Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 153: Kembali Berpetualang


__ADS_3

"Baiklah, kalau begitu, selamat malam tuan ...." Pemilik penginapan segera mematikan saklar lampunya, kini hanya ada beberapa obor berwarna merah yang menyala saat ini, sebagai penerangan minim bagi mereka.


Ruangan bar telah sepi, kini hanya terdengar suara mengingau yang terkadang muncul dari salah satu pria besar di sini, dan juga suara dengkuran yang saling bersahutan satu sama lain.


Kibo mengambil tempatnya tadi, terkesan sempit karena meja yang besar itu dipenuhi oleh badan orang besar yang sedang menumpukan kepala dan tangannya pada meja itu.


Namun akhirnya Kibo mendapatkan posisi tidur yang nyaman meskipun ruang geraknya tidak terlalu lega.


Nampak semua orang di sini sedang melepaskan kepenatannya hari ini, mereka merasa nyaman meskipun tidak beristirahat di kasur yang empuk.


Akhirnya pagi hari tiba, mereka bangun dan segera membersihkan diri secara bergiliran dengan fasilitas kamar mandi di penginapan itu.


Setelah selesai akhirnya tiba saatnya untuk mereka meninggalkan tempat ini.


"Terima kasih Tuan pemilik telah memberi tumpangan untuk kami semua," ucap Kibo pada pemilik penginapan dan anaknya serta tiga pelayan di sini yang sedang mengantarkan kepergian tamu mereka.

__ADS_1


"Layanan yang anda berikan sungguh sangat baik," tambahnya.


Pemilik penginapan tersenyum mendengar hal itu, begitupula dengan anak dan pelayannya.


Lalu disambung dengan berbagai komentar dari para pria besar yang berada di sini.


"Makanannya sungguh enak lho, sampai-sampai tidurku nyenyak ...."


"Kamar mandinya bersih dan nyaman digunakan, tubuhku langsung wangi dan aku siap untuk memikat para wanita ahahaha!"


"Saya juga ucapkan terima kasih pada tuan-tuan sekalian yang telah bersedia singgah di tempat kami, mohon maaf bila pelayanan kami kurang memuaskan," ujar pemilik penginapan sembari menundukkan kepalanya diikuti dengan seluruh pihak penginapan sebagai tanda perpisahan di antara mereka.


Akhirnya satu persatu dari mereka keluar dari ruangan penginapan, cahaya mentari terlihat menyambut mereka, sedangkan Kibo masih berada di sana untuk menyelesaikan urusannya yang terakhir.


Kibo akhirnya membayar uang sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai satu koin emas pada sang pemilik penginapan itu.

__ADS_1


Setelah menyerahkan uang tersebut Kibo mengarahkan dirinya untuk pergi menyusul anggota kelompoknya yang saat ini masih menunggu di luar.


Begitu menerima pembayaran ini, pemilik penginapan terkaget melihat uang yang bernilai besar ini. "Tu-tuan?"


Langkahnya terhenti ketika sang pemilik penginapan memanggilnya. "Ya ada apa Tuan pemilik?"


Pemilik penginapan segera berjalan mendekati Kibo dan segera menunjukkan sekeping uang koin emas itu. "Tu-tuan jumlah ini terlalu besar ...."


Kibo tersenyum, ia melihat wajah pemilik penginapan tidak percaya dengan bayaran yang diberikan tamunya itu.


"Tidak apa Tuan, simpan saja uang itu ... tuan berhak untuk menerimanya," ucap Kibo menyakinkan pemilik penginapan yang masih saja belum memercayai hal ini.


"Jagalah kesehatanmu tuan, dan seluruh orang yang berada di tempat ini ... sampai jumpa ...." Kibo akhirnya benar-benar pergi dari ruangan penginapan itu tentu saja sembari memakai topi koboinya, entah mengapa adegan ini terlihat keren.


Terlihat saat ini pemilik penginapan berkumpul kembali dengan anak dan ketiga pelayannya, mereka saling berpelukan satu sama lain, tentu saja karena perasaan gembira yang meluap, mereka tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang memberi mereka uang dengan jumlah yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2