
Danny kini mulai masuk ke inti permasalahannya, kini Brock mulai memahami. "Jadi maksudmu kini iblis mulai mengingkari janjinya?"
Mendengar pernyataan Brock itu membuat Danny harus menganggukkan kepalanya tanda memang hal tersebut terjadi di dunia ini.
Ekspresi Brock dan Vincent tiba-tiba menegang seketika, mereka nampaknya mereka tidak pernah mendengar cerita ini sebelumnya, kali ini lah mereka mengetahui peristiwa yang sebenarnya.
"Banyak sekali kemampuan atau informasi tentang para iblis itu, namun sayangnya kita kekurangan semua itu." Danny mengatakan yang sejujurnya, kenyataan yang membuat tegang dan menimbulkan ketakutan.
"Dan para iblis memang telah memulai rencana mereka, mereka mulai menyerang kerajaan timur, sebenarnya hanya sejauh ini yang kuketahui, dan menurut informasi daerah gurun di kerajaan barat pun sudah dikuasai mereka, ini merupakan langkah yang tidak terduga dari mereka."
Brock dan Vincent hanya bisa tertegun mendengar kenyataan tersebut, membuat mereka ingin terus lebih mengetahui kebenaran- mereka haus akan kebenaran yang sesungguhnya.
"Aku pernah bertemu salah satu dari mereka, dan pernah berhadapan juga .... "
__ADS_1
"Danny, kutebak pasti kekuatan dari para iblis itu tidak terduga kan?" Lagi-lagi Vincent mencoba untuk menebak kejadian yang sedang diceritakan Danny.
"Ya ampun Vincent, mengapa kamu bisa tahu?"
Vincent ternyata bangga akan prediksi yang tepatnya itu, untuk kali ini juga Brock nampaknya terkagum padanya, padahal hal tersebut tidak perlu dilakukan olehnya (tidak usah kagum pada Vincent!).
"Maka dari itu, aku memulai meninggalkan desaku yang telah dihancurkan oleh penyihir- mulai bertualang dengan orang-orang, namun tidak lama aku kehilangan teman kelompokku sendiri, saat ini pun aku tidak tahu mereka ada di mana."
Vincent cukup merasa simpati pada Danny, ia rasa terpisah dari orang yang kita percayai memang hal yang cukup menyakitkan. "Kalau begitu, itukah alasannya kamu mengajak kami bersamamu?" Terka Vincent.
"Pasti wanita, dia cantik kan?"
Danny sangat terkejut, ia tidak menyangka kekuatan prediksi Vincent akan sangat Over Power di mana memang hal tersebut sangat akurat.
__ADS_1
Memang benar Patricia adalah seorang wanita- dan dia juga adalah seorang wanita yang cantik, setidaknya menurut pendapat Danny.
"Mengapa kau bisa tah-"
"Shut- shut- shut ...." Vincent dengan segera meletakkan jari telunjuknya pada bibirnya seakan ingin memberitahu Danny bahwa ia tidak usah melanjutkan perkataannya itu, dan Danny langsung menghentikan perkataannya juga sih.
"Aku tahu, mungkin ini adalah anugerah- baiklah mungkin saatnya aku keluar dari sini dan segera menemui gadis yang kau maksud itu," ujar Vincent dengan mata yang berbinar-binar.
Namun Brock sedikit kurang setuju dengan apa yang akan direncanakan oleh Vincent itu. "Tunggu, apa kau mau jadi orang ketiga Vincent?!"
Itulah alasannya, ternyata memang Brock menganggap ada sebuah hubungan antara Danny dan Patricia padahal hubungan mereka adalah teman petualang (untuk saat ini).
Danny tidak menyangka Brock sampai harus menyinggung masalah yang sama sekali tidak seharusnya di singgung itu.
__ADS_1
"Hah?! Bi-bicara apa kamu ini Brock?!" Danny ikut-ikutan terkaget mengapa Brock malah mengatakan hal yang sensitif seperti itu?
Vincent menyeringai tersenyum, entah mengapa suasana latar di sini berubah menjadi hitam dan terkesan kelam. "Jadi gadis itu ... kekasihmu ya?"