Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 132: Tidak Terbendung


__ADS_3

"Hei Brock, mengapa hanya ada satu pertarungan kali ini?"


"Apa kau tidak mendengarnya? Ini adalah pertandingan khusus antara Danny dan Arthur!" Brock harus menggunakan nada tinggi untuk berbicara di tengah keriuhan ini.


"A-apa?! Arthur? Arthur yang itu?!"


Vincent yang tadi tidak memperhatikan mengapa ia berada di arena ini dan serta pula heran karena Danny dipanggil oleh Dark Shadow, kini ia telah mengetahui jawaban dari pertanyaannya itu.


Ia memang agak sedikit tidak fokus karena terpengaruh dengan mimpi buruknya itu di tambah dengan keriuhan ini, rasanya memusingkannya.


"Lihat Vincent, Danny dan Arthur kini telah berada di arena!" Teriak Brock sembari menunjukkan keberadaan mereka pada Vincent.


Vincent berusaha fokus untuk sesaat, ternyata benar Danny berada di sana dan juga yang menjadi lawannya itu ....


"Brock, mengapa pria berambut pirang itu menjadi lawan Danny? Ia sepertinya nampak kurang membersihkan tubuhnya."


"Hah? Vincent, dialah Arthur!"


"Apa?!"


Vincent yang baru pertama kali melihat Arthur sang ksatria yang hebat ternyata penampakan aslinya seperti ini.


"Hmm, begitu ya ... nampaknya Arthur menyukai kesederhanaan yang ekstrim."


Komentar Vincent yang lagi-lagi tidak dimengerti oleh Brock, dan nampaknya ia tidak juga penasaran akan maksud dari perkataan temannya itu.


***

__ADS_1


Sementara itu di arena, Danny dan Arthur telah benar-benar di arena yang sama, suara riuh makin menjadi-jadi, pertarungan akan segera di mulai.


***


Aku tahu, aku pasti akan kalah melawan Arthur, apalagi aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan sihir di sini, kekuatan fisikku pun berkurang drastis, entah mengapa bisa begini.


Jika saja aku mempunyai celah untuk menggunakan sihir dalam rangka membantuku untuk mengeluarkan kekuatan fisikku ....


Namun itu percuma! Aku sadar di seluruh tempat ini, semua area telah terpengaruh oleh kemampuan aneh Dark Shadow!


Kekuatanku tidak bisa kukeluarkan sepenuhnya, ini sama saja dengan tidak berartinya latihan yang kulakukan dulu ....


Dan pasti itu juga mempengaruhi setiap orang yang berada di sini, kurasa memang ini dilakukan akan kompetisi ini bisa berjalan murni dengan menggunakan kekuatan sebenarnya dari masing-masing petarung.


Tapi tetap saja jika begini terus ....


Kemungkinan aku tidak berakhir di sini semakin besar!


***


"Baiklah penonton semua ... sesaat lagi kita akan melihat pertarungan antara Danny dan ... sang ksatria terkenal Arthur!"


"WWOAAAH!"


"AYO CEPAT BERTARUUUNG!"


"JANGAN SAMPAI KALAAAH!"

__ADS_1


"ARTHUR I LOVE YOU!"


Riuh semarak penonton benar-benar tidak bisa terhindarkan.


Danny merasa pertarungan ini tidak berguna ... satu-satunya kesempatan yang di berikan ini tidak bisa membuatnya berharap lebih dari ini, keberadaan dirinya di sini saat ini merupakan suatu kehormatan juga karena yang akan ia lawan bukanlah lawan bisasa.


Danny tengah mengamat-amati Arthur, dugaannya selama ini memang benar, pandanganmya benar-benar beda di banding dirinya yang dulu, kini ia nampak seperti robot tanpa ekspresi yang siap kapan saja menjalankan tugasnya apabila suatu saat dikendalikan.


Danny curiga, mungkin saja memang Dark Shadow melakukan sesuatu padanya selagi ia di kurung dan di asingkan dari petarung lainnya.


Namun saat ini dugaan tinggal hanya dugaan, Danny tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa apa yang dipikirkannya adalah suatu kebenaran.


"Kedua petarung bersiap!"


"READDDDYYY..."


"FIGHT!"


TENG!


Bunyi bel telah terdengar, pertandingan secara resmi telah dimulai, riuh penonton kini mereda karena mereka mulai memperhatikan dengan seksama pertarungan yang akan diperlihatkan itu.


Danny dan Arthur kini masih terdiam satu sama lain, entah mengapa salah satu dari mereka tidak ingin ada yang langsung menyerang.


Namun semakin lama mereka diam-diaman satu sama lain tanpa disangka Danny merasakan aura sihir dari pria yang ada di depannya saat ini


Aura itu perlahan namun pasti membuat perasaan Danny tidak karuan, semakin besar dan semakin terasa, atmosfir suasana di sini mulai berubah.

__ADS_1


Kalau begini terus ....


__ADS_2