidak bercanda kan Danny?"
Brock kaget ketika mendengar Danny berkata seperti itu, hari sudah beranjak pagi, sedangkan Vincent tidak mendengarnya karena masih tertidur.
Danny telah menceritakan tawaran yang telah ia setujui itu, ia telah membulatkan tekad untuk tidak menyembunyikan apapun dari temannya itu.
Danny mengangguk mendengar keterkejutan Brock setelah ia menceritakan hal tersebut.
Brock masih tidak percaya akan keputusan sepihak Danny itu. "Apakah kau sudah memikirkan risikonya Danny?"
Danny terdiam, keputusan telah dibuat, hasil akan segera mengikutinya. "Tentu Brock, kupikir inilah jalan yang terbaik."
"Siapa yang tidak tahu tentang ksatria barat? Tentang kehebatannya? Tentang kekuatannya?"
Brock lagi-lagi ingin membuka pemikiran Danny yang kala itu memang sangat ingin keluar dari sini, ia ingin agar Danny berpikir bahwa tindakannya itu sangat berisiko.
__ADS_1
"Aku tidak khawatir dengan apa yang kau putuskan itu, tetapi yang aku khawatirkan adalah dampak dari keputusanmu itu," ujar Brock menceramahi Danny.
"Bertarung dengan ksatria barat? Dengan kata lain seorang Arthur? Aku tidak bisa mempercayainya ...." Brock menghela nafasnya, ia menjadi sedikit temperamen karena keputusan Danny yang tidak masuk akal itu.
Danny benar-benar mengerti akan keputusan ini, lagipula memang ia telah berpikir sangat matang dalam waktu yang singkat (meskipun sebenarnya susah untuk dilakukan karena dimana-mana butuh waktu tidak sebentar untuk berpikir matang), sudah tidak ada waktu lagi untuk terus memikirkannya, apapun pilihannya harus segera di ambil!
"Brock, aku tahu kau pasti akan menentang hal ini ... tapi aku membulatkan tekad untuk tetap memberitahumu, aku ingin kau menilai dari sisi lain tentang keputusanku ini," ujar Danny menatap Brock yang nampaknya masih sangat cemas padanya.
Seperti biasanya Brock hanyalah seorang manusia biasa layaknya yang lain, ia tentunya menganggap keputusan Danny ini terlalu gegabah.
Brock mengerti, ia berusaha juga untuk mengerti dengan cara pandang Danny yang benar-benar sulit untuk dimengerti, tapi ini adalah kenyataannya.
"Danny, aku senang kau memikirkan kami di sini untuk ikut keluar bersamamu, tapi jangan lupa juga kami tidak akan membiarkan jika sesuatu yang buruk menimpamu," ucap Brock, sepertinya lebih tepatnya Brock ingin mengatakan 'kami akan selalu bersamamu'.
Danny mengerti sekaligus merasa lega karena pembicaraannya berlangsung dengan baik-baik tanpa ada sesuatu yang mere-
__ADS_1
"WUUUUAH!" Tanpa ada alasan yang jelas, terdengarlah suara teriakan dari samping Danny dan Brock yang sedang berbincang.
"!"
Danny dan Brock terkaget karena tiba-tiba Vincent bangun dari tidurnya sembari berteriak sangat kencang, entah mengapa dia melakukan hal yang tidak terduga seperti itu
"He-hei Vincent mengapa kau teriak-teriak tidak jelas begitu?!" Brock nampaknya agak terganggu dengan sikap Vincent tadi, tidak biasanya dia berteriak seperti itu.
"Haaah ... haaah ...." Vincent berkeringat lumayan banyak pada badannya, padahal ia tidak olahraga melainkan habis bangun tidur- entah mengapa hal ini bisa terjadi.
Begitupula dengan Danny, ia nampak tidak kalah terkejutnya dengan Brock, hal tadi benar-benar memacu jantungnya saat itu, dalam istilah lain 'untung jantungnya tidak copot' begitu.
"I-iya Vincent sebenarnya apa yang terjadi?" Danny ikut penasaran dengan apa yang terjadi pada temannya itu, terlihat ia masih sedang mengumpulkan nafas karena telah mengeluarkan teriakkannya yang keras itu.
"A-aku ..."
__ADS_1