
"Huahuahahaha! Brock Vincent berhenti! Kalian membuatku sakit perut huahahaha!" Danny sampai menepuk-nepuk tanah terpingkal-pingkal melihat kedua temannya bertengkar tanpa henti, ia merasa tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini.
Kesempatan! Aku harus bisa kembali seperti biasa! Mengapa aku harus senang berlebihan sekaligus merasa malu di depannya?! Aku harus kuat agar bisa menunjukkan aku bisa berguna untuknya!
Patricia melihat bahwa situasi inilah yang memberikannya kesempatan agar ia bisa menenangkan perasaan hatinya itu, ia tidak mau kehilangan fokus dan akhirnya menghambat Danny; ia harus bisa membuat dirinya menjadi berguna dan membantunya!
Tapi memang perasaan ini baru pertama kali dirasakannya; ia merasa begitu dipedulikan dan diperhatikan, entah mengapa bukan hal yang mudah untuk mengusir perasaan senyaman ini.
Pada akhirnya Patricia makin tersipu dan terlihat menutup wajahnya sendiri yang makin memerah itu, bukannya mengendalikan perasaannya ia malah semakin terbawa dengan hal itu; memang tipikal anak muda seperti itu yang terkadang tidak bisa menahan apa yang ada di dalam hatinya.
Akhirnya yang terjadi adalah Brock dan Vincent kembali berargumen satu sama lain, Danny yang terhibur karena tingkah mereka berdua sedangkan Patricia tidak lagi memerhatikan pertengkaran kedua pria ini, ia malah memikirkan Danny sebagai penyebab hatinya yang kini tengah berbunga-bunga.
"BROCK! AKU MEMBUANG LUDAH KARENA MEMANG AKU MERASA ADA YANG ANEH DENGAN MULUTKU!" Vincent akhirnya jujur juga mengapa ia melakukan tindakan yang disangka buruk oleh Brock itu.
"A-apa?"
Akhirnya setelah beberapa saat perdebatan mereka berakhir juga, Danny dan Patricia kini tengah memerhatikan apa yang sebenarnya Vincent katakan tadi.
Brock sendiri juga menghentikan rentetan kemarahannya itu karena ia mendengar hal yang tidak biasa dari si Vincent ini.
"A-apa maksudmu Vincent?" Brock malah penasaran mengapa Vincent berkata aneh seperti itu, kini ia melihat Vincent terhuyung-huyung.
"He-hei! Apa yang terjadi denganmu?" Sontak Brock tahu benar Vincent memang bertindak aneh saat ini, apa yang sebenarnya terjadi padanya?
Setelah Vincent mengatakan bahwa ia merasa ada yang aneh, ia merasa tubuhnya lemas dan seketika itu juga kakinya tidak mampu menahan berat badannya sendiri; ia ambruk seketika itu juga.
__ADS_1
Blugh ....
"He-hei Vincent?!" Brock berjongkok hendak mengecek keadaan temannya yang terlihat tidak bagus itu.
Danny dan Patricia juga kaget melihat Vincent yang tiba-tiba ambruk seperti itu, padahal tadi pria berambut sebahu itu terlihat baik-baik saja.
"Uhuk!" Vincent batuk dengan tiba-tiba, ia merasa ada sesuatu yang menghalangi pernafasannya saat ini; pada akhirnya agar ia bisa bernafas dengan normal ia harus mengeluarkan sesuatu yang menghalanginya itu.
"Da-darah?!" Brock kaget melihat Vincent yang sudah terjatuh itu batuk dengan mengeluarkan darah; ini kejadian yang tidak biasa!
Brock, Danny, dan Patricia tidak menyadari apapun soal kondisi Vincent saat ini, padahal ia memang terlihat baik-baik saja tadi, lantas mengapa kondisinya berubah menjadi kurang baik saat ini?
"Kau membuang ludah karena merasa ada yang aneh dengan tubuhmu?! Dan itu sebabnya kau melakukan hal itu?! Apa yang sebenarnya terjadi padamu Vincent?!"
Brock masih belum paham dengan kondisi Vincent yang tiba-tiba berubah itu, ia tahu mungkin saja Vincent merasa ada yang aneh dengan tubuhnya? Pertanyaannya adalah mengapa ia bisa bergitu? Pasti ada sebabnya bukan?
"Uhuk! Uhuk!" Tidak hanya batuknya yang mengeluarkan darah, kini dari hidungnya juga mengeluarkan cairan yang sama; ini terlihat Vincent benar-benar tidak berada di kondisi yang bagus saat ini.
"Vincent!" Danny terlihat khawatir dengan keadaannya saat ini, ini benar-benar kondisinya benar-benar tidak terduga!
"Vincent ... tunggu ...."
"Ah? Ada apa Brock?! Apa kau tahu alasan mengapa Vincent menjadi seperti ini?!" Danny melihat Brock seperti menyadari sesuatu ketika menyangkut soal kondisi Vincent saat ini.
"Ja-jangan-jangan kau ... serangan Yizi!" Brock menyadari sesuatu, dan mungkin saja itu adalah alasan mengapa Vincent yang kondisinya jadi seperti ini.
__ADS_1
Serangan Yizi adalah alasan yang logis mengapa kondisi Vincent bisa berubah menjadi buruk saat ini, karena Brock menjadi saksi di mana Vincent yang harus menjadi korban serangan tidak sengaja Yizi; ia menduga itulah penyebab Vincent menjadi seperti ini.
"Se-serangan Yizi?! Apa maksudnya Brock?!" Danny belum sadar akan hal ini, dan pula mengapa Yizi terlibat dalam hal ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Begini Danny, sewaktu malam tadi, Yizi yang penuh kemarahan karena suatu alasan, ia mencoba menyerang Arthur, namun serangannya itu tidak mengenainya malahan meleset dan tepat mengenai Vincent, ia terlempar cukup jauh dan memang aku bisa tahu serangan Yizi itu benar-benar kuat."
"Vincent tidak menyadari dengan serangan Yizi itu, lalu dialah yang terkena serangannya; apakah kau tidak melihatnya Danny? Bukankah kau juga ada di antara Yizi dan Tuan Arthur bukan?"
Danny berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi malam tadi, dan perlahan ia mulai ingat memang benar Vincent terserang serangan Yizi yang memang ditujukan untuk Arthur itu.
"K-kau benar Brock, pada malam itu memang Yizi kehilangan kendali dan berniat menyerang Tuan Arthur; aku memang tahu namun perhatianku tertuju pada Tuan Arthur saat itu." Danny tahu ia tidak begitu melihat hal lain selain kemarahan Yizi pada Tuan Arthur dan kemudian terjadi perselisihan dan akhirnua ia harus ikut campur di dalamnya.
Bahkan untuk mengerti kondisi temannya itu, Danny sampai-sampai tidak bisa mengetahui dan memperhatikan hal-hal penting di sekitarnya.
"Maafkan aku Brock, perhatianku teralihkan karena memang keinginanku agar tidak ada perselisihan soal Yizi, karena aku juga pernah berbicara padanya; aku yakin ia punya alasan yang kuat dibalik kemarahannya itu, meskipun begitu aku tidak menyangka Vincent harus terkena serangan langsung darinya."
Danny mengakui kekuatan Yizi tidaklah seperti biasanya, ia sudah merasakan sendiri soal bagaimana kekuatan pria berpenampilan ke-bapakan itu, kekuatannya benar-benar tidak main-main apalagi jika tentang kekuatan fisiknya.
"Ya Danny, aku juga tidak menyangka Vincent akan terkena serangan langsung itu, dan sepertinya penanganan pertama saja tidak cukup untuk membuat kondisinya lebih baik." Brock saat ini memikirkan cara bagaimana agar temannya itu bisa pulih seperti sedia kala.
Danny tahu kekuatan fisik Yizi memanglah kuat, namum sebenarnya ia juga tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya dipukul oleh kekuatan penuh pria itu karena memang sewaktu kompetisi di penjara semua kekuatan orang-orang dibatasi karena kemampuan aneh kelompok Dark Shadow.
"Aku cukup yakin, pukulan yang diterima Vincent pasti memberi efek yang cukup serius padanya sekarang; apalagi ketika malam tadi Yizi memang larut dalam amarahnya, sudah pasti pukulan yang dilancarkannya itu sudah sekuat yang ia bisa ...." Danny merasa kejadian seperti ini sungguhlah tidak ada yang bisa disalahkan, baik dari sisi Vincent ataupun Yizi.
"Aku tahu Danny ...." Brock nampaknya merasa bersalah karena tidak menyadari ini dari awal, jika saja ia menyadarinya dari awal tentulah ia bisa meminta pertolomgan dari para tahanan lain yang memiliki kemampuan penyembuhan, namun sepertinya ia tidak bisa lagi melakukan rencana seperti itu.
__ADS_1
Brock memikirkan apa yang seharusnya ia lakukan untuk temannya itu, ia tidak tahu area ini dan tidak tahu pula tempat di mana pusat kesehatan atau tidak punya juga potion pemulih yang bisa memulihkan temannya itu.
Apa yang harus kulakukan?