Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 101: Yizi dan Kibo


__ADS_3

"Yizi apakah kau ingat masa kecil kita?" Kibo memandangi langit yang biru cerah itu, nampak burung-burung di udara melintas juga, ketika melihat langit cerah itu membuat Kibo mengingat segala peristiwa yang telah dilaluinya bersana dengan Yizi.


Yizi tidak mungkin melupakan masa lalu mereka, mungkin dulu waktu ia kecil ia belum mengerti akan semua itu, namun sekarang ini Yizi mengetahui maksud Kibo sewaktu ia kecil.


Yizi ikut melihat langit yang luas pula di atas mereka. "Kau tahu Kibo, penampilan 'dewasa' ku ini membuat aku dijauhi oleh semua orang," ucapnya lirih.


Kibo tentu saja mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan Yizi, sebab waktu dulu Yizi kecil berbicara adalah hal yang langka, dan sangat jarang terjadi.


Palingan Kibo saja yang bercerita dan bahkan banyak berbicara pada saat mereka kecil dahulu.


"Kalau kau tidak peduli, mungkin saat ini aku tidak ada di sini Kibo," ujar Yizi, air mukanya nampak tenang dan terlihat santai.

__ADS_1


Yizi tidak langsung sadar bahwa memang Kibo melakukan semua itu untuk menyelamatkan dirinya, meskipun ia tidak memiliki hubungan darah apapun dengannya, ia tetap dan selalu memperhatikannya.


Kibo hanya tersenyum, air muka dingin Yizi memang telah lama berangsur-angsur hilang, jadi ia tidak perlu lagi khawatir dengannya, ia hanya perlu bersikap seperti biasa terhadapnya.


"Hei Kibo, mengapa kamu peduli padaku? Padahal jika bukan kamu, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa," ujarnya.


Kibo tersenyum kecil. "Aku sama sekali tidak masalah karena penampilanmu, alasan utamanya aku ingin menjadi temanmu saja."


Alasan sederhana yang di ucapkan oleh Kibo itu memang sudah cukup bagi Yizi, alasan yang terlalu rumit hanya akan membuat pikiran rumit pula.


"Ah, aku mengerti Kibo, tapi aku sama sekali belum mengerti mengapa aku harus menjadi ketua di kelompok ini."

__ADS_1


Kibo akhirnya mulai menjelaskan, "Ini karena penampilanku Yizi, hampir setiap orang yang berbicara padaku tertawa karena melihat gaya rambutku yang sepertini, hanya kamulah yang tetap bisa bicara denganku dengan raut wajah yang biasa saja."


"Alasan itulah yang membuatku sulit dipercaya oleh orang lain, jadi aku mengalami kesulitan dalam merekrut mereka, namun setelah aku meminta bantuanmu akhirnya mereka dapat direkrut dengan mudah."


Yizi langsung beranjak dari posisi rebahannya itu, ia duduk bersamaan di sebelahnya sembari menatap Kibo dengan serius. "Seburuk itukah wajahku?" ucapnya sambil menunjuk wajahnya sendiri dengan tangan kanannya.


Kibo kemudian berkata, "Tidak, malah wajah dewasamu itu yang membuat tujuan kita mudah tercapai, jadi jangan salahkan dirimu ...."


Kibo sama sekali tidak mempermasalahkan penampilan fisik Yizi sebagai acuan yang buruk seperti layaknya orang lain melihatnya tetapi melihat itu sebagai keunikan yang baik dan yang membuatnya spesial.


Berkat bantuan Yizi, para petarung dan orang-orang kuat dapat dengan mudah mereka rekrut, mereka bisa mempercayai Yizi karena memang penampilannya yang benar-benar dewasa itu.

__ADS_1


Mereka berdua menjanjikan memberikan para petarung dan orang-orang kuat itu jaminan, yaitu jika mereka bersedia bergabung dengan Kibo dan Yizi maka akan ada tempat tinggal dan uang bagi kebutuhan mereka. Karena sebenarnya kebanyakan dari petarung dan orang-orang kuat hidup sendiri dan tidak mempunyai tempat bernaung.


__ADS_2