
Ibu muda itu terlihat sedang memegang kendi air di lengan kanannya, setelah Kibo mengajaknya bicara, responnya sama dengan orang lainnya, ia terkejut dan sedikit merasa takut.
"Ka-kami hanya mau bertanya tentang peternakan atau toko hewan atau apapun yang berhubungan dengan hewan apakah tempat seperti itu ada di sini?" Kibo untuk kedua kalinya bertanya pada ibu muda itu, ia berharap ibu tersebut tidak berlalu dari padanya.
"Oh, te-tentu tuan, tempat seperti itu ada di ujung desa, tepatnya di dekat gerbang keluar desa ini," ujar ibu tersebut sembari menunjukkan arahnya.
Masih ada beberapa rumah sederhana di sana, sebelum mereka dapat mencapai ujung desa yang dimaksud.
"Terima kasih bu atas bantuannya," ucap Kibo.
Namun ibu itu tidak membalasnya ia langsung segera menyingkir dari mereka semua, berjalan dengan cepat seperti orang yang telah menahan ketakutannya.
Tanpa berpikir panjang lagi mereka akhirnya meneruskan melewati beberapa rumah lagi untuk mencapai tempat yang mereka cari itu.
__ADS_1
Beberapa orang dan anak-anak sedikit terheran-heran akan rombongan orang besar yang membawa kuda, perhatian mereka kini tertuju pada mereka.
Kibo dan yang lainnya berusaha untuk tidak berbuat yang aneh-aneh, selain memang tujuannya itu masih berada di hadapannya.
Akhirnya setelah beberapa saat mereka tiba di sebuah bangunan yang tidak terlalu besar, namun mereka tahu pasti bahwa pasti tempat inilah yang dimaksudkan oleh ibu muda tadi.
Bangunan yang seperti toko, dindingnya terbuat dari tembok berwarna coklat, ada bel kecil tepat di atas pintunya ia tebak pasti itu akan berbunyi ketika seseorang membuka pintunya.
Mereka bisa tahu itu adalah toko hewan serbaguna adalah karena memang ada semacam lambang hewan, logonya berbentuk kucing dan tikus yang sedang ribut satu sama lain, letak logo itu di atas bangunan, dan memang hanya inilah toko yang memasang logo seperti itu.
Akhirnya mereka menyetujui untuk menunggu pemimpinnya membeli barang-barang yang dibutuhkannya.
Meskipun toko perlengkapan hewan itu berada sedikit jauh dari pemukiman penduduk, entah mengapa orang-orang di sana masih keheranan dan terlihat seperti waspada dalam memperhatikan orang-orang besar yang tergabung di Alliance Fight's itu.
__ADS_1
Kibo segera membuka pintu kayu yang berwarna coklat itu, dan benar saja langsung terdengar gemerincing suara mirip bel berbunyi ketika ia hendak masuk ke sana.
"Selamat datang!"
Terdengar suara dari kejauhan, mirip sebuah kasir juga, di sana terdapat seorang pria muda yang nampaknya adalah pekerja di sini.
Di sekeliling Kibo terdapat rak-rak khusus dan di sana banyak sekali berbagai macam bahan makanan dan alat untuk segala jenis binatang, sebuah toko yang cukup lengkap dalam hal perbinatangan.
Dia pun berkeliling untuk mencari bahan makanan untuk kuda, karena begitu banyaknya bahan makanan dan alat yang tercampur di sini, butuh waktu beberapa lama sampai ia bisa menemukannya.
"Ah!"
Akhirnya Kibo menemukan sebungkus makanan berwarna coklat, ia dapat tahu itu makanan kuda karena ada logo kuda di sana.
__ADS_1
Akhirnya Kibo mengambil beberapa set makanan itu, untuk persediaan seluruh kudanya saat ini, setelah selesai mengambil semua ia segera langsung menuju sang pelayang yang terlihat tengah melayani konsumen yang lain.