Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 445: Hal Berharga


__ADS_3

BUM!


Ledakan energi hitam besar yang menghancurkan apapun di sekitarnya tercipta saat itu juga, membuat seluruh area kota jadi bergetar dan menerima dampaknya.


Shea dilingkupi dengan akar serta aura alam sebagai caranya berlindung dari ledakan energi gelap yang barusan terjadi.


Srttt...


Sementara itu ia yakin pemuda tadi belum melakukan persiapan apapun tepat di saat ledakan tadi terjadi, dan ia segera melihat apa yang sebenarnya terjadi di sini dengan membuka akar yang melingkupi tubuhnya.


‘Ledakan tadi... dari iblis... boleh juga’ Shea merasakan kekuatan energi gelap yang hebat di sini, membuatnya jadi semakin tertarik dengan apa yang terjadi.


‘Nah sekarang apa yang terjadi padanya.’ Shea masih melihat kepulan asap yang melingkupi area ini.


SH!


‘?!’


‘Kekuatan ini?” Perlahan-lahan Shea akhirnya bisa melihat apa yang ada di sini, dan apa yang ia lihat tidak sesuai perkiraannya.


Ia melihat pemuda itu diselubungi aura kekuatan merah kuat yang ia tahu darimana kekuatan itu berasal, yang akhirnya bisa ia lihat sendiri bagaimana kekuatannya.


Pemuda itu kemudian perlahan membuka matanya, dan bisa terlihat jelas sorot mata yang penuh tekad darinya, berbeda dari yang sebelumnya.


‘Inikah kekuatan yang diwaspadai para iblis?’ Shea bisa melihat mengapa para iblis perlu mewaspadainya, namun baginya ini tidak lebih dari kekuatan yang biasa.


Shea menggeser pandangannya juga, dan terdiam ketika melihat gadis yang ada di dekat pemuda bernama Danny itu juga diselubungi aura merah. Mereka saling berpegangan tangan sekarang.


‘Bagaimana bisa?’ Shea tidak langsung mengerti dengan apa yang dilihatnya, namun yang pasti ia tahu aura merah yang ada pada gadis itu tidak berbeda dengan yang ada pada pemuda itu.


Sontak ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Jika saja aura merah yang ada pada gadis itu berbeda dengan pemuda itu maka itu bisa diterima.


‘Aura kekuatan khusus yang terpancar darinya seharusnya tidak bisa melakukan ini.’ Shea tahu memang kekuatan aura merah yang muncul dari pemuda yang ada di depannya ini bukanlah kekuatan yang bisa ditransferkan seperti kekuatan biasa.


‘Tapi mengapa dia bisa melakukannya semudah itu?’ Shea jadi dibuat berpikir mengenai hal ini, karena memang ia tidak sering menemui kejadian seperti ini.

__ADS_1


‘Apakah kekuatannya ini ada pengecualian?’ Shea tidak tahu hubungan apa yang ada pada pemuda dan gadis ini, namun yang pasti ini cukup mengejutkannya.


‘Layak untuk kucari tahu.’ Shea pada akhirnya tidak menganggap pertarungan ini harus cepat diselesaikan karena ada hal yang harus ia tahu.


Misteri kekuatan yang ada pada pemuda ini dan tujuannya untuk menyingkirkan ancaman bagi rencana iblis ini....


*


Shhhhhh....


Sementara itu di sisi lain.... di tempat yang sama kini sudah hancur, banyak bangunan yang hanya tinggal reruntuhannya saja.


Sulit dipercaya mengapa ini bisa terjadi, padahal sebelumnya area ini adalah bagian pusat keramaian yang begitu banyak bangunan indah dan megah yang berdiri, namun kini kebanyakan di antaranya sudah hancur dan tidak bisa dikenali lagi.


Hanya ada tiga orang yang berdiri di atas reruntuhan ini, Danny, Patricia, dan tentu saja Shea.


Danny menggerakkan bola matanya ke sekitar tanpa kehilangan fokus sedikitpun, ia bisa melihat kehancuran fatal akibat efek ledakan serangan dari area lain.


‘Brock, Vincent....’ Danny masih sadar meski menggunakan batu permata mulia fisik yang menguatkan tubuhnya dari efek ledakan yang dashyat tadi, dan juga sekaligus dengan rekannya yang berada di sebelahnya.


“Ah, akhirnya kau menunjukkan dirimu.” Shea sedikit tersenyum.


Perlahan namun pasti Patricia sadar ternyata Danny memegang tangannya di saat ledakan tadi terjadi.


Yang bahkan Patricia sendiri tidak sadar akan adanya serangan atau setidaknya hal lain yang terjadi di luar apa yang sedang mereka hadapi.


Grep.


Danny memegang tangan Patricia dengan lebih erat lagi seolah ia tidak mau melepaskannya.


“Danny?” Patricia bisa merasakannya, dan seketika itu juga sadar bahwa ia ada setelah semua kehancuran yang terjadi ini tidak lain tidak bukan adalah karena rekannya ini.


‘Aku sudah memilih, inilah jalanku.’ Danny sadar bahwa ia tidak bisa berbuat banyak tanpa bantuan batu permata mulia, namun di saat bersamaan ia sudah menempa tekadnya agar tidak terjadi lagi hal yang sama seperti sebelumnya.


Dan atas dasar apa Danny begitu yakin bahwa sekarang akan berakhir berbeda?

__ADS_1


‘Aku tidak berjuang sendiri... masih ada teman-temanku....’ Tidak peduli seberapa sulitnya apa yang ada di depan, namun Danny tahu selama ia punya harapan dan tekad untuk berjuang, maka apapun bisa terjadi.


‘Tidak peduli apapun keadaanku, aku tidak mau kehilangan harapan itu!’ Danny tahu ia tidak bisa melakukan segalanya dan kini apa yang ia katakan pada teman-temannya benar-benar terjadi, yaitu selama mereka bersamanya maka pasti akan ada bahaya.


Namun Danny tahu teman-temannya sudah begitu percaya padanya, dan inilah saatnya ia percaya juga pada teman-temannya.


‘Bisa atau tidak bisa aku harus melakukannya!’ Danny berhasil mengumpulkan energi batu permata mulia fisik dan tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk rekannya yang sekarang ada bersamanya.


Danny kini bisa merasakan aura kekuatan alam dengan lebih jelas lagi, ia tidak hanya merasakannya saja, namun juga lebih detil lagi.


Seolah kini indranya jadi semakin tajam ketika menggunakan kekuatan batu permata mulia ini, tidak peduli jenis apa yang ia gunakan.


Meski ia sekarang menggunakan kekuatan batu permata mulia fisik, namun tetap saja hampir semua aspek yang sebelumnya tidak ia lihat pada musuh, kini bisa terlihat.


Lantas mengapa Danny tidak menggunakan saja kekuatan batu permata mulia sihir yang lebih cocok digunakan di situsi ini? Dengan kekuatan sihir yang besar pasti akan sangat berguna melawan musuhnya yang punya energi alam seperti ini.


‘Aku masih harus beradaptasi.’ Danny tahu kekuatan batu permata mulia belum lama ada padanya dan ia masih belum tahu apa saja yang bisa dilakukannya. Dan dengan tak mengetahui dengan jelas kekuatannya sendiri tak akan membuat kondisi jadi lebih baik.


Semudah mengatakan, ‘kekuatan batu permata mulia fisik sudah lama dikuasai dan aku telah tahu banyak soalnya’, begitulah alasan Danny menggunakan kekuatan batu permata mulia fisik sekarang ini.


Dan pada kenyataannya juga Danny tidak tahu kekuatan batu permata mulia ternyata bisa ditransferkan ke orang lain juga. Yang ia pikirkan ketika merasakan hawa bahaya yang datang hanyalah bagaimana cara melindugi temannya, dan pada akhirnya keinginannya itu terwujud.


Danny perlahan melepas pegangan tangannya dan menatap lawannya dengan serius.


Energi aura merah pada Patricia sama sekali tidak menghilang, malahan Danny menguatkannya sampai pada batas yang ia mampu.


“....” Danny tidak mengatakan apapun dan terus menatap lawannya dengan fokus dan serius.


Tak ada hal yang bisa ia bicarakan meskipun ia memilih untuk melakukannya. Pada akhirnya semua yang ingin ia katakan tertahan dalam hatinya dengan alasan yang bagus.


“Lihat, indah bukan?” Shea mengangkat tangannya melihat kehancuran yang masif ini dan ia mengatakan hal ini dengan wajah yang damai.


Sulit untuk dimengerti bagi kebanyakan orang, dan Danny adalah salah satunya. Bagaimana mungkin orang atau setidaknya makhluk? Yang menyukai hal seperti ini?


Namun pada akhirnya dunia ini luas dan banyak hal yang tersembunyi yang tidak diketahui, mungkin ini adalah salah satunya.

__ADS_1


Berhenti di pengetahuan umum, Danny harus mempertahankan kesadarannya dibanding dengan perasaannya. Dan ia harus berhasil melakukannya tidak peduli apapun yang terjadi.


“Aku akan perlihatkan sesuatu yang lebih indah dari ini,” ucap Shea santai.


__ADS_2