Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 222: Tidak Terhentikan


__ADS_3

Thor teringat dengan perkataannya pada Kibo sewaktu di penjara bahwa Kibo dapat mengambil risiko jika memang Thor sudah tidak bisa membantunya lebih jauh lagi, saat inilah ia mengambil risiko itu.


Kibo tak mau bantuan yang ditawarkan Thor akan berujung pada keterlibatan Thor pada masalahnya itu.


Ia lebih merisikokan nyawanya sendiri dibanding dengan harus membiarkan identitas Thor terungkap, karena ia sudah menyetujui rencana seperti ini sewaktu di penjara.


Kibo ... kau ...


Thor melihat Kibo yang sebegitu kerasnya ingin mempertahankan identitasnya itu, tanggung jawab Thor memang seharusnya berakhir di sini dengan kegagalan rencana pelariannya itu.


"Kami ... menyerahkan ... diri ...."


Thor hanya bisa terdiam ... dengan pernyataan yang dikatakan Kibo membuat semua rencananya itu benar-benar telah gagal untuk dilakukan.


Arthur tersenyum. "Nah! Seharusnya kalian tidak perlu membuatku kerepotan seperti ini!"


"Satu hal lagi yang membuatku penasaran ...."

__ADS_1


Arthur berpindah tempat dengan cepat, ini bukan kecepatan berlari, lebih tepatnya ia menggunakan teleportasi jarak dekat mengarah pada si topeng iblis.


Thor tidak sempat melihat perpindahan Arthur yang begitu cepat itu, yang ada Arthur telah berhasil membuat Thor jatuh ke tanah dengan cara mendorongnya secara tidak lembut.


Kibo tidak melihat apapun selain adanya suara dentuman dan asap yang mengepul, ia melihat Arthur sudah tidak ada yang itu berarti ....


Tuan Thor!


Thor sadar seketika itu juga Arthur telah berada di atas badannya, ia sangat terlambat menyadari serangannya itu yang mengakibatkan posisinya itu sangat buruk untuk bisa bertahan.


"Topeng Iblis ... urusan kita belum selesai ... aku penasaran dengan identitasmu yang sebenarnya ...."


Arthur mengunci pergerakan Thor hanya dengan menindih berat badannya pada badan Thor, meskipun terlihat sederhana seperti itu, namun pada kenyataannya gerakan Thor memang terkunci dan dia tidak bisa menggerakkan badannya sama sekali.


Badanku kaku sekali! Apakah dia menggunakan semacam sihir untuk menahan pergerakanku?!


"Mari coba kita lihat siapa dirimu ini sebenarnya," ujar Arthur sembari menjulurkan tangan kanannya untuk membuka topeng iblis Thor.

__ADS_1


Gawat!


Begitu tangan kanan Arthur menyentuh topeng iblis itu, topeng itu mengeluarkan cahaya merah dan percikan kecil listrik yang mengakibatkan Arthur menghentikan tindakannya itu.


"Apa ini? Topengmu memiliki kemampuan khusus seperti ini?"


"Padahal sewaktu aku menyerangmu pertama kalinya, topeng ini tidak bertingkah seperti ini."


Thor tahu hal itu, ia juga tidak memiliki alasan yang jelas mengapa topengnya itu bisa mengeluarkan perlindungan seperti itu, mungkin saja memang ini salah satu kemampuan topeng iblis ini yang baru saja diketahuinya.


"Hmm, sepertinya aku harus menggunakan cara yang tidak sopan demi melepaskan topengmu ini." Arthur mengangkat tangan kanannya dan seketika itu juga meninju topeng Thor dengan tangan kosongnya itu.


Di-Dia hendak menghancurkan topengku ini hanya dengan tinjunya?!


Arthur terus menerus meninju topeng milik Thor, mulanya memang ada semacam perlindungan dari topeng itu, seperti cahaya merah dan percikan listrik, namun seiring dengan rentetan pukulan Arthur terus menepi pada topeng itu, membuat topeng itu kehilangan kemampuan perlindungannya.


Dan setelah beberapa saat rentetan pukulan itu dilakukan, pukulan Arthur akhirnya bisa sepenuhnya mengenai topeng itu, ia terus melakukan hal itu demi merusak topeng itu.

__ADS_1


Gawat! Kalau begini terus topengku akan hancur karena pukulannya itu!


__ADS_2