Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 10: Tak Ada Jalan Keluar


__ADS_3

Perempuan berjubah jitam yang tengah berada di atas pohon tersebut turun dan menghampiri Jack & Gill.


Ia membuka jubahnya sorot mata merah yang tajam membuat suasana sekitar menjadi dingin, Jack dan Gill merasakan aura yang berbahaya dari perempuan itu.


Jack menanyakan identitas wanita tersebut


"Hei! siapa kau?!"


"Apa kau yang menghancurkan desa ini?!"


"Hihi..."


"Aku adalah murid dari Victoria"


"Namaku.. Quin"


"Kau?!"


"Kak, sebaiknya kita mulai pekerjaan kita" Gill mengingatkan


"Yah, kau benar"


"Kalian bisa apa? hihi..."


Quin merapatkan kedua tangannya, dua lingakaran sihir besar muncul didepannya dairi lingkaran sihir tersebut muncul api besar yang siap membakar apa saja yang didepannya.


Gill tidak tinggal diam ia segera menancapkan pedang besarnya ketanah, tanah tersebut mulai bergerak keatas membentuk dinding besar.


Bola api besar itu dilepaskan seketika itu juga bertubrukan dengan dinding yang telah dibuat Gill, ledakan besar pun terjadi hempasan angin kuat menggetarkan pohon disekitaran desa itu. Dinding yang dibuat Gill berhasil menahan serangan yang dilepaskan Quin, namun tidak perlu waktu yang lama untuknya mengeluarkan kembali sihir selanjutnya, Jack segera melesat kedepan mengarah ke wajah Quin.


HUSS!


Serangan pedangnya tidak mengenai Quin, hanya menggoresnya saja namun ia tidak berdarah sama sekali.


Jack menyadari wajahnya mulai meneteskan darah segar


"Ukh"


"Kak!" Gill menghampiri Jack yang tengah menutupi darah yang keluar dari wajahnya


"A...aku.. baik-baik..saja"


"Hihi... Aku menggunakan mantra pembalik yang bisa membalikkan serangan pada penggunanya"


"Kalau kau menusukku didada pasti kau segera mati...hihihi"


"Sial!!!"


Gill maju kedepan memfokuskan tenaganya


"Sihir: Penghalang Batu!"


Batu besar muncul dibelakang Quin


"Sihir: Gravitasi Nol!"


Tubuh Quin terseret kebawah dan tidak dapat bergerak kemana-mana


"Sihir: Dual Damage!"


"Hentikkan! dia bisa membalikkan seranganmu"


Wajah Gill tersenyum kecil


JLEB!


Pedang besar Gill menusuk tepat didada Quin, sehingga mengucurkan darah yang banyak.

__ADS_1


Quin tidak dapat berbuat apa-apa karena gerakannya telah dikunci oleh Gill. Darah segar mulai mengalir dari mulut Gill.


"Ini akan menjadi akhir riwayatmu"


"Hihihi, setidaknya kau akan ikut bersamaku"


"Tidak!!!"


Jack segera maju kedepan melepaskan pedang Gill yang tengah menusuk Quin itu. Begitu terlepas Gill merasakan kesakitan yang luar biasa


"Akh!!"


"Hey, Gill, kau baik-baik saja?"


Jack segera mengambil potion penyembuh yang berada dalam kantongnya dan meminumkannya pada Gill


"Uhuk...Uhuk..."


Gill perlahan mulai membuka matanya


"Kak?"


"Aku disini"


"Bagimana dengan musuh kita?"


"Dia masih terkapar disana, kau telah mengalahkannya"


Gill merasa lega.


Merekapun mengambil waktu untuk bermalam disekitaran desa itu


Malam-malam benar di tengah api unggun mereka saling mengobrol.


"Gill, misi yang diberikan pihak kerajaan terlalu berat untuk kita"


"Pihak kerajaan terlalu berharap pada kita"


"Gill, kita harus kembali ke kota dan melaporkan semuanya"


"Ya kak, bawahan iblis saja pun sudah sekuat itu"


Jack berkata


"Kita harus hati-hati"


------------


Keesokan paginya mereka memutuskan untuk kembali ke kota untuk melaporkan kejadian yang telah menimpa mereka


Disaat perjalanan, Mereka berdua dihadang oleh seorang perempuan berjubah hitam bercorak merah. Matanya menyala merah lebih merah dari yang dapat mereka sadari.


"Si-siapa kau?"


"Aku.... Victoria.."


Ketika jubahnya disingkapkan mata merah menyala itu membuat Jack dan Gill tak bisa bergerak, Keringat dingin mulai mengucur deras.


Keberanian yang dulunya mereka pancarkan dalam diri mereka sirna seketika.


"Mari kita bicara sebentar..." Ajak Victoria


"A..apa yang kamu hendak bicarakan?" Tanya Jack


"Apa alasan kalian datang kesini?"


Dengan suara yang sedikit parau karena tenggorokan yang kering Gill mulai berbicara

__ADS_1


"Ka-kami...hanya lewat saja..."


Tubuh Gill tiba-tiba kaku dan tidak dapat digerakkan pikirannya kosong, kesadarannya menghilang, iapun terjatuh seketika.


"Gill!"


"Rekanmu baru saja berbohong padaku"


"Siapa saja yang berbohong padaku, kendali jiwa mereka dalam genggamanku"


"To-tolong jangan lakukan ini!"


"Dia adikku.. satu-satunya"


Victoria tidak merasa iba sedikitpun oleh desakan permohonan Jack


"Kalau begitu aku tanya sekali lagi..."


"Mengapa KAU datang kesini?"


"A-"


Jack mengumpulkan keberaniannya untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Ka-kami hendak memusnahkan kalian!"


"Kalian berbuat seenaknya saja-"


Tubuh Jack roboh seketika, seluruh kekuatan yang berada dalam tubuhnya hilang seketika, namun kesadarannya masih ada.


Victoria mengangkat dagu Jack


"Sorot mata coklatmu....Menarik"


"Sebaiknya kalian ikut aku"


"To-tolong jangan lakukan ini"


"Keputusan kalian menentang iblis sudah salah ini adalah hasil dari perbuatan kalian"


Victoria membawa kakak beradik tersebut ke markas iblis, tiap komandan tinggi iblis mempunyai markasnya masing-masing.


Markas Victoria Berada di sebuah Gua yang diberi nama "DeathMind" Tempat tersebut, tempat berkumpulnya para iblis tempur yang berada dalam pengawasan Victoria, Lokasi dari DeathMind ini tidak dapat dilihat secara mata telanjang hanya bisa dilihat menggunakan kemampuan sihir, itupun butuh kemampuan sihir yang amat besar untuk dapat menemukannya.


Gua yang tidak seperti gua lainnya, setiap sudut batunya ada penerangan kecil, pasukan iblis yang berwarna merah dan bertanduk itu tengah berbicara satu sama lain, bahasa para iblis kelas rendah dan menengah ini tidak dapat dimengerti oleh ras lain selain mereka sendiri.


----------------


Iblis dibagi menjadi tiga golongan, golongan rendah atau bawah yang berisi iblis kecil seukuran manusia, kekuatan tempur mereka kurang lebih sama dengan manusia, mereka hanya mengandalkan jumlah untuk mencapai kemenangan, Iblis tingkat menengah yaitu iblis yang berukuran lebih besar dari iblis golongan bawah, ukuran tubuh mereka menyerupai raksasa, kekuatan dan ketahanan iblis tingkat ini tinggi sehingga jumlah mereka tidak lebih banyak dari iblis tingkat bawah bisa dikatakan pada setiap markasnya iblis tingkat ini hanya berjumlah setengah dari total iblis golongan bawah.


Dan kemudian ada iblis tingkat tingi, iblis ini merupakan golongan klasifikasi yang unik, tidak ada yang dapat dikatakan lagi, iblis tingkat ini benar-benar sangat kuat kekuatannya tidak dapat diukur secara telanjang, Diataranya iblis tingkat tinggi ini adalah juga empat komandan besar yang melakukan misi penguasaan dunia, tidak hanya empat namun belum diketahui jumlah iblis tingkat tinggi yang pasti pada ras iblis.


Raja Iblis tidak masuk golongan apapun dari yang telah ditentukan, kekuatannya begitu misterius, tidak ada yang dapat mengukurnya kecuali dirinya sendiri. Ras iblis ini dapat hidup hingga ratusan tahun bahkan ribuan tahun dengan adanya golongan tingkat iblis ini, ras dengan golongan tinggi dapat bertahan hidup jauh lebih lama dibanding ras yang rendah.


-------------------


Jack & Gill dibawa dan disandera dekat sekitaran batu pada gua dengan rantai, jarak mereka disandera tidak terlalu jauh, lengan mereka dipaksa diikat kebelakang dengan rantai bergitu pula dengan kaki-kaki mereka.


Terdengar suara langkah kaki mendekati mereka


"Nah..nah..nah" Victoria mendekati mereka


"Apa yang sebaiknya kulakukan pada kalian?


"Pasti menarik...khi..khi...khi"


Jalan keluar apa yang diharapkan mereka berdua?

__ADS_1


__ADS_2