Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 342: Di Dalam Kendali


__ADS_3

Vincent meneriakkan kemampuannya untuk sekali lagi namun dari dalam hatinya, dan seketika itu juga gelombang berwarna biru muncul kembali dan semua hal yang tadinya berhenti bergerak kini bisa kembali bergerak, lokasi itu, dirinya dan tentu saja musuhnya juga.


Hanya dirinya sendiri yang bisa mengetahui kejadian di masa depan yang akan terjadi apabila ia tetap berada di situsi ini dan kini apa yang akan ia lakukan di tengah apa yang akan terjadi akan menentukan bagaimana akhirnya.


Vincent menurunkan tangan kanannya kembali, ia merasa ada sebuah kekuatan yang muncul dalam dirinya ketika ia sudah mengetahui apa yang akan terjadi itu, ia merasa lebih kuat dari segala hal.


Tifee pun kembali sadar, ia tidak tahu apa yang telah terjadi, namun ia yakin dengan pasti ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuannya.


"Manusia, apa yang telah kau lakukan?"


"Tifee, kau tidak akan bisa untuk mengakhiri nyawa temanku, aku adalah lawanmu yang terakhir." Vincent berkata seperti itu dengan raut wajah yang tenang, tidak tampak sama sekali keraguan dalam dirinya; ketenangannya dan kepercayaan dirinya benar-benar membuat semuanya menjadi berbeda.


Meskipun merasa ada yang aneh Tifee pada akhirnya tidak terlalu mempedulikannya juga, malahan kemarahannya tidak kunjung surut juga karena pria berambut sebahu yang berada di hadapannya itu tetap memancing kemarahannya itu.


"Pria berambut sebahu, aku tidak akan menahan diri lagi, sebaiknya kau tidak menyadari apa yang akan terjadi padamu saat ini, karena ini akan berakhir dengan cepat."


Vincent tersenyum, ia sudah tahu benar akan bagaimana pergerakan musuhnya itu, ia sudah mempersiapkan rencana pengelakan yang sempurna, yang tentunya akan membuat iblis itu bingung akan apa yang terjadi saat ini.


Hush!


Dan benar saja Tifee menyerang dengan cepat, pukulan demi pukulan yang tidak terlihat oleh mata telanjang dilancarkannya, namun dengan ajaibnya Vincent sana sekali tidak mengalami kesulitan untuk menghindarinya, malahan ia seperti bersantai dan sikapnya sama seperti musuhnya yang sebelumnya meremehkannya.


"Apa?!" Tifee yang menyerang secara cepat dengan tangannya itu tidak menyangka tidak satupun pukulannya mengenai pria berambut sebahu ini, karena memang seharusnya gerakannya yang cepat itu tidak mampu untuk dilihat mata seorang manusia yang sekarang kondisinya telah lemah itu.


Alasan di mana Vincent dapat menghindari semua serangan si iblis itu karena memang kekuatannya sendiri, Prediction Master yang membuat dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya dan mengetahui akan apapun yang akan dilakukan musuhnya itu.

__ADS_1


Serangan iblis itu tidak berhenti sampai sana, meskipun Tifee melihat Vincent dapat menghindari setiap serangannya itu namun ia tetap mencoba untuk mengerahkan semua yang dibisanya; kombinasi gerakan memukul dan tendangan yang cukup kuat dilakukannya saat ini.


Keadaannya mirip dengan Vincent yang pertama kali menyerang pada Tifee, namun tidak pernah mengenainya, sekarang malah sebaliknya serangan Tifee yang kuat dan cepat itu tidak bisa mengenai musuhnya sama sekali.


Vincent mengelak dengan cukup cepat, dan kemudian mundur sejauh mungkin dari iblis itu, ia pikir saatnya untuk mengakhiri momen membosankan itu karena serangan beruntun yang dilancarkan dia itu sudah diketahuinya lebih dahulu.


Melihat Vincent mundur seketika dari serangan beruntunnya itu, Tifee tidak lagi beringas dengan menyerangnya secara cepat seperti sebelumnya, ia belum paham mengapa musuhnya yang sudah lemah itu bisa-bisanya menghindari semua serangan cepat dan kuat miliknya itu.


Vincent akhirnya berhasil mundur dari serangan Tifee, ia mengambil jarak aman, meskipun sudah tahu apa yang akan terjadi tetap saja ia memerlukan energi untuk melakukan hal yang tepat untuknya lakukan.


Hah! Serangan iblis itu sudah kuketahui sebelumnya, untunglah aku bisa menghindari semuanya meskipun kondisiku sudah seperti ini ....


"Sial! Makhluk lemah sepertimu mengapa bisa-bisanya menghindari semua seranganku?!" Tifee jengkel karena hal itu, padahal ia sudah melihat tadinya musuh manusia yang ada di hadapannya itu sudah terdesak karena terluka, namun tanpa diduganya dia malah bisa menghindari semua serangan yang ia lancarkan itu.


Di tengah situasinya yang tidak begitu baik ia masih bisa tersenyum, pada akhirnya kepercayaan diri Vincent tidak bisa lebih meningkat lagi ataupun menurun kembali, ini adalah batas kepercayaan dirinya yang maksimal!


"Menarik sekali Tifee! Seranganmu tadi membuatku sedikit berkeringat dan itu membuat lukaku kembali sakit! Kau harus bertanggung jawab karena melakukan hal itu!" Mata Vincent yang bersinar biru terang itu kembali menatap iblis perempuan itu dengan tajam, dan kemudian mengacungkan tangannya sendiri dan mengepalkan tangan kanannya tanda kesal pada iblis itu.


Tifee sendiri heran karena perubahan sikap yang terjadi pada pria berambut sebahu yang saat ini di hadapannya itu, pada saat awal-awal kepercayaan dirinya tidak begitu terlihat namun di saat kondisinya makin tidak terlihat menguntungkan malah kepercayaan dirinya semakin menjadi-jadi.


"Sudah kuduga, pria berambut wanita, akal sehatmu sepertinya telah hilang."


Vincent yang mendengar ejekan dari iblis itu membuat emosinya meningkat, namun ia tetap berusaha untuk menahannya untuk alasan yang baik, sebaiknya ia tetap berada dalam alur yang seharusnya agar setiap kejadian masa depan yang telah diketahuinya tidak membuatnya kembali berada dalam keadaan bahaya.


Hih! Iblis itu ternyata bisa mengejek yang membuat hatiku sakit saja! Siapa lagi yang berpendapat bahwa rambutku ini mirip wanita?! Memangnya ada yang salah dengan pria yang memiliki rambut panjang?!

__ADS_1


[....]


Vincent tahu setelah ini akan ada beberapa kejadian masa depan yang akan terjadi, dengan begitu detail ia ingat kapan dan di mana sesuatu akan terjadi di masa depan.


Sebentar lagi iblis itu akan tiba-tiba muncul di belakangku, dan lagi-lagi jika aku tidak menghindari serangannya, itu bisa membuat tubuhku berlubang.


Vincent sadar tenyata iblis bernama Tifee ini hanya mengandalkan kemampuan (Trap)Destiny miliknya saja dan sihir api yang tidak begitu kuat sempat beradu dengan kekuatan sihir apinya beberapa saat lalu.


Saat ini meskipun Vincent sudah tahu akan apa yang akan terjadi tetap saja ia masih penasaran apakah hanya itu saja yang bisa dilakukan oleh iblis ini?


Tentu saja Vincent tidak bisa langsung berpendapat pertarungannya ini akan berlangsung dengan sebaik yang diperkirakannya, namun setidaknya ia bisa bertahan hidup lebih lama dengan kemampuan yang tiba-tiba dimilikinya dan diketahuinya saat ini, terlebih lagi jika keberuntungan di pihaknya, ia masih yakin bahwa bisa keluar dari tempat ini dengan cara mengalahkan iblis ini.


Hempasan udara panas mulai terasa saat ini, entah apa yang akan terjadi, karena area tepi pantai yang air-nya sudah berubah menjadi lava karena hal itu membuat suhu semakin panas dan makin panas lagi.


Apa yang dikatakan oleh Vincent sebelumnya memang benar, karena udara panas dan hempasan udara akibat serangan Tifee membuat lukanya tidak berada dalam kondisi yang baik, yang berakibat pada ia harus merasakan rasa sakit yang terus menerus.


Vincent langsung bersiap berkelit ke belakang karena tahu si iblis itu tidak lama lagi akan menyerangnya dari belakang.


Tifee masih memperhatikan sejenak musuhnya itu, dan dalam kedipan mata ia menghilang sekejap itu juga.


"Manusia! Kau harus tunduk pada kami, tidak seharusnya kau berkuasa!" Benar saja di saat Vincent berkelit ke belakang dengan cara melompat Tifee muncul tiba-tiba dari belakang sama seperti yang sebelumnya.


Hush!


"A-apa?!"

__ADS_1


__ADS_2