
Danny mengungkapkan keinginannya untuk keluar dari sini, namun sebenarnya baru terpikir olehnya bahwa ia memang ingin mengajak Vincent dan Brock juga untuk keluar bersamanya.
Danny kira memang ia ingin selalu bersama dengan Vincent dengan Brock, entah kenapa ia tidak ingin berpisah dengan mereka setelah semua yang mereka alami.
Vincent dan Brock termenung mendengar permintaan Danny itu, keduanya nampak tidak tahu harus menjawab apa pada Danny.
Keheningan ini berlangsung beberapa saat, situasi sepertinya mulai menjadi abu-abu saat ini, dalam kata lain menjadi sedikit suram.
Vincent kemudian berkata pada Danny, "Danny benarkah?"
Vincent menggapai pundak Danny dengan kedua tangannya, Danny merasa sedikit kaget ketika ia melakukan hal itu.
Kemudian Vincent mulai menggoncang-goncangkan tubuh Danny secara perlahan menunggu Danny untuk lebih memastikan apa yang ia katakan tadi.
Apakah Danny berbicara kurang jelas sehingga mereka tidak mendengarkannya?
"Aku ingin keluar dari sini bersama kali-"
"Tentu saja!" Vincent langsung dengan semangat menanggapi ajakan Danny tersebut, nampaknya memang ia benar-benar ingin keluar dari sini bersama dengan Danny.
"Benarkah?!" Danny seketika itu senang dengan keputusan Vincent tersebut, ia kemudian dengan cepat menoleh ke arah Brock yang tengah bersandar di dinding itu.
__ADS_1
"Brock, bagaimana denganmu?" ujar Danny dengan nada bicara yang antusias.
"Danny, apakah kamu pikir kami tidak memiliki tujuan tersendiri?" balas Brock dengan nada rendah.
Ia mulai membuka matanya perlahan dan menatap Danny dengan tajam, "Tidakkah kamu pikir kami akan memilih jalan hidup kami masing-masing?"
Danny seketika itu kaget dengan pernyataan Brock itu, tidak heran, memang seperti itulah kondisinya, di mana seseorang tidak mau terikat pada apapun dan ingin hidup bebas.
Danny pikir memang seharusnya Vincent dan Brock mendapatkan kebebasan mereka, tidak seharusnya ia mengajak mereka untuk mengikuti kemauannya sendiri.
"Ah, aku mengerti ...." Danny hanya bisa menghormati keputusan yang diambil Brock itu.
Namun Danny belum bercerita banyak soal misi yang diembannya itu, kini ia mengalami dilema, apakah ia harus menceritakannya atau tidak?
Atau biarlah tetap menjadi rahasia?
Apa yang harus dila-
"Brock, Vincent aku akan menceritakan hal yang sebenarnya kulakukan selama ini."
Danny mengambil nafas karena ia hendak dengan panjang lebar akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dunia ini.
__ADS_1
"Apakah kalian tahu para iblis mulai menyerang negara ap- eh maksudku adalah para iblis sudah memulai memulai rencananya untuk menguasai dunia ini?"
Pertanyaan Danny yang gelap, dalam, dan kelam itu membuat situasi siang benderang ini seakan berubah menjadi malam bulan purnama yang diselingi dengan auman serigala yang benar-benar mencekam.
"Aaauuuu!" Vincent menirukan lolongan serigala sambil mendekatkan tangannya pada mulutnya, memang menimbulkan efek lolongan sih.
BUG!
"Vincent kau jangan membuat situasi makin mencekam!"
"Ah- maaf Brock ...."
"Tapi tunggu Danny, dongeng apa yang sebenarnya kamu ceritakan pada kami?" Vincent ternyata menganggap penjelasan awal dari penjelasan Danny adalah sebuah dongeng, ironi sekali.
"Bu-bukan Vincent, itu bukan dongeng, kisah fantasi eh- maksudnya bukan cerita bohongan ...." Danny mencoba menjelaskan pada Vincent, semoga saja dia percaya.
"Oh begitu ya," ujar Vincent sembari mengangguk-nganggukkan kepalanya.
Cepat sekali percayanya!
"Baiklah setelah kalian tahu bahwa ini kenyataan, kini kalian harus tahu bagaimana ini bisa terjadi, siapkan diri kalian untuk mendengar cerita yang belum pernah diceritakan sebelumnya!" Danny berseru dengan semangat sambil mengarahkan telapak tangannya pada mereka berdua.
__ADS_1
"Ohoho ... Oooo."
Mereka berdua tepuk tangan saat melihat Danny bersemangat seperti itu dalam menceritakan ceritanya itu.