Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 408: Kekuatan Yang Sebenarnya (2)


__ADS_3

Danny dan Forhan masih melakukan dan melancarkan serangan fisik bertubi-tubi, mereka berdua sudah seperti telah mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya, pandangan mata yang ganas dan membara di sertai hempasan angin dan aura hitam yang terbentuk dan makin membesar adalah efek dari pertarungan mereka.


Drrrppp ....


Bahkan tanah pun menjadi goyang, pohon-pohon di area Dawn Forest sudah mulai menujukkan tanda bahwa energi sihir hitam sudah tersedot oleh karena pertarungan kedua insan ini.


Dengan kata lain Forhan memang meminjam, atau lebih tepatnya memaksa menggunakan kekuatan aura gelap demi agar membuat kekuatan demi human-nya yang sudah kuat semakin kuat, jelasnya ia punya cadangan energi yang tidak terbatas untuk digunakannya.


Pohon-pohon dan tetumbuhan di sana banyak menjadi lemah dan bahkan layu, keberadaan hutan Dawn Forest yang dijuluki hutan sihir, atau pula hutan hujan kelam kini mulai hilang dan secara tidak langsung kehilangan kekuatan sihirnya.


Berkat dari tersedotnya kekuatan sihir membuat seluruh area Dawn Forest, terutama penghuninya, yaitu para binatang buas mulai bertingkah aneh.


Kekuatan demi human yang digunakan oleh Forhan disebut sebagai 'True Beast', yang berarti ia sudah mengeluarkan segala kemampuannya sebagai ras dari demi human, di tambah dengan kekuatan gelap dari seluruh daerah hutan ini.

__ADS_1


Danny yang masih bergelut dengan serang-menyerang dengan Forhan, kini ia mulai bisa merasakan kekuatan temannya itu benar-benar meningkat dengan pesat, namun ia sendiri tidak begitu menyadarinya karena memang kesadarannya sebagian besar diambil alih oleh kekuatan batu permata mulia.


"Ahaha ... Hahahah!"


Buag! Gagk! Sruaagh!


Forhan tertawa puas ketika melihat Danny memberi perlawanan yang sungguh kuat, tepat seperti ekspektasinya dari awal, kini ia tidak memiliki keinginan yang lebih lagi selain menghancurkan lawannya sampai pada bagian terkecil demi mencapai kepuasan yang sedang diinginkannya itu.


***


Di satu sisi lain, di sebuah tempat di hutan Dawn Forest, yang letaknya cukup jauh antara pertarungan yang sedang terjadi tepat di tengah hutan itu, Cerberus sedang sibuk menahan pergerakan para bawahan binatang buas miliknya, merasakan getaran yang hebat mengguncang hampir seluruh bagian besar area hutan ini.


Tidak hanya itu saja Cerberus pula merasakan kekuatannya disedot sedemikian rupa; kekuatannya aura gelapnya keluar tanpa dikehendakinya dan hal yang sama terjadi pada makhluk buas lain.

__ADS_1


Mereka bertarung dengan cukup hebat, apakah mereka berniat untuk meniadakan hutan legendaris ini?


Cerberus hanya bisa berpikir seperti itu, dalam kenyataannya ia tidak menyangka seorang manusia yang kekuatannya jauh di atasnya itu akan bertarung seperti ini, ia jadinya semakin merasa yakin keputusannya terdahulu untuk menyerah padanya adalah pilihan yang terbaik.


Kekuatan aura gelap berkumpul perlahan-lahan keluar dari setiap area dari hutan Dawn Forest, tidak diketahui berapa banyak seluruh jumlah kekuatannya, namun yang pasti hawa kekuatan aura gelap yang besar tidak henti-hentinya mangarah ke satu sosok yang sedang bertarung itu.


"Tuan Danny, semoga anda bisa menghadapi situasi ini."


"Nona Sophia, saya sangat berharap bisa bertemu kembali ... dengan anda ...."


Cerberus menguap dan matanya terasa berat, ia kemudian rebah ke tanah, bersamaan dengan para makhluk buas lain yang sudah terkapar di bawah.


Kini dengan sebagian besar energi jahat yang terserap membuat keadaan hutan ini tidak jauh dengan hutan biasa, kekuatan aura sihir gelap yang ada di tempat ini menghilang dari waktu ke waktu.

__ADS_1


***


__ADS_2