Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 86: Hasil Tak Terduga


__ADS_3

Hmmm, alasanku ingin hebat dalam bertarung adalah karena dulunya aku sering di hina oleh teman-teman yang lain.


Alasannya sih karena mereka bilang aku berbeda dari mereka semua, aku juga sebenarnya sama sekali tidak mengerti apa yang mereka maksud, sampai pada suatu saat ...


Memang, yang teman-temanku bilang memang benar, penampilanku yang kurus, mata sipit ku, mungkin juga sikapku membuat banyak orang merasa aneh padaku.


Tapi apakah aku harus mempedulikan semua? Bagaimana jika aku hanya perlu terus berusaha?


Ya, dan aku melakukan apa yang kubisa, aku ingin menjadi petarung yang hebat, di mana suatu saat aku bisa berdiri dengan bangga melihat lawanku terkapar di bawah.


Tujuan itulah yang berusaha kucapai dengan banyak-banyak berlatih, aku ingin membuat mereka mengakui keberadaan ku.


Dan aku berakhir di sini sebagai tahanan, dan aku tidak mau tertindas lagi untuk kesekian kalinya.


Kalau saja aku bisa membuktikan pada mereka ...


***


1!


K.O


"THE WINNER IS ..."


"DANNY!"

__ADS_1


"WOAAAAHH"


"MANTAP DJIWA KAU ANAK MUDA!"


"PERTARUNGAN YANG HEBAT!"


"KAU BERHASIL MEMBUAT KAMI BANGUN DARI TIDUR!!"


"YEEEEESSSS GOOOOD JOOOB!!!"


Pertandingan telah berakhir, Quan Cho tidak bisa lagi bangun, wajahnya kini terlihat memar dan biru diselingi dengan tetesan darah dari kepalanya


Quan Cho segera di larikan ke tempat pengobatan yang juga ada di tempat yang berada di tempat lain di sana.


Pertandingan yang bagus anak muda, batin Quan Cho dalam hatinya.


"Danny! Kau berhasil!"


"Kami bangga padamu Danny!"


Riuh keriuhan terjadi di sana, Danny senang karena bisa menepati apa yang di janjikan nya pada Brock dan Vincent.


***


"Akhir yang tidak bisa terduga," ujar salah seorang berkostum robot.

__ADS_1


"Kau benar, hal ini ternyata bisa terjadi. Benar-benar pertandingan yang hebat."


"Kita akan lihat, seberapa jauh pria itu akan bertahan dalam kompetisi ini."


***


Kompetisi selanjutnya akan di adakan minggu depan, selama menunggunya para peserta bisa mempersiapkan dirinya masing-masing.


"Kukira kau akan kalah sewaktu pertandingan pertamamu kemarin," ujar Brock sambil meneguk secangkir kopi hangat yang asapnya masih berada di sana.


Mereka berbicara pada malam harinya, sebenarnya memang tidak banyak aktivitas yang terjadi di sel selain mengobrol, tidur, ataupun hal lain yang ingin dilakukan oleh para tahanan ini.


"Menengguk kopi, aaah ini membuatku tenang." Brock nampaknya memang menikmati setiap tegukkan yang ia rasakan dari kopi hitam itu.


"Tekad Ku bisa kuat karena ada kalian mendukungku hehe," ucap Danny sembari tersenyum.


"Danny lihat!" Vincent sedang melihat dari layar serbaguna yang berada di sel tempat mereka.


"Kau kini sudah terdaftar dan ada di urutan 980, ini hal yang lumayan bagus untukmu, kau sudah menggantikan posisi ku, hehe." Vincent tersenyum ketika melihat hasil ini.


"Ya, kupikir itu adalah hal yang bagus, eh mengapa kalian tidak ikut juga dalam kompetisi ini?"


Brock duduk bersandar di sisi sel itu, mengambil sebuah koran yang berada di sana untuk di bacanya, "Aku sudah tidak tertarik lagi Danny."


"Begitukah? Bagaimana denganmu Vincent?"

__ADS_1


"Sepertinya memang aku butuh rehat dari kompetisi, aku sudah terlalu banyak bertanding, haha ...."


Danny memegang pintu selnya itu, memikirkan apa yang sedang di lakukan oleh Patricia saat ini, begitupula dengan Arthur.


__ADS_2