Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 366: Hal Yang Membekas


__ADS_3

Danny tidak habis pikir bagaimana keadaan dunia yang sebenarnya sekarang ini, pernah terbayangkan olehnya bagaimana menyenangkannya menikmati pemandangan ini tanpa memikirkan apa yang sebenarnya terjadi saat-saat ini.


Dibalik semua ini ada bencana yang mengancam hidup siapapun juga, dan musuh mereka sudah jelas, yaitu iblis yang tinggal di wilayah utara, Danny pernah beberapa kali bertemu dengan mereka yang memang kekuatannya terlalu melewati batas semestinya.


Aaah ... jika saja ini berjalan dengan mudah, tidak bisakah kekuatan iblis itu berkurang? Mengapa mereka terlihat tidak terkalahkan dari awalnya?


Begitulah bagaimana pendapat sekaligus keluh kesah Danny mengenai makhluk yang kini mengancam hidup orang-orang itu, mengapa bisa-bisanya makhluk kuat berlaku jahat bisa ada di dunia ini? Dan jika sudah seperti itu siapakah yang dapat menghentikannya?


Danny memang sempat berpikir optimis dengan memikirkan bagaimana masih ada harapan untuk lepas dari para makhluk jahat seperti mereka.


Namun entah mengapa tekad Danny seakan terombang-ambing karena melihat kenyataan yang ada, di antara apa yang nyata dan apa yang diharapkannya begitu berlawanan dan karena hal inilah Danny seringkali meragukan apa yang sedang diperjuangkannya sekarang ini.


"Mengharapkan sesuatu yang mustahil, hanya akan membuat hati terbebani saja ...." Danny berkata sendiri, harapannya dan kenyataan sebenarnya yang tidak sejalan itu tidak hanya berlaku baginya, melainkan seluruh orang yang juga saat ini berada dalam ancaman para makhluk jahat.


Namun setidaknya jika ada satu kesempatan kecil saja dari sekian banyak kemustahilan yang ada, bukan tidak mungkin ada jalan keluar yang tersedia.


Danny berpikir jika saja ada 0.1 kemungkinan dari 9.9 maka ia bisa mengandalkan kemungkinan terkecil itu untuk mengalahkan kemungkinan yang besar yang terlihat tidak terkalahkan itu.


Situasi tidak akan berubah kecuali jika ada yang mengubahnya, Danny berpikir dengan menghimpun kekuatan dengan cara berlatih maka itu akan mengubah situasi yang terlihat mustahil itu dan memunculkan cahaya harapan yang baru yang terlihat tidak ada itu.


Di tengah situasi yang cerah dan indah karena bisa memandang langit yang biru itu, dan pula tidak lupa dengan beberapa burung yang terkadang melintas di atas sana membuat semuanya menjadi damai dan tenang.


Danny pikir ini sudah tengah hari, namun ia merasa hawa yang sedang dirasakannya ini benar-benar tenang, tidak terasa panas tidak terasa terlalu dingin pula, suhunya pas sekali untuk berbaring sambil menikmati hembusan angin alam menyejukkan ini.


Danny memegang dadanya sendiri, perlahan ia merasa adanya detak di sana, tanda bahwa ia sedang hidup saat ini, karena memiliki waktu untuk merenung akhirnya Danny merenungkan apa yang selama ini pernah dialaminya.


Ia masih ingat bagaimana pertama kali ia terbangun di sebuah rumah kecil yang ternyata ada makhluk dari ras lain yang menyelamatkannya, sebagai teman petualangannya yang pertama mengetahui berbagai kejadian pada awalnya yang menandai awal dari perubahan hidupnya yang drastis itu.

__ADS_1


Entah mengapa meskipun tidak ada yang mengingatkannya ataupun tidak adanya pemicu kejadian masa lalu, tetap saja ada seperti ruang kosong dalam hatinya yang masih bertanya-tanya mengenai teman yang menyelamatkan dan merawatnya itu.


Bagaimana cara dia mengabaikan dan meninggalkannya dengan tiba-tiba, hal itulah yang paling membekas dalam hati pemuda itu saat ini, tanpa tahu alasannya seorang yang paling dianggapnya berharga dan harus dilindunginya malah meninggalkannya tanpa sebab.


"Ah ... mengapa aku kembali mengingat kejadian lama itu?" Danny menutup matanya dengan lengan kanannya, entah mengapa ia sedang melihat langit ataupun menutup pandangannya sekalipun pikirannya sama sekali tidak bisa dialihkan dari apa yang sedang dipikirkannya saat ini.


Meskipun Danny terkadang tidak mengingat masa lalunya, namun ternyata masa lalunya itulah yang mengingatkannya dan mengukirkannya kembali dalam ingatannya, hingga akhirnya tanpa dipicu oleh apapun ia bisa ingat kembali kejadian yang tidak terlalu baik itu.


Beberapa waktu telah berlalu pemuda itu berpisah dengan kedua teman pertamanya ketika ia memulai perjalanannya itu, dan ia tidak benar-benar melupakan mereka meskipun banyak kejadian yang terjadi padanya.


Malahan Danny berharap akan adanya suatu waktu di mana ia bisa bertemu kembali dengan teman lamanya dalam kondisi yang baik, di mana ia bisa melepas rindu yang dirasakannya ini.


Karena Danny tahu akan banyak orang berharga yang ada di sekitarnya baik pada masa lalu maupun masa depan, semuanya tidak berbeda dan semuanya sama berharga baginya.


Kakek apa yang harus kulakukan?


Namun Danny tahu sekarang ia harus benar-benar melupakan apa yang telah di belakangnya itu, jika tidak maka ia akan terus terbelenggu dengan hal itu, yang akan menghambatnya dalam perjuangannya sekarang.


"Danny?"


Danny seketika itu juga mendengar ada suara perempuan, suara yang sama yang didengarnya ketika ia pertama kali ditolong saat sadar ketika desanya dihancurkan itu.


Seketika itu ia beranjak dari atas rumput itu untuk melihat darimana asal suara yang didengarnya itu, dan seketika itu juga Danny bisa melihat seorang yang tidak asing baginya, seorang perempuan ras lain yang menolongnya, Cecilia.


Gadis elf itu bersembunyi di balik pepohonan menatap Danny yang keheranan dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, tatapan gadis elf itu seolah mengharapkan agar pria yang sedang ditatapnya itu menghampirinya dan bertanya padanya.


Dan benar saja, Danny seketika itu juga bangkit berdiri dan berjalan perlahan ke arah pepohonan kecil dan semak itu untuk melihat lebih jelas akan apa yang telah dilihatnya itu, di saat ia memikirkannya dia datang untuk menemuinya? Begitulah pikirnya saat ini.

__ADS_1


Cecilia? Dia berada di sini? Apa ini benar?


Sebelum Danny sampai ke dekat pohon dan semak hijau, gadis yang merupakan teman pertama sekaligus penolongnya itu pergi ke arah dalam, ke arah pepohonan yang mengarah ke area lain dari lapangan rumput itu.


"Tu-tunggu dulu!" Danny tidak bisa berjalan perlahan saja, jika terus berjalan lambat maka ia harus tertinggal dan kehilangan jejak dari seorang yang sedang dipikirkannya itu.


Seketika itu juga Danny mempercepat langkah kakinya dan berlari secepat yang ia bisa menembus semak hijau yang cukup tinggi dan melihat di antara banyak pepohonan di mana teman lamanya itu berada sekarang.


"Cecilia!" Danny melihat ke sekelilingnya, yang bisa dilihatnya hanyalah banyak peohonan yang berjarak cukup dekat di sini yang menyebabkannya sulit untuk melihat keberadaan teman lamanya itu.


Jarak antara pepohonan ini begitu dekat, bahkan aku tidak tahu keberadaannya di mana di antara begitu banyaknya pepohonan di sini!


Danny sedikit mengeluh soal bagaimana situasi di area ini, padahal ia baru saja melihat teman lamanya namun mengapa dia harus memasuki area sempit dan sulit dilalui seperti ini?


Dengan keadaan seperti ini Danny tidak tahu pasti di bagian pepohonan yang mana teman lamanya itu ada, yang pasti ia berusaha untuk mengamati setiap gerakan di balik pohon yang sekiranya bisa memberinya petunjuk tentang teman lamanya yang sedang berada di area ini.


Tap! Tap!


Sruk! Sruk!


"Hahaha, ahaha...."


"Hah?!" Danny mendengar suara di mana ada suara perempuan yang dicarinya bersamaan langkah kaki dan juga terdengar suara rumput yang bergoyang yang merupakan tanda yang sedang dicarinya sekarang ini.


Danny melihat sekelebat pakaian putih yang diduga sebagai teman lamanya yang sedang dicarinya itu, berada sedikit jauh lagi mengarah ke dalam, dan semakin menjauhi area latihannya, Danny lebih memilih untuk mengikuti suara yang merupakan teman lamanya karena ia pikir hanya inilah kesempatan baginya untuk bertemu kembali dengannya.


Danny segera bergerak cepat ke arah dalam dari area pepohonan yang berdekatan itu, tanpa mempedulikan apapun lagi bahkan ketika di tengah latihan yang sedang dijalaninya ini.

__ADS_1


__ADS_2