
"A- Tuan Arthur ... senang bertemu dengan anda ...." ucap Kibo sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan sang ksatria suci itu.
Arthur melihat jabatan tangan yang diulurkan oleh pria keriting itu, mau tidak mau ia akhirnya menjabat tangan pria itu, terkesan seperti dipaksakan dan tidak alami.
"Sebenarnya ada satu orang yang bersama saya yang sangat ingin berjumpa dengan Tuan Arthur ... hanya saja dia tidak ada di sini saat ini ...."
"Dia sangat mengagumi Tuan Arthur, jika ada kesempatan yang lain ... mungkin kita bisa bertemu kembali?"
Kerisihan Arthur mencapai pada puncaknya, ia kali ini berkata apa adanya tanpa mempedulikan situasinya. "Kurasa tidak mungkin ...."
"Ah ... begitu ya ...."
Mendengar jawaban yang kurang memuaskan membuat Kibo sedikit merasa tidak percaya diri kembali, pasalnya ia menanyakan hal yang mustahil untuk terjadi.
Untuk bertemu dengan ksatria suci bukanlah hal yang biasa melainkan harus berada di acara resmi dan tentu saja itu tidak bisa terjadi setiap saat, bahkan di beberapa kesempatan mereka tidak muncul ke hadapan publik sama sekali.
Privasi para ksatria suci memang diutamakan, mereka akan lebih mengutamakan misi untuk kerajaan dibanding dengan berusaha membuat dirinya terkenal di berbagai tempat. Hanya saja karena kemampuan dan prestasi mereka, pada akhirnya ketenaran menghampiri mereka dengan sendirinya.
__ADS_1
"Ehm, bisakah kita mulai berbicara?" Suara Pak Wakil Kota yang berat membuat Kibo sadar akan tujuannya adalah memang untuk menemui pemimpin kota ini.
Kibo akhirnya segera duduk di kursi yang telah disediakan sebelumnya, ia sendiri belum mengetahui mengapa dirinya itu dipanggil ke ruangan ini.
Pria keriting itu belum mendapat hadiah yang telah dijanjikan sebelumnya, mungkin saja dengan datang ke tempat ini adalah salah satu prosedur yang harus dilakukan demi mendapat hadiah kompetisi ini.
"Ijinkan aku juga sebagai pemimpin kota ini, memberikan selamat untukmu petualang ... kau telah berjuang dengan sangat baik dan tidak menyalahi peraturan yang ada," ucap Pak Wakil Kota membuka pembicaraan.
"Terima kasih, Tuan ...."
"Kalau tidak salah namamu Kibo bukan? Di sini tertulis bahwa kau datang dengan membawa kelompok bernama Alliance Fight's ...."
"Ah, benar Tuan ... kebetulan memang saya sendiri adalah pemimpin dari kelompok Alliance Fight's"
"Dan pula kau menggunakan strategi dimana seluruh anggotamu menyerahkan bel kecil dan kau yang menjadi perwakilan untuk memenangkan kompetisi ini?!" Pak wakil berbicara dengan tempo yang cukup cepat, tidak salah lagi ia memang tertarik untuk membahas hal ini.
Kibo yang sedikit agak heran karena melihat keantusian berlebihan itu, ia hanya mengangguk kecil mengiyakan apa yang ditanyakan kepadanya.
__ADS_1
"HAHAHA, Kau sungguh cerdas! Memenangkan kompetisi dengan cara itu sungguh tidak biasa bagi seorang petualang!"
Kibo agak heran sekaligus penasaran memangnya strateginya itu sungguh sebaik itu?
"Ehm, maafkan aku ... sepertinya aku terlalu berlebihan tadi ... mari kita ulangi lagi, strategimu itu cukup menarik, kerja sama antara seluruh anggota kelompokmu cukup bagus ... kurasa itulah yang membawa kemenangan kepadamu ...."
Kibo tersenyum ketika mendengar pujian sang pemimpin kota ini padanya. "Anda benar Tuan ... kemenangan ini tidak sepenuhnya dimenangkan oleh saya, melainkan karena kerja sama di antara saya dan anggota yang lain ...."
"Jika tidak ada mereka, saya tidak mungkin bisa memenangkan kompetisi ini," lanjutnya.
"Baiklah untuk sekarang, hadiah kompetisi ini akan diberikan setelah pengecekan data peserta pemenang selesai ... dan hasilnya tidak begitu berjalan dengan lancar ...."
"Maksud Tuan?" Kibo harus kembali diherankan dengan perkataan pemimpin kota ini.
"Itulah sebabnya aku memanggil anda ke sini ... sepertinya ada yang perlu dibicarakan kembali," ucap Pak Wakil dengan wajah serius.
"Ada yang ... perlu dibicarakan?"
__ADS_1