Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 308: Tidak Mau Berhenti


__ADS_3

"Memangnya kenapa? Aku hanya ingin melihat Danny dari dekat, aku tidak akan berbuat hal yang lebih jauh lagi dari itu." Patricia tahu akan peringatan dari pria bernama Vincent itu, memang benar saat ini ia terlihat seperti orang yang gegabah, namun sebenarnya ia juga sudah menyiapkan kewaspadaannya bilamana ada suatu hal yang terjadi padanya.


"Tidak sesederhana yang kau pikirkan Patricia! Kau lihat Danny yang menganggap tempat ini adalah bangunan rumah biasa bukan?! Namun lihat apa yang terjadi? Dia saat ini harus terjebak karena suatu hal di sana! Kita tidak mau ada lagi orang yang terjebak lagi di sana!" Vincent tidak main-main dalam memberi peringatan, banyak hal yang belum ia ketahui saat ini, tentang mengapa Danny terlihat berbicara dengan seseorang beberapa saat lalu dan mengapa tangan kanannya terjebak di gagang pintu sana, kemudian mengapa ia berdiri tanpa melakukan apapun di sana, semua hal aneh itu tentu ada alasannya bukan? Vincent tidak tahu jawaban dari semua hal ini, maka dari itu ia berusaha mencegah orang yang berpikir sederhana dengan mengganggap rumah yang ada di hadapan mereka adalah rumah usang yang biasa belaka.


Patricia yang telah mendengar peringatan Vincent itu mengerti bahwa memang berbahaya jika bertindak gegabah saat ini, namun ada satu hal lain yang perlu diperhatikan juga, jika mereka hanya diam saja maka kemudian apa yang akan terjadi? Bisakah sesuatu yang ajaib muncul secara tiba-tiba? Ataukah Danny bisa terlepas dari sana dengan tiba-tiba hanya dengan menunggunya saja? Patricia kurang begitu percaya dengan hal seperti ini.


Baginya menunggu sesuatu terjadi di tengah suatu hal sulit dan tidak melakukan apapun adalah hal yang sulit untuk dilakukannya.


Patricia lebih baik mengetahui sesuatu meskipun hanya sedikit saja dibanding dengan diam saja dan berharap pada situasi sulit ini; ia tahu berharap adalah suatu hal yang mudah sekaligus sulit untuk dilakukan, terkadang harapan itu bisa membuat senang ataupula kecewa.


Ia saat ini lebih memilih untuk melangkah dengan penuh kepercayaan bahwa ia mampu untuk memecahkan misteri dibalik keheningan yang dibuat Danny temannya itu, ia ingin tahu mengapa Danny bersikap aneh ketika berurusan dengan rumah usang tak terawat itu.


Yang jadi permasalahannya adalah rumah itu, Patricia tahu akan hal itu, ia memang ingin menuruti apa yang dikatakan Tuan Vincent padanya, namun untuk saat ini ia tidak bisa menunggu untuk hal yang tidak pasti; sekarang atau tidak selamanya, hanya dua pilihan itu yang ada padanya saat ini.


Ia tidak mungkin terus-terusan melihat Danny di sana untuk sepanjang waktu tanpa berusaha melakukan sesuatu, atau jika memang ia tidak bisa membantu Danny lepas dari sana, setidaknya jika ia tahun akan mengapa Danny bersikap aneh saat ini, apa yang saat dialaminya saat ini padanya, dan apa yang salah dengan rumah ini?

__ADS_1


Tidak ada yang bisa ia pikirkan lagi selain harus mendekati Danny demi mengetahui apa yang aneh dengan temannya itu, memang saat ini jaraknya tidak begitu jauh dengan Danny dibanding Brock dan Vincent, namun meskipun tidak begitu jauh ia masih belum bisa melihat Danny dengan jelas, setidaknya ekspresi wajahnya, pose tubuhnya dan hal-hal semacam itu.


Jadinya Patricia harus menentang Tuan Vincent yang telah memberinya peringatan itu, ia memang menghargai peringatan yang diucapkan olehnya, namun untuk saat ini ia tidak tahan dengan melihat temannya yang terus bertingkah aneh dengan diam saja itu untuk waktu yang lama.


Patricia tidak lagi menghabiskan waktu di sana, selagi ia menoleh pada seorang yang telah memberinya peringatan itu, ia memasang raut ekspresi serius yang mengatakan bahwa 'aku akan tetap melakukannya' tanpa mengatakan sepatah kata dari mulutnya, ia hanya berbicara melalui ekspresinya itu dan kembali melangkahkan kakinya mendekati Danny.


"I-ini tidak bagus, Brock aku harus menghentikannya!" Vincent seketika itu juga berlari untuk mencegah Patricia mendekat lebih dekat lagi dengan Danny, ini terlalu berbahaya baginya.


Brock hanya diam saja di sana, ia tidak menyangka kedua temannya itu akan berbuat hal yang saat ini ingin sekali dilakukan oleh masing-masing; Patricia ingin menyelamatkan Danny, Vincent ingin menghentikan Patricia, jika ada suatu hal yang buruk juga terjadi pada mereka berdua juga, apa yang akan terjadi selanjutnya?


Brock kembali melihat Danny dengan keadaan diamnya itu, ia melihat ada yang aneh dengan tubuh Danny yang tidak berbalut pakaian itu, ada sesuatu yang menetes berwarna merah di punggung pria itu!


"Ada apa Brock?! Jika aku tidak cepat maka Patricia akan-"


"Perhatikan tubuh Danny! Apakah kau melihat ada sesuatu berwarna merah di sana?!" Brock menunjuk arah di mana punggung Danny terlihat jelas mengeluarkan cairan berwarna merah.

__ADS_1


Vincent memang ingin terus berlari dan menghentikan gadis itu saat ini, namun melihat Brock begitu serius ia akhirnya dengan cepat melihat area yang ditunjuk temanya itu.


Pria berambut sebahu itu merapikan rambutnya dan kemudian melihat dengan seksama apa yang berusaha Brock tunjukkan padanya, ia memang melihat adanya hal yang aneh pada tubuh Danny, kini di bagian punggungnya ada semacam cairan berwarna merah yang makin lama makin menetes banyak keluar.


"Da-darah?!" Vincent yakin ia melihat sesuatu yang berada di punggung temannya itu bukanlah suatu cairan biasa, dan terlihat sedikit juga ada luka seperti lubang kecil di punggungnya itu, yang makin mempertajam fakta bahwa yang sedang dilihatnya itu adalah Danny yang berdarah karena luka pada punggungnya.


"Patricia berhenti!" Vincent saat ini berharap Patricia tidak makin mendekat lagi dengan Danny hanya karena ia memang ingin menyelamatkan temannya itu, jika ia ingin menyelamatkan temannya tentulah ia juga tidak perlu merisikokan dirinya terlalu jauh dan membuat dirinya berada dalam keadaan bahaya.


Namun nampaknya Patricia sama sekali tidak menghiraukan peringatan Vincent yang kesekian kalinya itu, karena begitu inginnya Patricia mengetahui apa yang terjadi dengan temannya itu, ia tidak memerhatikan pada bagian punggung temannya itu.


Jarak di antara Patricia dan Danny mulai mendekat, seketika itu juga Patricia yang merasa jaraknya sudah aman karena ia tidak terlalu dengan dengan Danny juga, mulai ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Namun yang dilihatnya saat inu adalag bagian dada Danny yang meneteskan darah perlahan makin lama makin terkumpul di bawah kayu yang merupakan alas bagian depan di dekat pintu rumah itu.


Seketika itu juga Patricia terkejut dengan apa yang terjadi pada temannya itu, ia melihat luka keluar tanpa mengetahui apa yang menyebabkan Danny mengeluarkan darah itu.

__ADS_1


Padahal Danny hanya berdiri saja di sana tanpa melakukan sesuatu yang mencolok, namun dengan tiba-tiba mengeluarkan luka tanpa penyebab yang jelas, ini merupakan hal yang terlalu aneh untuk dilihat gadis itu.


"Me-mengapa begini?!"


__ADS_2