
Sruk!
Sruk!
"Haaah ... haaah ...."
Sial! Lagi-lagi harus melewati jalan sempit di antara pepohonan ini! Bahkan untuk kedua kalinya ini tidak menjadi mudah sama sekali!
Danny tidak menyangka akan kembali mengejar sesuatu yang berwarna hitam seperti bayangan tembus, ia sendiri tidak asing dengan penampilan makhluk seperti itu, kini dalam pikirannya muncul dugaan liar yang kuat akan siapa sebenarnya makhluk bayangan hitam misterius itu.
Sial! Bayangan itu semakin jauh, kalau begini aku bisa tertinggal!
Dalam situasi yang tidak disangkanya ini membuat Danny harus berpikir bagaimana agar ia mengejar pergerakan bayangan yang bergerak cepat itu, dan lagi ia sama sekali tidak dipinjamkan kekuatan batu permata mulia karena memang ia sudah selesai menjalani selama hampir dua bulan.
Kekuatan batu permata mulia kecepatan memang belum benar-benar diambilnya tadi, namun setidaknya Danny sekarang sedang menggunakan kekuatan batu permata mulia lain, yaitu batu permata mulia fisik.
Dengan kekuatan fisik yang muncul dari batu ini, tubuh Danny mendapatkan ekstra tenaga dan stamina untuk terus berlari bahkan sampai membantu meningkatkan fokusnya juga.
Aura merah perlahan muncul dari tubuh Danny sekarang, ini menunjukkan kekuatan batu permata mulia fisik sudah benar-benar aktif, dan ia juga saat ini bisa menggunakan kekuatan ini dengan lebih efektif karena memang digunakannya setiap hari selama latihan.
"Tunggu hei!" Danny yang masih susah payah mengejar makhluk bayangan hitam itu akhirnya harus dibuat kaget karena ada sesuatu yang diluar perkiraannya.
Buak!
"Ugh!"
Danny tidak sempat menghindar dari pukulan tiba-tiba makhluk hitam ini, karena makhluk itu berhenti tiba-tiba dan menyerangnya langsung sebelum Danny menghentikan langkah cepat nya itu.
Sruk! Sruk!
Buag!!!
"Ukh ...." Danny mendapati dirinya sudah terpental ke bagian pohon yang lain dengan cukup jauh, ia tidak merasakan sakit yang berarti karena aura merah kekuatan batu permata mulia masih menyelimutinya.
Namun karena ia terpental cukup jauh, itu membuat kemungkinan ia berhasil mengejar makhluk bayangan misterius itu menurun dan hal inilah yang paling berbahaya dibanding dengan merasakan sakit karena serangannya itu.
Danny berusaha berdiri, bahkan pohon yang terbentur di sana sampai berlubang besar, dan untungnya pohon itu tidak sampai roboh.
Kalau begini ....
Danny berharap pada keyakinan yang ia harapkan, kemungkinannya memang kecil namun itu layak dicoba dibanding dengan tidak sama sekali.
Pada saat latihan tahap pertama Tuan Housen pernah bilang bahwa aku bisa mengeluarkan kekuatan pinjaman ketika aku minat bayangan teman lamaku.
Dan lagi aku masih ingat mengapa bisa terjadi seperti itu, adalah pemicunya.
Ada hal yang ingin kucapai dan terlaksana, yaitu bertemu dengan teman lamaku dan tanpa sengaja itu memicu kekuatan pinjaman dari guruku ini untuk keluar.
__ADS_1
Apakah ada kemungkinan yang sama yang bisa terjadi kali ini?
Danny tahu pemikirannya itu hanya didasarkan pada satu kali kejadian ketika ia pertama kali belajar tahap pertama untuk menguasai batu permata mulia kecepatan, dan setelahnya memang ia belum pernah mengalami kejadian yang sama lagi seperti sebelumnya.
Namun mengingat bahwa kemungkinan itu sangat layak dicoba maka Danny pikir patut untuk dipertaruhkan, baik ada hasilnya ataupun tidak itu urusan belakangan, yang penting mencoba!
Baiklah! Aku mohon kekuatan batu permata mulia kecepatan, muncullah!
Danny sudah beranjak berdiri, ia memfokuskan pikirannya seperti biasa agar bisa mengeluarkan kekuatan batu permata mulia dari dalam tubuhnya, ia merasa cukup aneh karena tidak melihat sedikitpun adanya kekuatan kecepatan, yang ada hanyalah batu permata mulia fisik dan juga daya tahan yang tidak digunakannya, jadinya selanjutnya apa?
Biasanya saat Danny memfokuskan pikirannya, maka alam bawah sadar membawanya ke satu tempat kosong yang di mana ada lima wadah mirip kotak perhiasan yang ditopang oleh besi, kedua di antaranya ada masing-masing batu permata mulia yang telah dimilikinya, namun batu permata mulia kecepatan belum benar-benar ada di dalam wadah tersebut.
Danny terdiam, ia tidak bisa menyentuh sumber kekuatan batu permata mulia dalam dirinya yang itu membuat dia tidak bisa mengeluarkan kekuatan yang diinginkan.
Ba- bagaimana ini?! Apakah tidak ada sedikitpun kekuatan batu permata mulia kecepatan di sini?!
Danny tidak tahu bagaimana ia sebelumnya bisa mengeluarkan kembali kekuatan pinjaman yang diberikan oleh gurunya, kejadian beberapa waktu lalu saat pertama kali berlatih memang diingatnya dengan jelas, sayangnya tidak dengan bagaimana hal unik yang terjadi padanya bisa terjadi.
Bahkan Tuan Housen tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kekuatan pinjaman yang terpicu dalam tubuhnya ini, yang memang menandakan hal ini benar-benar tidak bisa untuk dijelaskan dengan tepat.
Danny merasa tidak memiliki cukup banyak waktu karena memang makhluk bayangan itu semakin menjauhinya dan itu berarti jerih lelahnya berlatih untuk mendapatkan batu permata mulia kecepatan hanya akan sia-sia saja.
Sial!
Danny yang telah melihat dalam alam bawah sadarnya bahwa memang kekuatan pinjaman batu permata mulia kecepatan tidak ada di sana akhirnya bisa menyimpulkan apa yang terjadi pertama kali pada latihan tahap pertamanya hanyalah kebetulan belaka.
Danny berada dalam keadaan emosional yang cukup tidak terkendali, ia bahkan tidak bisa lagi fokus untuk mengendalikan kekuatan batu permata mulia fisik yang akhirnya menyebabkan kekuatannya makin bertambah pesat; aura merahnya makin membesar dari luar tubuhnya itu.
Sial!
Hush!
Danny tidak lagi begitu peduli pada sekitarnya, ia beranjak cepat melompat dan bahkan hempasan lompatannya itu sampai membuat pohon-pohon bergoyang hebat.
"Apapun yang terjadi, aku akan mengejar makhluk itu!" Danny berseru dengan kekesalannya itu.
Matanya berubah menjadi kemerahan, bukan seperti mata merah karena kemasukan debu, melainkan ini wajar karena perubahan fisik yang semakin banyak karena kekuatan yang ia keluarkan semakin banyak pula.
Krak!!!
Duarg!!!
Pepohonan yang berjarak dekat ini tidak lagi menjadi penghalang Danny, bahkan apa saja hang menghalanginya ditabraknya dan banyak pepohonan yang harus tumbang karenanya.
"Aku tidak akan menyerahkan batu itu pada siapapun! Tidak pada bayangan hitam aneh itu!"
Danny terus melangkahkan kakinya dalam aura merah yang membara itu, kini setelah beberapa saat ia berlari dengan kecepatan yang cepat karena memang ia menghentakkan kakinya ke tanah dan melompat jauh, begitulah sampai akhirnya ia bisa mengejar bayangan hitam itu.
__ADS_1
"Berhenti!!"
Buruagh!!!
Brakk!!!
Tepat di saat Danny berhasil mendekati bayangan hitam itu, tak ragu lagi ia memukulnya dan pukulannya itu mengenai dengan telak bayangan hitam itu sampai menembus ke tanah.
"Ka- kau? Mengapa bisa mengejarku?!" Terdengar suara parau dari makhluk hitam itu, Danny kini tengah menahannya dan tidak lagi membiarkan bayangan aneh itu melepaskan diri.
"Jangan banyak bicara! Kembalikan batu yang telah kau ambil itu!" Nada bicara keras dari Danny tidak dapat dibendung, kini ia sangat emosi karena perbuatan makhluk bayangan ini.
Danny melihat bayangan itu sekarang sudah berbentuk seperti manusia dengan dua cahaya merah di kepalanya yang adalah kedua matanya sepertinya ada sedikit perubahan dari makhluk ini dari penampilannya yang sebelumnya.
Danny segera melihat pada tangan makhluk bayangan itu, sementara ia mencekiknya tepat di leher setelah pukulan kerasnya itu mengarahkan makhluk itu sampai tanah menjadi amblas.
"Hm, kau marah? Aku hanya ingin bicara denganmu." Makhluk hitam itu mengaku ia hanya ingin berbicara dengannya, namun Danny tidak percaya begitu saja akan apa yang dikatakan makhluk bayangan hitam misterius ini.
"Bicara? Lantas mengapa kau mengambil batu kekuatan ini?! Kau hendak mencurinya bukan?!" Danny mengeraskan kembali cekikannya pada makhluk bayangan hitam itu, emosinya yang tidak terkontrol itu memperparah pengeluaran kekuatan dari batu permata mulia fisik, hingga akhirnya kekuatan yang bertambah besar tidak berhenti mengalir di dalam tubuhnya saat ini.
"Hanya inilah caraku agar kau mau untuk berbicara denganku." Makhluk bayangan itu mengatakan alasan yang tidak dapat dimengerti oleh Danny, yang jawabannya ini sama sekali tidak membuatnya lebih tenang.
"Apa?! Aku tidak punya banyak waktu cepat serahkan batu permata itu padaku!"
"Hm? Apa yang kau lihat dariku sekarang? Tidakkah kau bisa melihat aku hanyalah bayangan hitam berbentuk manusia? Kau melihat di mana aku menyembunyikan benda itu?"
Danny menjadi tambah tidak sabar terhadap makhluk asing ini, ia benar-benar hampir kehilangan kontrol akan dirinya namun ia masih belum sepenuhnya dikendalikan oleh kekuatannya; kesadaran masih ada padanya.
Danny melihat setiap bagian dari makhluk bayangan hitam yang sedang dicekik dan dipojokkan di antara tanah yang sudah amblas ini, dan memang ia tidak melihat di mana makhluk itu menyembunyikan apa yang dicarinya.
"Sial! Kau sembunyikan di mana batu itu."
Krett.
Danny tidak segan-segan untuk terus mencekik makhluk bayangan itu bahkan sampai kepalanya terputus pun ia akan tetap dilakukannya demi menemukan batu permata mulia yang telah diambil olehnya.
"Hmph, sepertinya kau harus mencari tahu sendiri." Makhluk bayangan hitam itu bukannya terdesak malah sebaliknya, ia menantang Danny agar bisa menemukan apa yang telah diambilnya itu sendiri.
"Kau sudah kehabisan waktu!" Danny hendak melancarkan pukulannya yang juga diselimuti aura merah yang membara, entah bagaimana jadinya jika ia menggunakan kekuatan fisik seperti itu pada makhluk itu, bahkan jika manusia biasa yang terkena maka semuanya akan berakhir dengan cepat.
"Menarik Danny!"
"!"
Syuuut.
Krak!!!
__ADS_1
Danny menghantam apa yang dibawahnya itu dengan pukulan kerasnya, bahkan area itu sampai retak ke beberapa bagian dan menyebabkan sebagian area popohonan yang berdempet ini roboh karena serangan pukulan tangan kanan Danny menggetarkan tanah dan tanah yang amblas ke bawah semakin meluas.