Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 45: Kembalinya Kesadaran


__ADS_3

Bukan kebetulan mereka bertiga berada di kamar ruangan yang sama, karena di fasilitas kesehatan di kota Willhem itu hanya tinggal ruangan itulah yang tersisa bagi mereka.


Akhirnya setelah mereka bertiga sadar, mereka mulai berbicara satu dengan yang lain di masing-masing ranjang kasurnya.


"Hei, Brock bagaimana kondisimu?" tanya Hendrik


"..."


Brock terdiam sebentar kemudian tertawa kecil.


"..Hehe..Uhuk..."


"Kau bisa nilai sendiri keadaanku.. bagaimana..." jawab Brock


"Kau sendiri...?" tanyanya balik


"Haha.. Kukira kondisi kita sama.."


Danny melihat dua sahabat itu masih bisa mengobrol sembari tertawa kecil, rasanya ia juga ingin nimbrung dalam obrolan mereka.


"Sepertinya obrolan kalian seru... Haha"


Brock Kemudian mengatakan sesuatu pada Danny


"Hei.. Anak muda, aku belum tahu siapa namamu..."


"Namaku Danny.."


"Danny..."


"Tak kusangka kau dapat menghentikanku..."


"..."


Danny hanya terdiam, kemudian kembali berbicara


"Tidak, aku disana tidak berbuat apa-apa.. Aku hanya menjalankan tugasku saja..."


"Tugasmu?" tanya Brock penasaran


"Memastikan keselamatan Hendrik.."


"Setelah kudengar Hendrik akan menghentikanmu, aku langsung tersadar.."


"?"


"Brock, Hendrik sudah menganggap kau sebagai sahabatnya sendiri..."


"Tidakkah kau mengerti?"


"Ia hanya peduli padamu, bukan pada kekuatanmu..."


Brock terdiam, kemudian kembali berbicara


"Aku tahu..."


"Aku tahu semenjak kau memukulku dengan keras tepat diwajahku..."


"Setiap pukulan yang kuterima membawa ingatan kilas balik betapa baiknya Hendrik padaku..."


"Pada akhirnya aku tidak melakukan apapun untuk membalasnya..."


"Aku memang pria besar dan bodoh yang hanya peduli pada kekuatan..."


Nada bicara Brock mulai nampak seperti tengah menyesali akan perbuatannya.


"Aku sudah membuat takut seluruh warga kota Willhem, itu karena perbuatanku..."

__ADS_1


Hendrik tidak menyangka sifat Brock bisa berubah seratus delapan puluh derajat. Ia sepertinya tidak melihat Brock yang biasanya.


"Brock... Danny benar, kini kau telah menyadarinya..."


"Kekuatan besar menuntut tanggung jawab yang besar pula..." ucap Hendrik


"Aku minta maaf padamu Hendrik, kau harus bersusah payah karena segala perbuatanku..."


"Ya, terlebih lagi kau harus bisa membuktikan bahwa kau telah berubah pada seluruh warga kota.."


"Aku yakin kau pasti bisa meyakinkan mereka." lanjut Hendrik


"Tapi Brock, kekuatanmu benar-benar luar biasa lho! benarkan Hendrik?" puji Danny


"Yah, itu sih jangan ditanya, haha.." sahut Hendrik


"Hah? Begitukah?"


"Kekuatan kalian juga luar biasa..."


"Ah, tak kusangka Brock memuji kita, haha." ucap Hendrik


"Hahaha.."


Akhirnya mereka bertiga kembali menunggu berhari-hari sampai perawatan mereka selesai.


Ketika mereka keluar dalam keadaan sehat, Brock sudah memiliki rencana agar dapat merubah dirinya agar lebih baik.


Ia pergi ke kantor pusat kota, meminta maaf akan segala kesalahannya, kemudian membuat pernyataan umum akan kesalahannya pada masyarakat kota.


Mulanya para warga terlihat masih ketakutan pada Brock, namun pernyataan tersebut dikuatkan lagi oleh sahabatnya sendiri, Hendrik.


Mulai dengan memperbaiki dan membersihkan area pasar dan tempat umum yang rusak, sampai pada arena pertarungan yang benar-benar kacau karena ulah mereka.


Brock menjalani masa hukuman kedislipinannya itu, dibantu dengan Hendrik serta Danny.


"Yah itu sih ulah Hendrik.." Brock melontarkan candaan pada sahabatnya itu


"HAH?!"


"Kau mau menyangkal itu bukan ulahmu?!" ucap Hendrik dengan nada tinggi


Mereka bertiga akhirnya tertawa bersama.


"Pasti butuh waktu untuk membersihkan kekacauan ini kan?"


"Tenang saja, kita tidak sendiri kok, malahan dibantu sama Penjaga Kota dan para warga kok... Pemimpin kota kita baik sekali..." ucap Hendrik bernafas lega


"Ayo kita bereskan semua kekacauan ini..." ujar Brock


***


Akhirnya setelah berhari-hari lamanya mereka membereskan kekacauan yang ada dikota itu, Brock mulai membangun hubungan yang baik dengan para warga, waktupun berlalu hari demi hari, akhirnya warga dapat menerima perubahan yang terjadi pada diri Brock.


Danny tinggal sementara di kota Willhem, membantu segala urusan di kota tersebut.


***


"Apa kau akan berhenti menjadi petarung?" tanya Danny


"Tidak, aku tidak akan berhenti, tetapi aku juga tidak mau terobsesi karena kekuatan..." jawab Brock


"Maka dari itu, aku butuh seseorang agar menjadi mentorku.." lanjutnya


"Kukira aku sudah tahu siapa yang kau butuhkan..." terka Danny


Hendrik yang tengah kembali setelah membeli buah-buahan itu merasa aneh karena dipandang oleh Brock dan Danny.

__ADS_1


"He..hei apa yang kulewatkan?" tanyanya penasaran


***


Akhirnya masalah di kota Willhem tersebut dapat berakhir dengan baik, dengan berubahnya Brock menjadi pribadi yang lebih baik membuat seisi kota mulai kembali stabil. Bahkan pertarungan tahunan kota itu mulai diadakan kembali setelah arena pertarungan di perbaiki.


Danny tidak bisa tinggal lama di kota itu, ia kemudian berpisah dengan kedua sahabat barunya itu.


"Selanjutnya kau mau kemana?" tanya Hendrik


"Aku akan kembali pada petualanganku mencari batu sihir.."


"Batu sihir?"


"Ya, aku baru dapat satu, batu permata kekuatan fisik" jelas Danny sembari mengorek-ngorek bajunya.


Ia baru ingat sekarang! kemanakah batu itu pergi?


"Ya ampun..." Danny merogoh-rogoh baju dan celananya pun tidak ia temukan juga batu merah tersebut


"Sudah-sudah, nanti juga pasti ditemukan kok" ujar Brock menenangkan Danny


"Haah, iya mungkin kau benar, aku mungkin lupa menaruhnya dimana..."


"Apa kau tidak memiliki rekan bertualang?" tanya Hendrik


Danny mengingat kembali bagaimana dengan cepat kedua orang yang berharga bagi dirinya berpisah dengan cara yang tidak mengenakkan.


"Aku punya, namun kini aku berpisah dengan mereka seakan-akan memang sudah takdir ahaha..." kata Danny sembari menggaruk-garuk kepalanya


"Apa kami boleh ikut denganmu?" tanya Hendrik


"Hah?"


"Eeeh, bukannya tidak mau, cuman ini perjalanan yang berbahaya.. aku tidak ingin kalian berada dalam bahaya karena aku."


"Lagipula kota ini membutuhkan kalian..."


Brock dan Hendrik sedikit ragu, namun akhirnya setelah menjelaskan dengan baik akhirnya mereka percaya dengan Danny.


"Terima kasih ya selama aku disini, kalian benar-benar baik, semua warga kota ini juga..."


"Jangan begitu, kami juga tertolong karena kehadiranmu Danny.." ucap Brock


"Entah apa yang terjadi kalau kau tak datang kesini Hendrik.." ujar Hendrik


"Ahaha.. jangan begitu, sekarang yang paling penting jaga diri kalian dan pastikan kota ini selalu aman dan tentram.."


"Oh iya kamu juga dapat salam dari pemimpin kota ini, kamu dapat bekal beberapa keping uang dan pakaian.." kata Hendrik sambil mengeluarkan sekantong uang dan bungkusan pakaian


"Waah... terima kasih banyak..." ucap Danny, ia terlihat bahagia saat menerima hadiah tersebut.


"Jangan sungkan, kau pantas mendapatkannnya" ucap Brock.


"Nah apa kau akan pergi sekarang?" tanya Hendrik


"..."


"Yah kau benar, aku pasti tidak akan melupakan semua kenangan indah selama disini..."


"Yah, jadi beginilah akhirnya..." ucap Danny sembari mengantongi uang dan mengangkat tongkat yang berisi baju hadiah tersebut


"Kau.. jaga kesehatan ya..." ucap Hendrik


"Anak muda, jaga dirimu.." tambah Brock


Tak lama kemudian Danny meninggalkan kota perbatasan itu, ia merasa bahwa dirinya belum tahu banyak hal, ia hanyalah petualang yang baru saja keluar dari sarangnya dan inilah waktunya untuk kembali berpetualang!

__ADS_1


__ADS_2