Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 42: Kepedulian Yang Sia-Sia


__ADS_3

"Hei... Hendrik!"


Suara Danny bergema namun masih sedikit terdengar meskipun tidak begitu jelas. Nampaknya Hendrik tidak kuat untuk terus tersadar. Akhirnya ia menutup matanya.


"He..Hei!"


Danny yang telah sampai di arena itu mengguncang-guncangkan tubuh Hendrik yang terkapar lemas. Ia tahu bahwa Hendrik jatuh pingsan, namun aura kehidupannya hampir menghilang.


Melihat sekujur tubuhnya penuh dengan luka membuat Danny merasa iba, apa yang sebenarnya ia pertaruhkan sampai harus menjadi seperti ini.


Apakah hanya persahabatan yang semu itu? bagi Danny, persahabatan itu adalah saling melengkapi, saling mengisi kekurangan bukannya saling bersaing untuk menjatuhkan satu sama lain.


Danny mengerti akan persaingan, namun jika seperti ini, ini hanya terlihat bagaikan pertarungan bodoh karena tidak menguntungkan kedua belah pihak sama sekali.


"...."


"...Hei..." Suara berat itu seakan memanggilnya sekarang


Danny perlahan menoleh dengan tatapan agak kesal.


"Sebaiknya kau menjauhi pria itu, ia belum kuakhiri.."


"?!"


"..."


"Kau akhiri?"


"Bukankah ini sahabatmu sendiri?"


"...."


"Ia tidak berhasil memenuhi syarat.."


"Syarat?"


"Kau menetapkan syarat agar kau mengakuinya sebagai sahabatmu?!" Nada bicara Danny mulai meninggi


"Ia sendiri yang memutuskan untuk menghentikanku, meskipun aku sedari kecil bersamanya, aku tidak menganggapnya sebagai sahabatku."


Krek!

__ADS_1


Kepalan tangan Danny terasa gatal ingin memukul sesuatu, meskipun ia melihat dan merasakan aura merah yang teramat besar dari pria yang bernama Brock itu, ia sama sekali tidak takut. Perlahan ia bangun berdiri


"Maafkan aku karena terlambat, Hendrik..." gumam Danny, ia kemudian membawa Hendrik menjauh dari arena pertarungan itu hingga ketempat aman dan kemudian ia kembali ke arena itu.


Langkah demi langkah diambil olehnya, batu kekuatan yang dibawanya itu perlahan bersinar kemudian menghilang. Ia berjalan sampai ia benar-benar berada di hadapannya, benar benar dekat.


"Ada apa denganmu?"


"Kukira kau harus kusadarkan dahulu..."


"Menyadarkanku?"


"HANYA KEKUATAN YANG DAPAT MENYADARKANKU!"


Teriakan Brock begitu keras, diiringu dengan kepalan tangan yang begitu besar mengarah dengan tepat pada tubuh Danny.


BUM!!


Terjadi ledakan aura, seakan kekuatan mereka beradu dengan dahsyatnya.


Kepulan debu kembali menaungi area pertarungan itu.


"Begitukah?" kata seorang pria yang tepat memegang kepalan tangan besar itu.


"?!"


"...."


Brock kemudian melangkah menjauhi pria asing itu.


"...."


"Siapa kau sebenarnya?!"


"Aku... aku kenalannya Hendrik..."


"Kenalan?!"


"Kenapa kau mencampuri urusan kami?!"


Brock mulai was-was dengan pria asing tersebut.

__ADS_1


"Aku... aku hanya ingin agar Hendrik selamat..."


"Ia terus menceritakan tentang persahabatannya denganmu..."


"Ia begitu bangga memilikimu sebagai sahabatnya..."


"Ia bahkan mengagumimu bahkan memercayaimu..."


"Karena ia tahu meskipun bodoh baginya untuk menantangmu dalam duel ini..."


"Meskipun ia tahu ia tidak mempunyai kesempatan menang dan menghentikanmu..."


"Ia tetap melakukannya..."


"...."


Pandangan mata Danny menatap tajam pada Brock.


"Itu karena kau adalah sahabat baginya!" teriak Danny sembari menunjukan tangan padanya.


Danny tahu, meskipun ia mengatakan apapun Brock hanya peduli pada kekuatan, pada pertarungan. Namun sekarang ia merasa urusan Hendrik adalah urusannya juga.


Brock masih terdiam.


"Kalau kau menginginkan pertarungan, aku akan bertarung."


"Aku disini sebagai pengganti Hendrik."


"..."


"Hmph!"


"Baiklah, baik itu siapapun lawanku, aku tidak peduli!"


"Aku akan menikmatinya!"


Danny mengambil nafas panjang, bersiap untuk memulai pertarungannya, ia tidak sadar batu kekuatan Fisiknya sudah tidak berada dikantongnya. Yang ia pikirkan sekarang adalah cara agar bisa menghentikan Brock dan membawa Hendrik kembali selamat ke kota.


"*Aku..sudah siap.."


"Kuharap aku dapat menghentikannya.."

__ADS_1


"Akan kuhadapi kemustahilan itu*!"


__ADS_2