Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 229: Idola Yang Kubenci (2)


__ADS_3

Danny yang melihat dari belakang Yizi yang nampak marah itu merasa keheranan mengapa ia meneriaki Arthur seperti itu, ada apa yang sebenarnya terjadi padanya?


Arthur yang masih belum mengetahui apa yang terjadi berhenti sejenak ketika Yizi meneriaki namanya dengan keras.


Sang ksatria suci itu dapat melihat pria bernama Yizi itu menatapnya dengan tajam disertai dengan raut muka yang begitu marah.


Padahal sebelumnya ketika ia pertama kali bertemu dengannya itu, pria itu bilang bahwa ia mengaguminya, namun saat ini mengapa dia tiba-tiba murka?


Langkah kaki Yizi semakin cepat dan lebih cepat lagi sehingga ia bisa disebut berlari saat ini.


Ia berlari dengan cukup kencang mengarah pada sang ksatria suci Arthur.


Setelah berada di jarak yang cukup dekat, Yizi dengan cepat mengarahkan tinjunya pada sang ksatria suci itu.

__ADS_1


Arthur yang melihat serangan tidak beralasan yang jelas dari pria bernama Yizi ini memutuskan untuk menghindarinya menggunakan teleportasi jerak dekat, ia memindahkan tubuhnya sendiri menuju ke tempat di mana Danny berada.


Alhasil Arthur berhasil mengelak dari serangan tangan kanan Yizi, namun sayangnya Yizi tidak dapat menghentikan serangan tangannya itu; serangan tangan itu meleset menuju ke samping melewati wajah Brock dan berakhir dengan berhasil mendarat dengan mulus di wajah Vincent.


Gelombang kekuatan tinjuan Yizi yang sebenarnya muncul ketika serangannya itu sampai ke wajah Vincent dengan tidak sengaja, sebuah kebetulan yang sama sekali tidak diantisipasi oleh Yizi.


Bersamaan dengan itu, efek serangan kekuatan fisik Yizi terasa di sekitar area itu, gelombang angin yang cukup kencang tercipta karena serangannya itu.


Brock yang melihat kejadian yang begitu cepat itu melihat Vincent yang tidak berdaya karena serangan tidak sengaja yang begitu kuat dari Yizi.


"Vincent! Sudah kubilang lindung dirimu dengan baik! Astaga!" Brock segera menghampiri Vincent yang sudah terserang itu sedang dalam posisi tertunduk duduk di bawah pohon besar itu untuk melihat bagaimana keadaan temannya itu, tidak di ketahui apakah ia masih sadar atau tidak.


Danny terkejut dengan kemunculan Arthur yang tiba-tiba di sampingnya. "Tu-tuan Arthur?"

__ADS_1


Arthur masih belum mengetahui apa motif dari pria bernama Yizi ini yang tiba-tiba menyerangnya itu.


"Danny, apakah kau mengetahui sesuatu tentang pria bernama Yizi ini?"


"Ka-kalau tidak salah dia adalah seorang pemimpin dari kelompok bernama Alliance Fight's."


Arthur rasanya pernah mendengar nama itu sebelumnya, ia butuh waktu untuk kembali mengingat apa yang ia ketahui soal Alliance Fight's.


Yizi yang mengetahui serangannya meleset itu menoleh ke sana ke mari mencari Arthur yang tiba-tiba menghilang itu, dan di saat ia membalikkan badannya ia dapat melihat Arthur yang berada di sebelah Danny.


"Arthur! Jangan melarikan diri!" Yizi yang masih geram itu berlari kembali pada Arthur, kemungkinan terbesarnya adalah untuk kembali menyerang sang ksatria suci itu kembali.


"He-hentikan Yizi! Apa yang sebenarnya terjadi?!" Danny berusaha berbicara dengan Yizi namun nampaknya ia belum juga berhasil, Yizi sama sekali tidak menggubris apapun yang ia coba katakan.

__ADS_1


__ADS_2