Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 118: Percobaan


__ADS_3

"Sur-fur?"


Para anggota Dark Shadow bertatapan satu sama lain, mereka nampaknya belum percaya mengapa ketua mereka merencanakan hal ini.


Tentu saja salah satu dari mereka bertanya kepadanya, "Ketua, mengapa kita harus menjalankan rencana seperti ini? Bukankah kita seharusnya langsung saja ke rencana awal kita?"


Salah satu dari anggota Dark Shadow menyebutkan 'rencana awal' namun nampaknya rencana awal yang telah mereka susun itu harus tergantikan oleh rencana batu putusan ketua Dark Shadow itu.


"Tentu saja, aku mengerti kita memang harus menjalankan rencana utama kita, namun sebelum itu alangkah baiknya kita melihat bagaimana performa Arthur dalam bertarung." Ketua itu mulai menyinggung hal-hal yang menurutnya penting untuk dilakukan.


"Maksud anda, ini sebagai percobaan awal saja?"


Sang ketua mengangguk, "Ya, karena Surfur merupakan petarung yang memiliki statistik tertinggi selama kita mengadakan kompetisi di tempat ini, namun sayangnya dia sama sekali tidak pernah menang tiga kali berturut-turut, kesempatan untuk keluar dari sini tidak di ambil dengan baik olehnya.

__ADS_1


"Tentu saja ketua, peraturan yang kita tetapkan tentang kesempatan untuk keluar dari sini saja sudah begitu kuat, nampaknya memang sampai kapanpun mereka tidak bisa memenuhi persyaratan yang telah kita tetapkan."


Para anggota organisasi itu pun sangat setuju dengan kenyataan ini, peraturan yang hanya memberikan harapan palsu bagi para petarung, sebuah angan-angan yang terlalu tinggi bahkan sampai tidak terlihat- sebuah usaha yang hanya menguntungkan organisasi Dark Shadow saja.


"Maka dari itu, kita harus terlebih dahulu menjalankan rencana ini, segeralah siapkan Surfur dari selnya, aku akan membawa pula Arthur, kita akan bertemu di ruangan pertandingan secara tertutup."


"Sir Yes Sir!"


Akhirnya mereka dengan cepat menjalankan perintah ketuanya itu.


***


"Mana lawanku?!" Suaranya sangat keras dan serak, suaranya tidak ada halus dan merdunya sama sekali, itu benar-benar menandakan seorang cowok berandalan sejati.

__ADS_1


Terlihat ada satu orang pula yang berwujud bayangan hitam mendampinginya, "Tenang saja Surfur, sebentar lagi ketua datang membawa lawan yang akan kau hadapi."


"Cih!" Nampaknya Surfur sudah mulai kesal, ia memang tidak terbiasa menunggu, tidak sabaran, keras kepala (dalam arti harfiah) dan lain sebagainya. Memang dia lebih banyak memiliki sikap negatif sebagai pria dibanding dengan positifnya.


Makhluk bayangan itu hanya bisa terdiam, lama-lama ia juga merasa risih seorang pria besar kekar terus mengoceh di sampingnya, ia hanya bisa berharap ketuanya itu akan segera cepat membawa lawannya kemari agar Surfur tidak lagi mengoceh.


***


Ternyata di tempat lain, si ketua masih di tempat karantina di bawah tanah. Ia nampak kaget jeruji besi yang berkarat yang berada di hadapannya entah mengapa berubah menjadi sangat penyok tapi tidak sampai benar-benar patah, seperti ada seseorang yang memakai alat berat untuk membukanya.


Ia segera membuka jeruji besi yang lumayan kotor itu, ia menemukan Arthur masih berada di sana, sedang tertidur nampaknya, jikalau ia sadar mungkin saja ia akan merasa tidak nyaman berada di sini karena memang benar-benar kotor dan jorok.


Akhirnya sebelum ia mengeluarkan Arthur dari sana ia memasangkan satu per satu rantai yang mengikat tangan dan kakinya dan rantainya pun rantai utuh masih menjuntai.

__ADS_1


Saatnya kau keluar dari sini dan menunjukkan kebolehanmu!


__ADS_2