Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 407: Kekuatan Yang Sebenarnya


__ADS_3

Danny sudah sampai pada titik di mana ia tidak bisa lagi menahan dirinya, tidak bahkan ketika ia berulangkali berpikir bahwa ia bisa menghentikan temannya sendiri.


Dengan keseriusan yang ditunjukkan oleh Forhan, kini ia tidak lagi memiliki banyak pilihan, atau bahkan tidak memiliki pilihan sama sekali selain melakukan hal yang sama.


Baiklah, dengan begini aku akan melawan setiap kekuatan jahat yang ada disekitarku ini ... mengamuklah batu permata mulia, tunjukanlah eksistensimu yang sebenarnya ....


Danny sudah menghilangan beban pikiran dan membiarkan keinginan batu permata mulia yang menggebu-gebu itu menguasi dirinya sepenuhnya.


Perlahan tubuh Danny mulai memancarkan aura yang lebih besar dari sebelumnya, pandangan matanya berubah kembali menjadi normal; aura berwarna merah, kuning dan coklat bercampur aduk di sekitarnya.


Dengan begini Danny sudah memasrahkan keinginannya, kini ia tidak perlu lagi susah-susah mengontrol kekuatan besar ini, sebaliknya, ia membiarkan dirinya sendiri dikendalikan.


Forhan yang juga sudah berubah dan menjadi semakin ganas penampilannya merasakan aura kekuatan demi human yang luar biasa dari Danny, dari situ pria besar itu menduga Danny memang sudah serius juga.

__ADS_1


Tap.


Danny mempersiapkan langkah kakinya, ia memasang kuda-kudanya yang begitu kokoh dan meyakinkan, siapapun yang melihatnya pasti tahu bahwa langkahnya ke depan sudah tidak bisa dihentikan lagi.


Huuushhh!!!


Danny maju menembus apa yang ada di depannya, ia tidak lagi menggunakan kekuatan pedang sihir, melainkan sepenuhnya menggunakan bagian tubuhnya saja, kekuatan tiga batu permata mulia mulai merasuk ke dalam tubuhnya, dan tentunya ia tidak akan bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri.


"Haaahhh!!!"


Kr ... Krakkk!!!


Bahkan pedang sihir Forhan tidak mampu bertahan dari kekuatan fisik Danny yang menggila itu, pria besar itu sudah mengantisipasi hal ini dan ia berkelit ke samping menghindari serangan tinjuan Danny.

__ADS_1


Krak ... krak ....


Dan dalam waktu yang singkat ketika Forhan masih berkelit ke samping menghindari serangan Danny, serpihan kecil pedangnya lagi-lagi kembali menjadi satu, pemulihan pedangnya menjadi luar biasa cepat, lebih cepat daripada yang sebelumnya terjadi.


Traaangg!!!


Forhan dengan cepat berupaya melukai Danny dengan menebas kepalanya, tapi tebak apa? Lagi-lagi serangan pedang besar ber-aura merah kehitaman itu hanya memantul dengan keras pada pertahanan aura luar Danny dan pedangnya itu terpental ke atas, tinggi-tinggi sekali.


Di tengah momen yang membara ini Forhan sudah bisa membaca setiap gerakan Danny yang tadinya tidak terbaca itu, kekuatannya yang begitu melimpah membuatnya bisa menandingi kekuatan Danny dengan tiga batu permata mulia.


Pada akhirnya dalam waktu yang singkat dan cepat, bahkan tidak ada satu mata pun yang bisa melihat apa yang sedang dilakukan mereka berdua; mereka sedang jual beli serangan dengan kekuatan fisiknya masing-masing.


Sssshhhhh ....

__ADS_1


Kini sebuah bola energi berwarna hitam yang besar muncul dari tempat mereka saling menyerang itu, hal itu disebabkan oleh betapa dashyatnya serangan fisik dari kedua makhluk ini, sungguhlah tidak ada kata yang tepat untuk bisa menggambarkan bagaimana mereka bertarung dengan cepat.


Karena keterbatasan kata-kata yang bisa disampaikan maka hanya ada satu kata yang jelas yang bisa menggambarkan bagaimana keadaan kedua makhluk ras berbeda yang sedang saling bertaruh pada kepercayaannya masing-masing itu; seimbang.


__ADS_2