
"Tu-tunggu! Bukankah itu adalah hal yang berbahaya?!"
"Be-benar! Dia tidak bisa di biarkan menggunakan kekuatannya, itu sama saja dengan membiarkan agar dia mengalahkan kita!"
Terjadilah semacam ketidaksetujuan para anggota Dark Shadow akan keputusan dari ketua mereka itu, mereka menilai keputusan yang dikatakan oleh ketua akan sangat berbahaya dan bisa menjadikan ancaman tersendiri bagi mereka.
"Aku tahu, aku bahkan tidak bisa mengekang kekuatan penuhnya olehku sendirian- bahkan aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk tetap membuatnya tidak sadar, maka untuk rencana selanjutnya aku akan butuh bantuan kalian ...."
"Karena kekuatan kita sama maka dari itu aku mohon akan kerjasama dari kalian semua ...."
Para anggota itu mulai penasaran akan apa yang akan direncanakan oleh kelompok mereka selanjutnya.
"Kita akan segera mengerahkan kekuatan kita- dalam rangka untuk menekan kekuatan Ksatria yang bernama Arthur itu, maka dari ini kalian harus siap."
Para anggota itu mulai mengerti dengan rencana yang dijelaskan oleh kapten mereka itu.
__ADS_1
"Tidak lama lagi kita akan mengeluarkannya dari karantina dan yang terjadi selanjutnya pasti akan menarik," ucap sang ketua dengan nada jahat, kalau saja wajahnya terlihat mungkin saja ia sedang menyeringai mengerikan saat ini.
"Sir Yes Sir!" Seperti biasanya anggota Dark Shadow kompak dan bisa diandalkan dalam yel-yel mereka
***
"Kini aku tahu alasannya ketika bertemu dengan Vincent kau babak belur saat itu," ucap Danny sembari melihat Vincent yang tengah terlentang badannya nampaknya kali ini dia sedang malas.
"Tentu saja karena kompetisi itu ...." balas Vincent perlahan, nada suaranya entah mengapa lebih lemah dari biasanya, ada apa ini?
"Kau boleh bertanya apa saja Vincent," sahut Danny dengan ramah padanya.
"Saat aku kecil, aku benar-benar hidup dalam kasih sayang orang tuaku, namun saat ini aku tidak bisa merasakannya lagi karena mereka sudah tidak ada, jadi apakah aku bisa menemukan kasih sayang dari orang lain layaknya yang orang tuaku berikan padaku?"
Mendengar pertanyaan Vincent membuat Danny memutar otak juga, ia sama sekali tidak tahu jawabannya, mengingat memang dirinya bahkan tidak pernah melihat kedua orang tuanya sendiri. "Hmmm, sebenarnya aku tidak tahu jawabannya, karena aku tinggal bersama dengan kakekku dari sejak lahir ...."
__ADS_1
Vincent kaget mendengar jawaban Danny tersebut, ia tidak menyangka bahwa Danny sama sekali bahkan tidak mengetahui keberadaan orang tuanya itu. " Oh maaf Danny, aku tidak bermaksud untuk-"
Danny dengan cepat membalas perkataan Vincent itu. " Tidak apa-apa ...."
"Lagipula itu pertanyaan umum, tapi sayangnya aku pun tidak bisa menjawabnya ahaha ...." Danny tertawa kecil.
"Tapi aku yakin kau pasti menemukan kasih sayang yang kau cari di luaran sana," ucap Danny memberikan harapan pada Vincent.
Kasih sayang itu penuh misteri dan memang tidak bisa sembarangan bisa ditemukan namun pasti ada suatu masa di mana kita menemukannya secara tidak terduga dan dengan cara yang tidak kita pikirkan sebelumnya.
Danny sekarang malah mengingat kakeknya dulu, begitu banyak kenangan yang terjadi antara mereka berdua, bagi dirinya kakeknya itu adalah segalanya dan satu-satunya yang dimilikinya.
Brock hanya terdiam bersender di dinding sambil memejamkan matanya, entah ia mengantuk atau memang hanya menutup matanya saja.
Danny bisa mengetahui bahwa memang Brock lebih tenang sekarang, karena memang memikirkan hal yang rumit memakan tenaga juga.
__ADS_1
"Brock, Vincent, aku ingin keluar dari sini bersama kalian ...."