Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 64: Istirahat


__ADS_3

Patricia begitu heran mengapa Danny terlihat terkejut ketika ia mengatakan sesuatu tentang sihir angin itu, mungkinkah ada sesuatu yang salah?


"Ada apa Danny? kau terlihat terkejut tadi," tanya Patricia, perlahan ia melihat muka Danny sedikit berubah menjadi pucat.


Danny tertegun sebentar, kemudian menjawab pertanyaan Patricia itu. "Ah tidak, aku hanya teringat masa lalu...."


"Oh begitu...." Patricia sangka Danny mengalami sakit kembali sehingga mukanya berubah menjadi pucat.


"Bisakah kau ceritakan bagaimana latihanmu Patricia?" Danny ingin lebih mengetahui lebih lanjut tentang pembelajaran sihir yang sedang dilakukan Patricia.


"Oh tentu," pada akhirnya Patricia memberikan penjelasan mengenai kemajuan seni sihir angin yang ia pelajari itu.


Danny mendengarkan penjelasan Patricia dengan seksama, nampak dari wajahnya yang berbinar, latihannya mengalami kemajuan yang pesat.


"Aku telah menyelesaikan satu dari tiga tahap seni sihir angin Danny!" ucapnya dengan semangat tinggi, Danny ikut senang mendengarnya.


"Oh begitukah?"


"Kini aku sudah bisa merasakan didalam diriku bahwa sihir angin itu adalah bagian dalam diriku," ujarnya sambil menunjukkan telapak tangan kanannya.


Lalu tiba-tiba di sekitaran telapak tangan Patricia muncul hembusan angin-angin kecil, dan Danny bisa merasakannya.


"Kau hebat Patricia!" melihat hal tersebut membuat Danny penuh semangat, ia ingin sesegera mungkin dapat berlatih kembali.


Memang waktu satu minggu adalah waktu yang tidak lama, namun bagi Danny ia tidak bisa terus-terus tinggal di atas ranjangnya itu, namun kondisinya memaksanya melakukan hal ini.


"Kau tidak perlu khawatir Danny, pasti kamu segera sembuh kok!" ucap Patricia sambil tersenyum optimis.


Danny melihat semangat yang diberikan Patricia membuat dirinya memiliki keberanian untuk bercerita padanya.


"Patricia, aku sendiri sebenarnya kurang yakin dengan latihan ini, kurasa memang aku tidak bisa lulus deh...." ucap Danny jujur, ia bukannya tidak semangat untuk berlatih kembali, namun melihat yang terjadi dulu memang kelihatannya mustahil.


"Huh?!" Patricia tiba-tiba berdiri.


"Kau tidak boleh berkata begitu! pikiran negatifmu jangan sampai mempengaruhi tindakanmu!" ujar Patricia dengan suara yang keras.


Danny tersentak kaget dengan tingkah Patricia yang tiba-tiba seperti marah padanya, tidak heran karena dirinya telah mengucapkan hal yang dapat mematahkan semangat.

__ADS_1


"Aaa.. yah kau benar," balas Danny pelan.


"Maaf aku mengatakan hal yang tidak-tidak."


"Kau itu kuat Danny, percayalah pada dirimu sendiri, memang mungkin di masa lalumu kamu gagal, namun hal itu sama sekali tidak akan mempengaruhi masa depanmu sendiri," ucap Patricia.


Memang benar, Danny pun mengerti akan perkataan Patricia, yang dapat mempengaruhi masa depan bukanlah masa lalu melainkan masa yang sedang dijalani ini.


"Sebenarnya apa yang kau ingin capai Danny?" ia ingin lebih mengetahui soal tujuan Danny.


"Ahaha, ceritanya cukup panjang, tapi intinya memang aku bertemu dengan seseorang yang menyelamatkanku, dan berencana untuk menemui rekannya yang berada jauh darinya, tanpa diduga aku berpetualang bersama dirinya dan kini ia meninggalkanku...."


"Hmmm, begitukah?" balas Patricia.


"Dan lagi tujuanku saat ini memang bergeser sangat jauh dari awal, kau tahu sendiri kan sekarang keadaannya bagaimana," ujar Danny


Patricia mengangguk, kini memang dunia ini tidak sedamai yang dikira orang-orang, hanya segelintir orang yang tahu tentang rencana penaklukan oleh para iblis itu, dan lagi pastinya berita ini akan segera menyebar serta pasti menimbulkan kepanikan yang luar biasa.


"Apa kau takut?" tanya Danny.


"Takut? sedikit sih...." balasnya cepat. Mungkin inilah awal saat Patricia mendengar berita tentang ini dan belum terbiasa, apalagi belum melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Aku ingin berkeliling ke berbagai tempat dan mendapatkan pengalaman dan teman baru."


Alasan yang umum dilontarkan oleh seorang petualang yang pekerjaannya berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Nampaknya Patricia masih menutupi alasan sebenarnya mengapa ia menjadi seorang petualang.


"Seberapa kuat para iblis itu?" mendengar pertanyaan dari Patricia, Danny bahkan tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata.


"Kekuatannya diluar akal...." lirih Danny, bahkan tanpa diduga Danny selalu berhadapan dengan iblis pun yang selalu berakhir dengan keterdesakan serta kekalahan.


"Aku sendiri heran, mengapa bisa-bisanya para manusia menjalin kesepakan ini bersama dengan iblis...." tambah Danny


Patricia hanya bisa terdiam, "Yah terkadang suatu hal bisa terjadi diluar perkiraan yah! haha...." ucap Patricia sambil menggaruk-garuk bagian belakang rambutnya.


Danny setuju dengannya, ia tidak bisa menyalahkan orang-orang zaman dahulu yang telah membuat keputusan seperti ini. Dan lagi saat inilah saatnya untuk menjadi lebih kuat serta menyatukan kekuatan adalah hal yang terpenting dalam menangani masalah ini.


Danny sama sekali belum menceritakan tentang pengalaman hidup dan matinya pada Patricia, ia tidak ingin membuat Patricia tambah pusing setelah mengetahui adanya keberadaan iblis yang mengejutkannya itu.

__ADS_1


"Aku sendiri percaya kok kau bisa mengalahkan para iblis itu," ucap Patricia, ia sangat optimis dengan Danny.


"Ahaha... aku akan berusaha sebaik mungkin, tapi yah hasil akhirnya sama sekali tidak kutahu," Danny terbawa optimis oleh Patricia.


"Oh iya, aku mau lanjut latihan dulu, lagipula ini masih pagi. Danny kau istirahat saja sepuasmu ya!" Patricia meninggalkan Danny untuk berlatih kembali.


Meskipun Danny hanya berada di ranjang tempat tidur saja namun ia tetap menjaga kefokusan dan mental yang dibutuhkan agar ia lebih siap menyongsong yang akan datang.


***


Disisi lain perkembangan Patricia benar-benar bagus, berbicara tentang seni sihir, orang yang akan belajar ilmu sihir harus menjalani tiga tahap latihan.


Tiga tahap itu yaitu:


Fokus, melatih seni sihir yang ingin dipelajari, latihan ini membutuhkan konsentrasi yang cukup agar bisa menjadi 'satu' dengan jenis sihir yang akan dipelajari. Waktu pembelajaran dari tahap pertama ini bervariasi, namun yang memiliki bakat dalam sihir tertentu ia akan menjalani tahap pertama ini dengan cepat.


Wujudkan, yaitu tahap kedua yang bertujuan untuk memvisualisasikan kekuatan sihir dengan pikiran penggunannya, pada tahap pertama pembelajaran sihir pengguna akan bisa merasakan sendiri sihir yang dipelajari namun belum ada wujudnya hanya bisa dirasakan saja serta tidak memiliki kekuatan apapun.


Sempurnakan, tahap terakhir dari pembelajaran sihir, dengan menggabungkan kefokusan sekaligus memvisualisasikan sihir tersebut, maka akan tercipta sihir utuh, namun sihir ini hanyalah sihir dasar yang memiliki kekuatan rendah.


Setelah menjalani seluruh rangkaian tahapan pembelajaran sihir dasar maka tiba saatnya kembali berlatih menggunakan modal awal tadi untuk menciptakan teknik seni sihir yang lebih kuat.


***


"Kerja bagus Patricia, kini kau akan berlatih memvisualisasikan hasil dari fokus pikiranmu ke dalam bentuk nyata." Instruksi tersebut dilontarkan oleh Kakek Leith langsung.


"Berarti sekarang aku hanya perlu menarik imajinasiku ke dalam dunia nyata kek?" Kakek Leith mengangguk tanda setuju.


Latihan yang dijalankan Patricia berlangsung beberapa hari kedepan, ternyata tahap kedua ini memakan waktu lebih lama dibanding tahap pertama, namun dirinya tetap semangat bahwa ia pasti akan segera bisa melewati tahap itu.


Tiga minggu telah berlalu, Danny masih harus terbaring di kamarnya, sebagian besar perbannya telah boleh dilepas, kini hanya tersisa pada dahi dan pergelangan tangan kanannya saja.


Danny mulai cukup bosan, namun ia tidak bisa melawan kebosanan itu dengan bergerak terlalu banyak, hal itu menimbulkan kesakitan yang mengganggu lebih dari kebosanan yang ia alami.


"Danny?" terdengar suatu suara yang memanggilnya dari luar kamarnya, terdengar seperti suara kakek Leith.


"Masuk saja kek, tidak dikunci kok...." ujar Danny, kemudian ia melihat kakek Leith membuka pintu kamarnya dan berjalan mendekati kasurnya.

__ADS_1


Baru kali ini Danny melihat kakek Leith, entah mengapa saat kemarin-kemarin ia tidak menjenguknya.


"Ada apa kek?"


__ADS_2