
Yizi merasa kurang percaya dengan apa yang didengarnya itu, namun masalahnya adalah ia cukup jelas mendengar ucapan Arthur itu.
"Telah tiada?"
Arthur mengumpulkan segenap kekuatannya untuk mengangkat badannya, ia mau agar bisa duduk untuk membicarakan hal ini dengan Yizi.
Melihat Arthur yang berusaha untuk mengangkat badannya, Yizi dengan segera membantunya agar ia bisa duduk sepertinya.
"Hah ... kau tidak salah dengar Yizi ... Danny sudah tiada ...."
"Sepertinya dia terlalu memaksakan diri untuk bertarung denganku menggunakan seluruh kekuatannya ... ia tidak mampu menahan kekuatannya sendiri dan ... ia meninggal dunia ...."
Ketika mendengar hal itu Yizi merasa janggal dengan perkataan Arthur tadi, ia berkata bahwa Danny mengeluarkan kekuatan sampai dia sendiri tidak mampu menahannya? Kekuatan macam apa itu?
"Aku rasa ... ini aneh ...."
Arthur menyadari bahwa Yizi merasakan hal yang sama ketika ia memikirkan tentang penyebab kematian Danny, namun pada akhirnya mereka berdua tidak mampu menemukan alasan yang lebih masuk akal dibanding dengan apa yang telah pertama kali mereka dengar itu.
"Yang jelas ... korban karena ulahku bertambah ... aku benar-benar kehilangan kendali diriku malam itu ... dan akhirnya Danny harus kehilangan nyawanya."
"La ... lalu dimana mayatnya sekarang?"
"Ada bersama dengan dua orang temannya ... mulanya memang ada di sini, namun aku menyuruh mereka pergi dari sini karena tahu ... situasi bisa saja memburuk ...."
"Begitu ya ...."
Arthur terdiam sejenak, entah mengapa ia merasakan hawa kehadiran yang amat kuat saat ini, ia berusaha menoleh dengan kepalanya yang penuh luka itu meskipun harus perlahan-lahan, karena memang tiada lagi hal lain selain rasa sakit yang ia rasa.
Melihat kondisi sekitar terlihat tidak ada yang berbeda saat ini, namun berdasarkan apa yang ia rasakan Arthur menduga pasti akan ada seseorang yang datang ke tempat ini.
Aura kehadirannya makin lama makin terasa, Arthur merasa seseorang yang akan datang itu sepertinya dikenalinya.
Tak lama berselang, muncullah lingkaran sihir berwarna biru terang dekat keberadaan Yizi dan Arthur serta para anggota kelompok itu.
Sontak mereka yang berada di sana kaget dengan kemunculan lingkaran sihir berwarna biru terang itu karena memang kejadian ini begitu tiba-tiba terjadi.
Tak lama kemudian lingkaran sihir biru terang itu redup dan terlihat ada seorang pria besar tiba-tiba muncul dari cahaya biru sinar itu, perlahan ia keluar dari lingkaran sihir tempatnya muncul itu.
__ADS_1
Ia adalah seorang pria besar, lebih besar dari anggota Alliance Fight's, memiliki kumis dan janggut seperti Yizi, hanya saja miliknya itu lebih tipis dibanding Yizi.
Memakai zirah perak yang cukup berkilau, sebuah perlengkapan pakaian sekaligus celana yang siap dipakai dalam keadaan apapun, apalagi ketika bertarung.
Gaya rambutnya sedang dan tidak terlalu panjang ataupun pendek, hanya saja rambutnya terlihat bergelombang dan acak-acakan, namun sebenarnya memang gaya rambut orang ini seperti ini.
Dan di punggungnya terdapat kapak besar, ukurannya besar dan nampaknya hanya ia saja yang dapat menggunakan kapak itu; nampaknya itu adalah senjata utama yang digunakannya, karena ia tidak membawa senjata lain selain kapak besar yang ada di punggungnya itu.
"Ar-thur?" Suaranya berat dan keras, padahal ia hanya berbicara biasa namun ketika ia berbicara terdengar seperti tengah sedikit berteriak dengan keras.
Arthur sendiri terkejut ketika melihat pria yang memanggil namanya itu, ia bukanlah orang asing baginya melainkan temannya sendiri dalam kelompok lima ksatria suci kerajaan barat.
"Worther?"
Pria besar bernama Worther itu berjalan, hentakan kakinya membuat tanah sedikit bergetar, zirah peraknya berkilau terkena sinar matahari yang sedang bersinar terang saat ini tak lupa dengan saat ia berjalan zirah peraknya itu mengeluarkan suara khas besi yang berat.
"A-apa yang terjadi denganmu Arthur?" Worther baru pertama kali melihat kondisi Arthur seperti ini, dan ini tentunya membuatnya curiga akan apa yang terjadi di sini.
Ia baru pertama kali melihat Arthur yang begitu menyedihkan sepanjang ia bersamanya sebagai ksatria; ia tidak mengira orang seperti Arthur akan bisa terlihat seperti ini.
Worther kemudian melihat banyak pria besar yang sedikit lebih kecil di banding dirinya dan pula ada seorang yang memiliki kumis dan janggut tebal, dengan kedua tangannya yang berlumuran darah.
Namun Arthur yang tahu Worther akan salah sangka terhadap kejadian ini, ia berusaha untuk menghentikan temannya itu.
"Hentikan Worther! UGH!"
Arthur sampai harus berteriak untuk menghentikan temannya itu agar ia tidak bertindak lebih jauh lagi pada Yizi; karena teriakannya itu lagi-lagi Arthur batuk sambil mengeluarkan darah.
"Arthur!? Apa yang terjadi denganmu!? Apakah kau dikalahkan oleh pria ini!?"
Ketika Worther melihat Arthur yang seperti ini, sontak ia berpikir untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan; ia berpikir Arthur telah dikalahkan dan akhirnya harus menerima luka yang cukup berat seperti itu.
"Tu-tunggu ... dengarkan aku Worther ...."
"Aku ... aku telah kalah ... semua orang ... haah ... yang berada di sini adalah ... orang baik ...."
Melihat Arthur yang menjawab seperti itu, akhirnya mau tidak mau Worther mempercayainya meskipun ia masih waspada akan kehadiran orang-orang asing yang sedang di dekat Arthur ini.
__ADS_1
Matanya kecil berwarna coklat hitamnya itu menatap dan mengawasi semua orang di dekat Arthur ini bagaikan burung yang sedang memperhatikan apa yang hendak dimangsanya, begitu tajam dan serius.
"Arthur, aku kemari karena aku khawatir dengan keadaanmu, kau bahkan sempat menghilang tanpa kabar selama jangka waktu yang cukup lama, maka dari itu aku mencarimu dengan menyusuri bagian wilayah selatan ini, sampai akhirnya aku bisa mendeteksi aura sihirmu yang cukup aneh berada di sini."
Arthur mengerti dengan perkataan Worther, yang temannya maksud dengan aura sihirnya terasa aneh adalah karena dirinya itu banyak mengubah perilaku sihirnya, dan itu terjadi ketika sifat Arthur yang seenaknya muncul.
Aura kekuatan sihirnya jadi tidak beraturan dan kemudian melonjak naik seiring dengan berjalannya waktu, dan di saat yang sama bisa turun sesuai dengan emosinya saat itu; kestabilan energi sihir Arthur terganggu karena sifat egoisnya itu.
Arthur sendiri memang tahu bahwa misinya belakangan hari ini terkendala akibat penculikan sebuah kelompok; ia terjebak di penjara buatan organisasi Dark Shadow, ia berusaha dijadikan boneka mereka hingga akhirnya dia tidak bisa mengendalikan dirinya sampai saat Danny membantunya itu.
Ia tidak mengetahui bagaimana kedatangan temannya itu untuk mengecek bagaimana keadaannya saat ini, padahal memang seharusnya awalnya misi yang ia emban ini dilakukannya sendiri.
"Kejadian yang menimpamu ini sangatlah jarang terjadi Arthur ... tidak biasanya kau tidak menuntaskan misi sebagaimana yang seharusnya ...."
Arthur tersenyum kecil. "Kendala terjadi ketika aku ... berusaha untuk menjalankan misi ini, kejadiannya begitu panjang ... akan kuceritakan lain kali ...."
Mengingat temannya yang datang kemari karena khawatir dengan keadaannya itu, Arthur merasa cukup dipedulikan saat ini; biasanya ketika ia menjalankan misi sendirian, ia sama sekali tidak butuh pertolongan orang lain, termasuk temannya, namun pada saat ini karena kejadian yang begitu tidak terduga pada akhirnya ia butuh bantuan temannya juga.
"Sebelum itu Worther ... kau bisa mempercayai orang-orang ... yang bersamaku ini ... mereka adalah orang-orang baik ...."
Worther mendengar perkataan Arthur, raut seriusnya telah ia pasang dari awal ia sampai ke tempat ini; dengan melihat wajahnya saja semua orang akan ikut serius dan tidak mampu melontarkan cerita lucu atau membicarakan candaan dengannya.
Worther tahu ia bisa mempercayai perkataan dari seorang pemimpin lima kesatria suci kerajaan barat itu, dan berusaha untuk melonggarkan kewaspadaannya pada orang-orang selain Arthur di sini.
"Worther ... bisakah kau membantuku?" Arthur ingin agar temannya itu melakukan sesuatu untuknya.
"Keadaanmu?" Worther menerka apa yang diinginkan oleh Arthur; apa lagi yang diinginkan pria pirang itu selain agar luka-lukanya bisa di ringankan?
"Kau tahu ... mohon bantuanmu ...." Arthur tersenyum kecil pada temannya itu.
"Haaah, baiklah Arthur." Worther mendekati Arthur perlahan, melihat ini Yizi merasa ia harus menjauhi pria yang sangat besar ini agar keselamatannya bisa terjamin meskipun ia telah mendengar pembelaan Arthur sebelumnya, ia tidak tahu juga apa yang akan pria yang sangat besar ini lakukan padanya.
Namun Arthur berkata padanya, "Jangan takut, dia adalah teman dekatku, tetaplah berada di sini."
Setelah diyakinkan lagi oleh Arthur, Yizi akhirnya tetap berada di dekat sang ksatria pirang itu.
Worther telah sampai di tempat Arthur saat ini, tangannya yang sangat besar itu ia acungkan ke kepala Arthur. "Sihir penyembuhanku berada jauh di bawah dari apa yang mampu dilakukan Hellen, tak apa?"
__ADS_1
"Aku mohon bantuanmu ... Worther, lakukan saja apa yang kau bisa saat ini ...."