
Danny tidak pernah mendengar hal ini sebelumnya dari para pemegang batu permata mulia, bahkan dari Tuan Hill sekalipun.
Tidak ada penjelasan dari satu pemegang batu permata mulia pun, mengenai batu yang bisa berbicara seperti ini.
Dengan kata lain, ‘kekuatan ras demi human yang bisa berbicara’.
Karena rasanya aneh ketika mendengar ‘batu yang bisa berbicara’.
Danny tidak tahu mengapa para pemegang batu permata mulia sebelumnya tidak mengatakan apapun soal ini, mengingat hal ini bukanlah hal biasa.
Melainkan penting adanya, karena berbicara dengan sebuah sumber kekuatan bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh semua orang.
-Kau tidak perlu heran Danny-
Danny berusaha untuk berpikir jernih, rasanya aneh mendengar suara lain yang tahu apa yang ia pikirkan saat ini.
‘Ah iya.’ Danny berusaha menganggap suara itu adalah rekannya sendiri yang sedang mengajaknya ngobrol.
Meski memang tidak semudah yang ia pikirkan untuk menganggapnya seperti ini.
‘Aku ragu.’ Danny mengatakan itu dengan keras dalam batinnya.
Apa yang terjadi sekilas sebelumnya, fakta bahwa ia bisa menggunakan semua batu permata mulia yang ada dalam dirinya tidaklah realistis.
Danny tahu betul apa yang akan terjadi pada tubuhnya pasca penggunaan batu permata mulia ini, yang biasanya terjadi pada tubuhnya... setiap kali ia menggunakan kekuatan ini.
Namun kejadian sebelumnya mengingkari apa yang seharusnya terjadi. Ia bisa menggunakan batu permata mulia, semua yang ada padanya, tanpa efek samping yang berarti.
Tentunya hal itu mengundang pertanyaan bukan?
Mengapa hal yang biasanya terjadi malah tidak terjadi? Dan hal yang seharusnya terjadi malah tidak terjadi?
Pikiran Danny masih belum bisa memproses sampai ke sana.
Tapi bukankah kejadian itu bisa saja berarti banyak hal? Danny tahu akan hal ini.
Dan di antara banyak hal yang bisa terjadi, salah satu yang ia percaya sekarang adalah: Tidak percaya dengan mudah pada kekuatan batu permata mulia.
__ADS_1
-Kau heran karena tidak merasakan sakit apapun?-
Lagi-lagi sang kekuatan batu itu bisa tahu apa yang Danny pikirkan, tidak heran juga karena batu itu ada dalam tubuhnya sendiri juga sih.
Seolah batu permata mulia itu memang sudah menjadi satu kesatuan dalam dirinya.
-Tidak perlu cemas, aku sekarang sudah mempercayaimu-
‘Percaya?’ Danny langsung penasaran soal apa yang dibicarakan oleh sang kekuatan batu ini.
-Kami sengaja membuat rasa sakit itu-
‘Hah?’ Danny tidak paham instan apa yang dikatakan oleh sang kekuatan leluhur demi human ini.
-Kami sengaja membuat rasa sakit itu agar kau berjuang lebih keras lagi mengumpulkan kami semua-
‘....’
‘Apa?’
‘Sengaja membuatku sakit?’
Bahkan sang setengah elf pun bisa tahu apa yang dipikirkan oleh pemuda ini, tentu saja dia bertanya sekarang.
Gluk.
Tenggorokkan Danny bergerak dari atas ke bawah, sedang tubuhnya kini terlihat dibasahi sesuatu, yang tentu saja adalah keringat.
Danny beralih fokus lagi pada lawannya, ia tidak menyangka malah lawannya tidak menyerang dan malah memperhatikannya.
Ia pikir sang setengah elf itu akan terus menyerangnya membabi buta dan tidak membiarkan satu kesempatan pun lewat untuk mengakhirinya.
Namun ternyata tidak seperti itu, dia mengulur waktu, bahkan ketika melihat lawannya sendiri sedang melamun seperti ini, dalam kasus ini tentunya adalah Danny.
-Inilah waktunya-
Suara sang kekuatan batu permata mulia itu tidak berhenti untuk mengajak Danny, yang tentunya skill persuasif yang dimiliki suara itu tidaklah perlu diragukan.
__ADS_1
Danny terdiam lagi, masih ada pertanyaan dalam dirinya. Ia rasanya ingin dapat jawaban dari pertanyaannya itu, namun pada akhirnya ia tahu musuh tidak akan terus mengamatinya seperti ini.
Apa jadinya jika selanjutnya sang setengah elf itu pada akhirnya tidak memberikan kesempatan seperti ini lagi?
Serangan apa lagi yang akan dilancarkan musuhnya itu? Apa ia bisa bertahan dari serangan itu?
Berkaca dari apa yang terjadi sebelumnya, bukan tidak mungkin selanjutnya musuhnya akan lebih ganas lagi.
Kalau begitu apa jadinya jika kekuatan batu ini malah mengambil kesadarannya dan ia kehilangan kendali dirinya sendiri?
Apa jadinya jika apa yang diingatkan guru Freiss terjadi? Yakni kekuatan yang begitu besar itulah yang jadi penyebab hal yang disesalinya.
Danny ingat akan bagaimana dengan kekuatan leluhur demi human, rekannya harus meregang nyawa.
Jikalau ia percaya pada kekuatan leluhur demi human yang bisa berbicara sekarang, apakah itu menjamin kejadian lama tidak akan terulang kembali?
‘....’
Apakah memercayakan tubuhnya pada kekuatan ini adalah satu-satunya cara yang harus dilakukan?
....
Danny mengambil nafas, karena itulah yang sekarang dibutuhkannya, dan menghembuskannya kembali, karena itulah yang biasa dilakukannya.
Itu memang harus dilakukan.
Tidak ada pilihan lain.
‘Baiklah, kita pasti bisa menghentikannya.’
HUUUUSHHHHH!
Seketika itu juga aura kekuatan Danny melonjak dengan hebat, bahkan sampai membuat hempasan angin yang sangat kencang.
Di sisi lain Raven hanya mengamati dari jarak aman, sang makhluk hitam itu tidak mau bertindak gegabah, ia tidak mungkin menampakkan dirinya dengan mudah seperti si pemuda tadi.
Sudah susah-susah ia menggunakan kekuatan tak terdeteksi, eh malah si Danny dengan polosnya menunjukkan keberadaan dirinya sendiri.
__ADS_1
Kesalahan tidak untuk diulang lagi. Raven bersembunyi di antara semak-semak dan pohon, menunggu waktu si musuhnya itu membuka celah.
SYUT!