
Danny tidak berpikir akan mendengarkan permohonan orang jahat ini, karena jika ia menurutinya maka nyawa orang-orang bisa terus direnggut oleh si penjahat ini, apalagi dengan kemampuannya yang ia peroleh saat ini.
"Musnahlah menjadi debu orang jahat!" Danny berteriak dengan lantang, seketika itu juga api muncul dari lingkaran sihir itu, namun setelah beberapa saat belum sempat api itu menuju rumah itu, lingkaran sihir berwarna merah pecah seketika dan api yang seharusnya muncul dengan besar dan membakar rumah itu kini hilang seketika.
"Hii!" Sosok penunggu itu ketakutan karena tahu bahwa serangan api itu seharusnya membakarnya saat ini, namun setelah beberapa saat si sosok penunggu jahat itu akhirnya menyadari bahwa serangan anak muda itu tidak mengenainya sama sekali.
"Ha? Ha ... hahaha ... hahahahah! Anak muda kau mau mempermainkanku?! Ahahaha, seranganmu itu? Kau hanya menggertak ya?!" Sosok penunggu rumah usang tidak terawat itu tertawa lepas karena tahu bahwa serangan anak muda itu tidak mengenainya sama sekali, awalnya memang ia takut namun saat ini ia terhibur karena tahu anak muda itu hanya mengancamnya saja.
"Itu bukan gertakan, aku bersungguh-sungguh akan mengubahmu menjadi debu ... aku tidak menggunakan kekuatan sihir api ...." Danny tahu memang lingkaran sihir berwarna merah itu telah sirna saat ini, namun itu tidak berarti serangan gagal untuk dilakukan.
"A-apa? Sudah jelas-jelas kau tidak bisa menggunakan energi sihir api bukan? Ahaha Jangan membuatku tertawa sambil mengeluarkan air mata karena begitu lucunya dirimu ini anak muda ... hahaha."
Danny tahu ternyata kemampuan panasnya itu tidak termasuk pada energi sihir api yang biasa digunakan orang-orang, karena perbedaan bentuk kekuatan maka energi panas dari tubuh Danny tidak bisa menggunakan lingkaran sihir sebagai media kekuatan itu dilepaskan.
Ini berarti aku tidak bisa menggunakan lingkaran sihir untuk menggunakannya, aku hanya perlu menyalurkan secara sekaligus seluruh energi panas yang ada pada diriku ke rumah ini memakai media lain.
Danny akhirnya kembali mendekati rumah itu, dan berhenti tepat di bawah lantai kayu di mana itu juga merupakan bagian dari rumah ini.
"Ha? Kau kembali lagi ke sini? Apakah itu berarti kau sudah menyadari kekalahan dirimu dan menyerahkan diri untuk menjadi salah satu dari koleksiku? Seharusnya kau lakukan itu dari tadi! Ahahaha!" Sosok penunggu rumah tua tidak terawat ini lagi-lagi menilai suatu hal hanya berdasarkan pemikirannya sendiri, ia tidak memikirkan apa yang akan anak muda itu lakukan selain apa yang telah dipikirkannya pertama tadi.
Danny sampai di tempat lantai kayu itu, kemudian meletakkan tangan kanannya dan langsung pergi dari sana tanpa berkata-kata apapun juga.
Setelah berada di samping Patricia, karena ini jaraknya tidak begitu dekat dengan rumah usang tidak terawat ini, maka Danny bisa dengan aman berada di sini untuk menyaksikan apa yang akan ia lakukan itu.
"Hm? Mengapa kau kembali lagi menjauh anak muda? Apa yang telah kau lakukan dengan hanya kembali sebentar ke halaman rumah ini? ... tunggu dulu ...." Sosok itu merasa ada suatu benda yang aneh di halamannya itu, ia merasa ada kekuatan yang terkumpul di halaman depan rumahnya itu.
Terlambat menyadarinya, ada sebuah pola berwarna hitam yang bundar, mirip seperti suatu segel, ternyata hal tersebut yang Danny tempelkan di kayu di mana yang merupakan bagian dari rumah ini.
__ADS_1
Aku berhasil menyalurkan seluruh energi panasku ke dalam bentuk pola bulat kecil di lantai kayu itu, seharusnya tidak berapa lama lagi kekuatan api itu akan muncul dan melahap seluruh bangunan ini.
"E-energi ini, panas?! Anak muda apa yang telah kau perbuat di sana?!" Menyadari ada suatu hal yang tidak sesuai perkiraanya, lagi-lagi ia kembali dikejutkan oleh anak muda ini.
"Takdir memang tidak salah mempertemukan kita penjahat, kini sudah saatnya kau mengakhiri seluruh kejahatanmu yang begitu besar itu, menghentikanmu secara paksa adalah hal yang bisa kulakukan saat ini."
"A-apaaa?!"
Secara perlahan tapak segel di mana Danny melepaskan seluruh energi panasnya itu langsung menyala dan seketika itu juga membesar dan menyala hebat tanpa perlu waktu lama; ini benar-benar sebuah kekuatan api yang tertahan kemudian meledak seketika itu juga.
"I-ini! Tidak mungkin! Hyaaaa!" Sosok penunggu itu menjerit kesakitan, ia memutuskan untuk menutup pintunya, namun itu sama sekali tidak merubah apapun karena memang api yang sudah tersulut sudah mencapai setiap bagian dari rumah ini tanpa perlu waktu yang banyak.
"Itu bukanlah api biasa dengan kekuatan panas yang biasa, aku sudah mengumpulkan kekuatan panas dari tubuhku ini dan memakai media segel yang bisa kugunakan untuk meletakkan energi panasi itu di lantai kayu halaman rumahmu."
Danny memang tidak ingat kapan ia bisa menggunakan media segel sebagai penyalur kekuatannya, namun saat ini ketika ia pertama kali melakukannya ia benar-benar percaya bisa melakukannya dan akhirnya segel itu bisa terbentuk dengan sendirinya.
Aku tidak menyangka bisa menggunakan media selain lingkaran sihir, karena memang jika kugunakan lingkaran sihir maka energi panas yang berasal dari tubuhku tidak bisa keluar dari sana, namun memfokuskan pikiran dan menyalurkan di tempat yang dituju dan tanpa kusadari energi itu berubah menjadi segel, itu adalah cara yang paling tepat untuk melepaskan kekuatan ini.
"Tidak! Ini seharusnya tidak terjadi! Aku seharusnya punya koleksi baru saat ini! Dasar kau anak muda kau menghancurkan semua rencana awalku!" Sosok penunggu hanya bisa protes tanpa bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan dirinya, karena memang ia berwujud bangunan, jika bangunan rumah ini hancur begitupula dengan jiwanya juga.
"Sadari ini adalah akhir dari kejahatanmu penjahat! Kau tidak akan bisa lagi membahayakan orang lain! Kau sudah berakhir sekarang!" Danny berusaha menyadarkan bahwa ini adalah akhir di mana penjahat ini hidup, sekaligus semua perbuatan jahatnya itu berakhir di sini.
"Arrrghh! Sial! Kau mengejutkanku anak muda, tidak kusangka kau mampu melawan kemampuan Hell Doors dan mengalahkanku seperti ini, kau sama sekali tidak terduga! Arghg!"
Perlahan demi perlahan rumah itu rumah itu rubuh dan setiap kayu di sana dan material bangunan lain menjadi abu dengan cepat, ini menunjukkan betapa besarnya kekuatan panas yang dikeluarkan oleh Danny itu.
"Kuakui kau anak muda! Kau lebih hebat dariku! Tapi jangan senang dulu masih banyak kesulitan yang akan kau hadapi Arrghhh!" Setelah mengatakan hal ini, ia tidak berbicara apa-apa lagi, itu adalah ucapan terakhirnya yang dikatakan pada Danny.
__ADS_1
Pada akhirnya seluruh rumah itu sudah hangus lenyap menjadi abu tidak berbentuk lagi, Danny kini sudah tahu si penjahat itu sudah berhasil ia kalahkan saat ini.
Danny memikirkan perkataan terakhir dari si penjahat itu, sebuah ucapan yang tidak bisa ia hindari, bahwa memang ada hal-hal yang akan membuatnya sulit di kemudian hari, dan dalam keadaan apapun ia harus selalu siap bilamana hal itu terjadi padanya dan pada teman-temannya.
"Kejahatanmu sudah berakhir penjahat, bukan aku yang mengalahkanmu ... tapi semua korban yang telah kau akhiri, itulah yang telah membuatmu kalah saat ini."
Kekuatan Hell Doors perlahan menghilang, suasana ungu pekat mulai berangsur-angsur hilang dan mulai kembali menjadi normal.
Di sisi lain Brock dan Vincent yang memasang matanya dengan teliti ke depan rumah itu, tiba-tiba dikejutkan dengan rumah itu yang tiba-tiba sudah hancur tidak berbentuk saat ini, ada percikan-percikan api yang tersisa di sana.
"A-apa yang terjadi?" Brock mengucek matanya, entah apa yang ia lihat saat ini, tadinya ia melihat rumah yang berdiri, ketika ia kembali berkedip rumah itu sekarang sudah hancur bercampur abu.
"Aku tahu Danny pasti bisa mengatasi hal ini." Vincent tersenyum ketika melihat kejadian yang sama juga dilihat oleh temannya itu, kepercayaannya pada temannya berbuahkan hal yang baik, dan ia senang melihat Danny yang sudah berpindah dan berada di dekat Patricia saat ini.
Beberapa saat kemudian Patricia sadar, tidak secepat Brock dan Vincent, namun begitu ia lihat rumah yang di mana Danny seharusnya ada di depan pintu sana, tapi saat ini sudah tidak ada dan hanya menyisakan sisa kayu dan material lain yang terbakar habis di sana.
"A-apa yang terjadi?" Patricia tidak bisa menyembunyikan keheranannya saat ini, melihat situasi yang tiba-tiba berubah dengan cepat membuatnya tidak benar-benar paham dengan apa yang telah terjadi.
Danny meregangkan badannya, kemudian melakukan peregangan pada kepala dan bahunya, ia sudah menghentikan semua efek kekuatan dari batu permata mulia dan juga sihir angin pelindung sudah dihentikannya juga; Danny tersadar ia memang begitu menggantungkan dirinya pada kekuatan batu ini agar bisa lebih kuat, namun ia yakin akan ada saatnya di mana ia bisa lebih kuat melampaui apa yang ia bisa saat ini.
"Akhirnya selesai juga ...."
"Da-Danny?!" Patricia terkejut karena mendengar suara dan ternyata Danny sendiri yang sedang berada di sampingnya saat ini, padahal seharusnya dia ada di dekat pintu rumah itu setahu dia tadi.
"Ba-bagaimana kau bisa-" Patricia hendak bertanya pada Danny mengapa tiba-tiba situasi berubah begitu cepat tanpa ia sadari.
Namun sebelum ia dapat mengajukan pertanyaan, Danny roboh dengan luka darah yang masih tetap ada di sana, terlihat ia sudah tidak mampu lagi untuk menahan efek dari serangan pertama penjahat itu padanya dari tadi.
__ADS_1
"Da-Danny?! Darah? Oh ya, lukanya! Mengapa aku baru sadar saat ini, aku harus segera menyembuhkannya!" Patricia melihat luka yang dialami Danny tidak fatal, namun tetap saja jika terus dibiarkan akan tetap membahayakannya juga.
Brock dan Vincent yang menyadari hal ini berlari segera untuk melihat keadaan Danny saat ini, sedang Patricia bingung bagaimana ia menyembuhkan Danny karena ia tidak memiliki air saat ini.