Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 563: Kejutan lagi


__ADS_3

“….” Alis sang raja iblis turun ke bawah, ia tidak main-main lagi.


Ia sudah merelakan segalanya demi serangan ini. Tak ada yang ia pikirkan lagi selain lenyapnya musuhnya.


Archifer sudah ada di ambang batas kesabarannya.


‘Seharusnya aku melakukan ini dari awal.’ Archifer terdiam, sorot matanya menyiratkan amarah yang hebat. Perasaan dipermainkan yang tidak pernah ia alami sebelumnya.


“Sekarang kau mengerti?” Danny merubah ekspresinya jadi serius juga.


“Beginilah perasaan ketika dipermainkan seseorang.”


“….” Archifer terdiam, tidak bisa dipungkiri ia senang mempermainkan orang, ia menikmati setiap kesengsaraan yang ditujukan korbannya.


Sekarang malah pemuda ingusan melakukan ini padanya!


“MATILAH.”


Archifer mengarahkan pedang super duper besar itu ke bawah.


SWUUUUZZZHHHH…..


DDRTTTTT…..


Gelombang energi gelap besar itu membuat tempat raja iblis bergetar hebat, semuanya akan berakhir ketika pedang super beesar itu mengenai lawannya.


‘Dengan ini berakhir sudah.’ Archifer menikmati ayunan lamban pedang gelap super duper besar miliknya. Tak perlu buru-buru, musuhnya sudah pasti akan binasa.


Tidak ada yang bisa dia lakukan.


***


Sementara itu di sisi lain….

__ADS_1


Raven terdiam melihat gelombang pancaran super besar bentuk pedang itu.


Ia tidak meratap lagi, namun terpancar aura keseriusan yang dalam darinya.


Wajar saja kehilangan harapan di saat begini, pasalnya raja iblis sudah mengeluarkan serangan pamungkasnya, dan itu akan mengakhiri siapapun, tidak terkecuali raja iblis sendiri.


Benar, Raven yakin Archifer mengeluarkan serangan ini tanpa perhitungan sama sekali. Dia mengambil langkah sulit dan merisikokan segalanya.


Sulit dipercaya raja iblis melakukan ini, tapi pada kenyataannya benar-benar terjadi.


‘Aku….’ Raven tertunduk, tubuhnya bergetar, ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri.


Tidak peduli ia berusaha kuat sekalipun, tapi tetap saja tidak mengubah fakta bahwa ia….


‘Takut….’


Energi serangan pamungkas raja iblis itu menyerang mental parah. Tidak peduli seberapa kuat tekad yang berusaha dihimpun, akan menguap begitu cepat.


Menyedot setiap emosi yang ada. Raven berusaha tenang, namun tubuhnya tetap bergetar hebat.


Tidak ada yang bisa ia pikirkan selain kemenangan raja iblis dan berakhirnya semua usaha yang telah dibuat.


Apa yang mereka buat dari awal sama sekali tak berarti.


Berusaha mengubah dunia dengan mengambil wujud bayangan hitam….


Berusaha menghentikan raja iblis dari menguasai dunia….


Semuanya sia-sia saja….


Gret.


Raven memegang kepalanya, berusaha melawan pikiran negatif yang menyerangnya.

__ADS_1


‘Sial!’


Dan tak semudah membalikkan telapak tangan. Pikiran sampah itu malah terus memenuhi benaknya. Ini sama sekali tidak bagus!


Blugh.


Raven terjatuh, terkapar tak berdaya, tak kuat menahan beban mental yang diluar nalar….


“AW! SAKIT!” Raven membuka matanya, ia mendengar suara gadis kecil yang berteriak.


‘Ini….’ Ia berada di halaman pertarungan kerajaan. Tempat para iblis dilatih jadi iblis yang kuat. Jauh sebelum iblis punya kesempatan tinggal di Hello.


“MASIH KURANG!”


CTAK!


Terlihat gadis kecil berlatih ilmu fisik menggunakan sebatang pedang kayu, bajunya lusuh dan tubuhnya penuh memar.


“A-AH!”


“….” Raven terdiam melihat pemandangan ini, rasanya terbawa ke masa lalu.


‘Eh itu kan memang aku ya.’ Raven terdiam, pandangannya terarah tajam pada sosok iblis tinggi besar yang memakai mahkota berkilau indah.


Tak sampai di situ, gadis kecil itu berlatih berbagai disiplin diri, menahan nafas dalam air, menjaga keseimbangan di atas kayu kecil, bertahan dari cuaca ekstrim, semuanya dijalaninya dengan penuh beban dan tersiksa yang amat sangat.


‘Hmph.’ Raven sedikit tersenyum, yah melihat ini tidak membawan kenangan baik, malahan sebaliknya.


‘Jadi ini yang dilihat ketika diambang kematian?’ Raven tak tahu banyak, tapi sepertinya begitu.


‘Aku baru tahu.’ Tiba-tiba ada suara pria disebelahnya.


‘EH?’ Raven menoleh dan benar saja ada orang lain!

__ADS_1


‘DANNY!?’ Kenapa dia ada di sini? Bukankah tayangan kilas balik ini khusus bagi orang yang akan pergi saja!?


__ADS_2