
Belum selesai dengan rasa terkejutnya akan kedatangan pemimpin Dark Shadow, yang punya peran besar mempertemukannya dengan pria rambut sebahu dan pria besar kekar berhati baik, dan sekarang apa lagi?
"Ah, mengapa ada orang lain di sini?" Gadis berambut pendek itu terlihat terganggu, ia melipat tangannya sekarang.
"...." Danny melihat dengan seksama orang asing yang ternyata tak jauh darinya itu.
'Hawa keberadaannya... tidak ada,' batin Danny, seperti pada gadis itu, Danny tidak bisa merasakan ahwa keberadaan pria tua berambut panjang dan juga berjanggut putih.
Pakaian orang tua itu serba putih, dengan baju dan celana putih, berkebalikan dengan yang digunakan oleh gadis Dark Shadow.
"Selamat sore Tuan, malam yang indah." Danny tidak tahu banyak soal apa yang terjadi, yang ia tahu sekarang ia diselamatkan oleh gadis itu dan sekarang tanpa sengaja ia bertemu dengan orang tua ini. Jadi dengan ketidaktahuannya ini pemuda itu tidak punya pilihan lain selain menyapa orang tua ini.
"Kau orangnya." Orang tua itu mendekati Danny yang juga di saat bersamaan bingung dengan apa yang dimaksudnya.
SRING!
"!" Tiba-tiba kepalan tangan kanan Danny bersinar terang, yang membuat pemuda bertanya-tanya.
'Ada apa ini?!' Danny berusaha tenang, sedang dalam batinnya kini mulai was-was.
Sementara itu gadis yang ada di dekatnya bersiaga, mengamati apa yang sedang terjadi di sini.
Shhhh....
Perlahan namun pasti kekuatan Danny jadi berangsur-angsur menanjak, padahal ia sama sekali tidak menghendaki ini terjadi.
Syut!
Gadis di dekat Danny kembali berubah menjadi bayangan hitam dengan mata merah seperti sebelumnya, sebagai cara agar ia bersiap soal apa yang terjadi saat ini.
‘Kenapa aku mengeluarkan kekuatan batu permata mulia?!’ Danny tidak paham dengan hal ini, kenapa kekuatan batu ini jadi makin tidak terkendali?
“Uh….” Danny berusaha tenang agar kekuatan batu permata mulia tidak meledak-ledak, namun pada akhirnya usahanya itu masih belum cukup untuk menghentikan kekuatan leluhur demi human ini.
Danny mengeraskan kepalan tangannya, memfokuskan seluruh tenaganya di situ, mengalirkan semua kekuatan batu permata mulia ke sana.
“HAH!”
BUM….
__ADS_1
Ledakan aura kecil terpancar dari kepalan tangan pemuda itu, keringat membasahi tubuhnya dan wajahnya terlihat lelah dalam waktu yang singkat ini.
“Tidak buruk bagi anak muda sepertimu.” Orang tua berambut dan berjanggut panjang putih itu terkesan akan apa yang dilihat Danny kini merasa ada sesuatu di kepalan tangan kanannya ini, seperti benda ada beberapa benda bulat di sana. Perlahan Danny membuka kepalan tangannya dan bola matanya agak membesar ketika melihat benda apa itu.
‘Batu permata mulia? Kenapa bisa?’ Danny melihat keempat batu permata mulia yang telah ia dapatkan itu bersinar terang dalam genggamannya padahal ia sama sekali tidak melakukan apapun, kejadian ini terjadi spontan begitu saja.
Danny belum pernah melakukan aksi ini sebelumnya, mengingat ia hanya bisa mengakses kekuatan batu permata mulia dalam alam bawah sadarnya saja; ini adalah kali pertama ia melakukannya.
Apakah itu berarti kekuatan batu permata mulia tidak lagi menuruti kehendak pemiliknya?
Ini bukan kali pertama kekuatan sebesar ini lepas kendali, Danny tahu kekuatan batu permata mulia tidak bisa selalu diprediksi.
Dan Danny yakin kejadian ini terjadi bukan tanpa alasan.
“Tidak buruk?” Danny penasaran dengan apa yang dimaksud orang tua yang baru datang ini.
Mana mungkin orang biasa akan berkomentar seperti itu setelah melihat kejadian seperti ini; membuat pemuda itu jadi curiga akan siapa sebenarnya orang tua ini.
Dengan penampilannya yang sudah senja dan juga penuh nuansa putih ini, membuat Danny makin yakin orang ini bukanlah orang biasa yang lewat saja.
Pengalaman seperti apa yang membauat Danny bisa berpikir seperti itu? Yah, bisa dibilang karena ia cukup banyak bertemu dengan orang tua akhir-akhir ini, terutama selama dalam perjalanannya menggaet batu permata mulia.
Dan sekarang ia kembali bertemu dengan orang orang tua, meski bisa saja orang tua ini hanyalah seorang biasa yang berpenampilan tak biasa.
‘Apa yan beliau maksud? Pertemuan?’
“Maaf Tuan, ini kali pertama kita bertemu,” jelas Danny.
“Bukan itu yang kumaksud, tapi ini soal apa yang kau pegang itu anak muda.” Orang tua itu menunjuk pada apa yang tengah di genggam Danny.
Danny melihat pada batu permata mulia, setelah beberapa saat raut wajahnya berubah seperti sudah menyadari sesuatu....
“Jangan-jangan Tuan ini....?!” Jika pembicaraan mereka mengarah ke mari maka kemungkinan besar orang tua itu....
“Benar.” Orang tua itu mengiyakan apa yang dimaksud Danny, bahkan sebelum pemuda itu menjelaskannya sekalipun.
“Tapi bagaimana bisa....?” Danny jadi penuh pertanyaan sekarang, mengapa ia bisa bertemu dengan seorang yang dicarinya secara tak sengaja seperti ini?
“....” Sedang sosok Dark Shadow itu hanya menyimak pembicaraan yang sedang terjadi, ia tidak begitu paham apa yang pemuda dan orang tua itu bicarakan, dan tidak ada niat untuk bertanya juga.
__ADS_1
Terkadang berdiam diri adalah cara yang tepat untuk mendapat jawaban.
“Ho. Jangan senang dulu anak muda.” Orang tua itu mengarahkan kedua tangannya menghentikan perasaan lega yang Danny rasakan.
Bagaimana tidak? Danny tidak perlu lagi mencari pemegang batu permata sihir yang terakhir, toh beliau yang dimaksud ada di tempat yang sama dengannya.
Tapi mengapa malah beliau mengatakan hal itu?
“Ah, agar mudah, namaku Hill.”
“Saya Danny.” Danny bisa cepat menangkap apa yang didinginkan oleh orang tua ini; perkenalan, itu adalah elemen penting yang akan mempermudah pembicaraan mereka saat ini.
Dengan berkenalan maka kedua orang sudah mengungkapkan identitasnya dan itu cukup membuat suasana terasa ringan.
Danny perlahan melihat ke arah sosok makhluk hitam dengan mata merah terang menyala.
“Jangan hiraukan aku.” Begitulah si Dark Shadow tidak ambil pusing dengan perkenalan yang terjadi sekarang, ia tidak perlu mengikutinya juga bukan?
“Tuan Hill, apa yang Tuan maksud?” Danny penasaran akan apa yang dikatakan oleh orang tua ini sebelumnya.
“Aku sudah mengatakannya, seharusnya kau sudah tahu.” Lagi-lagi bukannya menjawab pertanyaan Danny, Tuan Hill yang ternyata adalah pemegang batu permata mulia terakhir ini malah kembali memaksa Danny agar menemukan jawabannya sendiri.
Yang di mana Danny masih belum tahu dengan apa yang dimaksud oleh beliau ini.
Danny akhirnya memikirkan kembali apa yang dikatakan oleh Tuan ini dari awal, mengenai pertemuannya sekarang ini.
‘Beliau bilang pertemuan kita terlambat... itu pasti berarti sesuatu.’
Sejauh ini Danny hanya tahu soal posisi dari Tuan Hill ini, jadi hal lainnya harus ia pecahkan sendiri juga.
‘Selain itu... soal hawa keberadaannya....” Danny tidak bisa merakan hawa keberadaannya karena memang sudah dari dahulu karakteristiknya seperti itu, sulit dirasakan.
Namun bagaimana dengan Tuan Hill? Sejauh ini Danny bisa merasakan hawa keberadaan semua pemegang batu permata mulia sebelumnya.
Dengan tidak adanya hawa keberadaan, maka sulit menentukan eksistensi kehidupan dari makhluk apapun.
Lantas apa yang bisa dihubungkan antar kedua hal itu?
Terlambat. .. dan ketidakadaan hawa sihir padanya?
__ADS_1
Yang itu bisa berarti....
“Jangan-jangan?!” Sorot mata Danny terlihat sedikit terkejut dengan apa yang ia pikirkan saat ini.