Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 71: Rumah?!


__ADS_3

Ada apa ini?!


Danny merasa disekitarnya terdapat energi negatif, begitu memuakkan!


"MEREKA ADA DI SINI!"


Arthur dan Patricia kaget mendengar teriakan Danny, tiba-tiba berbagai kelebat bayangan hitam muncul tiba-tiba.


Arthur mengeluarkan pedangnya, begitu pula dengan Danny.


Mereka berdua berjaga, menjaga agar Pria itu dan Patricia agar aman.


Namun yang mereka lihat hanyalah sekelabat bayangan yang begitu cepat seperti tengah mengepung mereka, "Uukkh ..." Patricia memegang kepalanya sendiri.


"He- hei ada apa Patricia?" Seluruh badannya nampak lemas tiba-tiba.


"Athur!" Sang Ksatria juga ternyata mengalami hal yang sama, ia nampak memegang kepalanya sendiri, mereka berdua nampaknya kesakitan.


"Oh, tidak ini pasti karena kekuatan kelompok mereka!" ujar pria itu, ia melihat para warga juga sama persis mengalami hal ini sebelum mereka diculik.


"A- apa?!"


"Kalau begitu-" Danny juga merasakan kepalanya ada yang aneh, seperti pusing namun terasa begitu berat memaksa matanya untuk tertutup.


Mereka bertiga akhirnya roboh, lalu munculah seseorang berbentuk seperti bayangan, lalu menjadi wujud manusia memakai pakaian seperti kostum robot hitam.


Dua orang berpakaian modern itu menggotong mereka bertiga kemudian menghilang layaknya bayangan cepat tanpa jejak sedikitpun.


***


Mereka nampak menuju sebuah bangunan, dengan dinding dan pagar tinggi, bangunan itu luas, mirip sebuah gedung yang cukup terawat namun aura suram sangat terasa di sana, lokasinya di dekat di sebuah danau tepat setelah area bebatuan tadi di yang lewati.


Mereka memasuki tempat itu, melihat segala kemungkinannya, memang mustahil kabur lewat dinding gerbang beton yang tingginya hampir seperti pohon kelapa, kemustahilan itu bertambah ketika adanya kawat-kawat tajam pula di atas sanna, bahkan terdapat bercak darah.


Sepertinya itu adalah darah tawanan yang mencoba untuk kabur, entah bagaimana ia memanjat namum yang pasti kawat-kawat tajam itulah yang menghentikannnya.


Dalam keadaan tidak sadarkan diri, mereka dibawa ke sebuah sel, di sana terdapat banyak sel, tidak sedikit yang berada di sana, namun kebanyakan mereka yang bertubuh besar, bertato, serta berotot yang berada di sel tersebut.


Kedua orang itu membawa mereka ke sebuah ruangan, melucuti segala perlengkapan mereka, uang, makanan, kecuali baju dan celana mereka.


Lalu segelah itu, mereka dibawa secara terpisah, Danny, Arthur, dan Patricia, mereka dibawa ke sel yang berbeda.

__ADS_1


Tempat beruangan luas itu, mirip dengan sel penjara, bahkan ada beberapa diantaranya yang sangat tertutup.


Sel pria dan wanitapun di pisah secara keseluruhan, mereka di kelompokkan secara berkelompok menurut jenis kelamin masing-masing.


Jumlah orang di setiap sel bervariasi, tiga sampai lima orang ada di sana.


Letak sel antara mereka juga tidak terlalu dekat, ini untuk membatasi mereka berkomunikasi satu sama lain.


***


"Akhirnya kita bisa mengumpulkan warga sipil yang tersisa." Terlihat seseorang berpakaian robot itu sedang berbicara dengan ke-empat anggota yang sama-sama berkostum sama juga.


"Kita bisa mengeruk keuntungan dengan membiarkan mereka bekerja, kita berhasil membawa orang biasa, seorang pegulat, ibu-ibu, serta anak-anak," ujar salah satu dari mereka.


"Apakah tindakan kita ini akan ketahuan oleh kerajaan?"


"Selama ini kita bertindak dengan rapi, hingga sampai saat ini pihak kerajaan tidak pernah bermasalah dengan kita."


"Yang pasti kita akan mengeruk keuntungan lebih dengan adanya para petarung dan pegulat itu, dan mengeruk keuntungan pula dengan keterampilan para perempuan yang telah kita sandera.


"Lalu bagaimana dengan anak-anak tak bersalah itu?"


Karena kostum mereka sama, hitam dan berpenampilan mirip robot- entah teknologi atau kemampuan apa yang mereka pakai, sangat sulit untuk melihat perbedaan antara ke-lima orang ini.


Kecuali sang pemimpinya, ia memiliki mata merah, sedangkan para anggota lain memiliki mata hijau, tentu saja ini merupakan bagian dari pakaian robot yang mereka gunakan.


Sang pemimpin menjawab, "Kita tidak bisa berbuat apa-apa, semua daerah yang kita jarah memang tidak meninggalkan sisa, lagipula anak-anak yang kita culik sebagian besar diadopsi oleh para bangsawan kerajaan, atau mereka akan dibesarkan agar bisa menjalankan dan meneruskan bisnis kita."


"Semua ini karena uang! Pihak kerajaan tidak mungkin peduli terhadap orang lemah, buktinya kita masih ada karena kesalahan mereka! Mereka sendiri yang membiarkan kita tetap ada," ujar Pemimpin mereka.


Nampaknya dibalik bisnis gelap ini, ternyata mereka menaruh kebencian juga pada pihak kerajaan, entah mengapa alasannya.


"Kerajaan itu, menelantarkan setiap desa yang kita temui, lihat saja bahkan mereka berada diluar pengawasan mereka! Hanya kota besar dan wilayah yang menguntungkan saja yang mereka pedulikan!" Ia menggebrak meja yang berada di sana.


"Kepedulian pada daerah terlantar .... Omong kosong! Kita ada untuk membuat mereka sadar, jika kita bersatu pasti kita bisa menunjukkan kebolehan kita!"


"Desa miskin, terlantar, tidak dipedulikan, rakyatnya yang kelaparan, tidak akan terjadi lagi!"


Pemimpin itu membakar semangat, seolah-olah itu adalah tindakan yang paling baik untuk dilakukan, "Tapi ketua, cara yang kita lakukan sedikit berada diluar kemanusiaan yang beradab ...." ujar salah satu dari mereka.


Pemimpin itu menghela nafas, "Memang meskipun mereka berada di sini, mungkin yang mereka rasakan adalah penderitaan, biarlah mereka berpikir begitu ...."

__ADS_1


"Di dunia ini keahlianlah yang dibutuhkan, kita menculik masing-masing orang dari kemampuan dan bakat yang berbeda agar bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal!"


"Kita tidak pernah membiarkan mereka kelaparan, perempuan dan anak-anaknya tetap kita biarkan terawat, bahkan orang tuapun kita penuhi kebutuhannya, apa lagi yang dapat kita lakukan untuk mereka?!"


"Selain mereka harus membayar sesuatu untuk itu ...."


"Itulah alasanmu ketua mengumpulkan mereka di sini, agar bisa menghasilkan uang lewat kemampuan mereka masing-masing?"


"Ya, orang biasa pegulat dan ksatria akan menghasilkan uang dengan bertarung, perempuan bisa menghasilkan kerajinan menjahit, anak-anak akan terus berada dalam pengawasan mereka kecuali mereka akan diadopsi- ibunya harus merelakan mereka untuk itu ...."


"Kejam? Ya kalian bisa berkata begitu, tapi coba lihat dari sisi lain, mungkin kau bisa menemukan sesuatu dari yang kita lakukan ini ...."


"Pembicaraan selesai, kerjakan tugas kalian Dark Shadow!"


"Sir Yes Sir!"


***


"Kalian para perempuan, buatlah sebuah karya, misal sebuah baju atau apapun yang kalian bisa!"


***


"Ksatria, pegulat, petarung, pendekar, anak ajaib apapun nama kalian bersiaplah, kita akan mengadakan turnamen!"


***


"Anak-anak .... tetaplah berkumpul bersama mama kalian, kalo perlu kalian bisa bermain dengan teman kalian, ok?'


"HUAAAHHH IBU! ....'


***


"Pak tua, bisakah kau berhenti mengeluarkan kepalamu dari jendela, kau bisa terjatuh lho nanti."


"Hah?"


"Kau bicara sesuatu mahluk aneh?"


***


Begitulah pekerjaan mereka untuk mengatur kehidupan baru yang mereka ciptakan di sini, entah bagaimana jadinya- para 'tawanan' ini harus membiasakan diri akan keahlian mereka, berdamai dengan rasa berontak mereka yang sudah pasti akan susah untuk menghadapi kenyataan yang tengah dialami.

__ADS_1


__ADS_2