Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 399: Hai Lama Tak Berjumpa!


__ADS_3

"Itu berarti penyihir yang menghancurkan desamu itu ...." Patricia terpikir sesuatu setelah mendengar cerita masa lalu Danny.


Danny mengangguk, ia mengerti apa yang dimaksud oleh teman perempuannya itu meksipun dia belum menyelesaikan kalimatnya itu.


"Ya kau benar Patricia, aku yakin penyihir yang menghancurkan desaku adalah bagian dari ras iblis." Danny baru mengatakan pendapatnya itu, ia memang pada mulanya hanya berpikir sosok misterius yang mengakhiri kehidupan lamanya itu adalah benar-benar penyihir biasa dengan kekuatan luar biasa, namun setelah melalui sekian banyak hal pandangannya itu berubah perlahan demi perlahan.


Mengingat akan adanya penyerangan iblis dengan kekuatan yang diluar nalar sedang terjadi di berbagai tempat maka Danny akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada orang atau bahkan makhluk lain yang memiliki niat jahat selain memang ras iblis ini.


"Apakah kau baik-baik saja Danny?" Brock malah mengkhawatirkan bagaimana kondisi mental Danny sekarang ini.


Mengingat kejadian buruk yang menimpanya harus kembali di lihatnya seperti ini dan lagi tidak ada cara untuk menghindari rentetan kilas balik yang teringat dari peristiwa lama itu.


"Jangan khawatir Brock, aku baik-baik saja." Danny sedikit tersenyum namun masih terlihat raut wajahnya yang lemas yang tidak bisa disembunyikannya.


"Apa yang? Aku belum juga beberapa menit tidur mengapa kalian mengobrol di sini? Ya ampun lubang besar apa itu?!" Vincent bangun dari tidurnya yang tidak begitu nyaman ternyata dalam kondisi seperti ini ia tidak bisa tidur dengan semestinya.


Danny akhirnya menjelaskan singkat juga cerita masa lalunya pada Vincent, kini semua temannya tahu bagaimana peristiwa akan terciptanya lubang besar yang ada di hadapan mereka ini.


"Ras iblis, mereka benar-benar tidak main-main." Vincent mengerutkan dahinya, alisnya pun ke bawah tanda ia tidak senang dengan perbuatan yang dilakukan oleh makhluk jahat itu.


Danny melihat simpati Vincent dalam kemarahannya itu, namun sepertinya marah atau sedih berlebihan tidak akan membantunya dalam perjalanan kali ini.


"Tujuan kita masih di depan, jangan sampai melonggarkan pertahanan kita, kita akan melakukan apa yang terbaik untuk menghentikan mereka." Danny bersemangat kembali, nada bicaranya terdengar dalam, kini ia tahu ia telah melangkah lebih dekat lagi dengan tujuannya, mengeleminasi para iblis yang jahat.


***


Karena Danny menggunakan kekuatan batu permata mulia, rombongan mereka sampai hanya dalam waktu beberapa detik saja, benar-benar sebuah kekuatan yang sangat menghemat waktu.


"Wah, lihat ini! Kita ada di Kerajaan Timur!" Vincent tidak bisa lagi menahan dirinya untuk melihat tempat yang sehebat ini, sejujurnya ia yang hidup terkekang selama lima tahun terakhir tidak pernah berpikir ia bisa melihat tempat di mana ada banyak orang dan bangunan tinggi di mana-mana seperti ini.


Danny yang baru melihat kembali kota inti kerajaan timur setelah sekian lama ini merasa bernostalgia, tempat ini tidak begitu banyak berubah namun perasaan temannya Vincent bisa dirasakannya juga ketika berada di tempat ini.


Danny, Brock, Vincent dan Patricia baru saja sampai setelah melewati gerbang utama kota kerajaan timur ini, kini mereka berempat sedang melihat-lihat bagaimana ramai dengan orang banyak tidak lupa dengan bangunan tinggi di mana-mana.


DUAR!

__ADS_1


Ketika Danny masih menikmati suasana sekitar kota besar itu, suara dentuman yang memekakan telinga tiba-tiba terdengar olehnya, dan tentu saja ia langsung bertanya-tanya akan suara apa tadi yang telah didengarnya itu?


"Apa itu?"


"Entahlah Danny, tapi yang pasti tidak jauh dari sini ada sebuah ledakan yang cukup besar," jawab Brock cepat, dan tidak lama setelah itu tidak jauh dari tempat mereka ada kepulan asap tebal yang membumbung ke langit dan juga bersamaan dengan api juga.


Danny tidak menyangka akan melihat kejadian seperti ini, maka dari itu ia dan ketiga temannya segera bergegas untuk mendekati area di mana ledakan besar itu terjadi.


"Kyaaa!"


"Monster!"


"Selamatkan diri kalian!!"


Kerumunan orang-orang yang berlarian untuk menyelamatkan diri begitu banyak, di antara mereka ada yang menangis dan berteriak karena ketakutan, sebuah kejadian yang terlalu mendadak dan membuat semuanya menjadi menakutkan.


***


"Huahahaha!" Terdengar suara pria bernada berat sedang berdiri di samping reruntuhan bangunan yang hancur dan terbakar, seluruh tubuhnya berbulu, kuku-kuku tajam yang kokoh ada pada kedua tangannya dan lagi sorot matanya yang tajam layaknya binatang buas yang siap untuk menerkam lawannya.


"Danny! Aku tahu kau ada di sini! Tunjukkanlah dirimu!"


"Hiii ...." Tidak jauh dari sana ada gadis kecil yang terpisah dari ibunya, karena begitu banyaknya orang-orang berlarian ke-sana ke-mari dengan panik, maka oleh karena sebab itulah ia terpisah dengan orang tuanya.


"Hah gadis kecil? Apa yang kau lakukan di sini? Mau bermain sebentar denganku?" Pria kekar besar berbulu itu mendekati gadis kecil yang tersungkur menatapnya ketakutan dan tidak mampu berbuat apa-apa itu.


"Aah ... I ... Ibu ...." Gadis kecil itu semakin ketakutan karena melihat seorang pria besar berbulu menatapnya dengan bengis dan mengerikan seperti itu, di tengah kerumunan orang yang panik tidak terlihat adanya satu orang pun yang melihat keadaannya seperti ini.


"Mungkin aku bisa menggunakanmu untuk mencari seseorang ya? Hehehehe ...." Pria besar mengerikan itu terpikir sesuatu rencana, ia mengacungkan tangannya ke atas dan tidak lama kemudian sebuah pedang besar dari langit.


Tap.


"Ukh ...." Melihat orang jahat ini memiliki senjata yang besar dan mengerikan membuat gadis itu sudah tidak sanggup lagi melihat orang yang ada di hadapannya itu, ia jatuh tersungkur dan menutup wajahnya tidak kuat lagi menahan ketakutannya.


"Baiklah gadis kecil bagaimana kalau seka— Argh!"

__ADS_1


Huuush!


BRAK!


Tepat bersamaan dengan pria besar kekar berbulu itu hendak memegang gadis kecil itu Danny dengan sigap menggunakan kekuatan batu permata mulia fisik dan meninjunya tepat di bagian perutnya.


Alhasil pria besar kekar berbulu itu terhempas ke belakang bahkan sampai membuat ia harus menggunakan pedang besarnya itu untuk menghentikan laju hempasan yang terjadi pada tubuhnya itu.


Kriiiitt!


Suara pedang yang membuat telinga sakit terdengar karena ia berusaha untuk tidak terhempas lebih jauh lagi, menyebabkan lantai beton berwarna putih ini hancur membentuk pola memanjang.


Patricia yang baru sampai di sana segera membantu gadis kecil itu berdiri dan menjauh dari area berbahaya itu.


"Hei adik kecil, apakah orang tuamu ada di sekitar sini?" Gadis kecil itu masih menutup matanya sambil merasa takut, ia tidak mengira ternyata ia sudah tidak lagi melihat orang besar mengerikan tadi.


"Ah ...." Namun ketakutan gadis kecil itu belum sirna sepenuhnya, ia masih belum bisa menjelaskan apapun dan hanya memeluk Patricia dan menyembunyikan kepalanya.


"Apa yang terjadi?! Mengapa ada sesuatu seperti ini?!"


"Tenanglah Vincent, kita belum benar-benar mengetahui apa yang terjadi di sini, namun yang pasti sesuatu yang buruk sedang terjadi."


"Danny, dia menyuruh kita untuk tetap bersiaga apa kita hanya diam saja di sini?" Vincent yang melihat kekacauan di mana bangunan besar yang roboh dan api di mana-mana membuat dirinya tidak nyaman karena tidak bisa berbuat apa-apa.


"Jangan bertingkah gegabah Vincent, orang besar misterius tadi sedikit lebih besar dariku, dan juga berbulu ... dia sudah pasti memiliki kekuatan yang besar sampai bisa menimbulkan kerusakan dan kekacauan seorang diri seperti ini, kita hanya bisa mempercayai Danny untuk berurusan dengan orang besar itu."


Brock melihat dan merasa adanya aura yang tidak biasa dari pria besar berbulu yang baru saja dihempaskan oleh Danny tadi, yang pasti ia merasa kekuatan yang terpancar dari seseorang sepertinya terlalu aneh dan besar, bahkan jika disandingkan, perasaan kekuatan seorang pria besar berbulu ini tidak jauh berbeda dengan keanehan aura kekuatan yang dikeluarkan oleh Danny.


***


"Ukh." Pria besar berbulu itu berhasil menahan badannya sendiri agar tidak terhempas jauh karena serangan seorang asing yang tiba-tiba muncul itu, kini ia kemudian melihat seorang pemuda yang tidak lain tidak bukan adalah si penyerang tadi.


"Kau ... akhirnya muncul juga." Raut bibir pria besar berbulu itu menandakan sedang tersenyum, kini akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang sedang dicarinya tadi.


"K-kau?!" Danny sendiri nampak terkejut ketika melihat seorang pria besar berbulu yang menatapnya dengan ganas itu.

__ADS_1


Bukannya ia merasa asing dengan seorang pria besar berbulu itu, hanya saja ia bisa mengenalinya dengan jelas hanya dengan melihat sekilas wajah pria iru, perbedaan penampilan yang tidak terlalu jauh membuatnya dapat mengenalinya dengan cepat juga.


"Sudah lama bukan ... Danny?"


__ADS_2