
"Haaahh!!!" Danny mendapatkan celah untuk menyerang Forhan, hanya sangat sedikit celah, atau mungkin memang hanya perasaannya saja.
"Pukulan Penghempas Api!" Danny melancarkan serangan tangan kanannya yang dipenuhi api besar mengarah pada Forhan, dan pria besar itu tidak bisa berbuat banyak selain bertahan karena memang posisi mereka masih jual beli serangan dan tidak ada seorang pun yang melakukan jurus khususnya tadi.
"Hah!" Forhan menunjukkan pandangan mata yang dingin dan tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga.
Duduauaggahhhrr!!!
Bukannya Forhan yang seharusnya terhempas malah Danny yang terpental oleh serangannya sendiri, tubuh Danny melayang dengan cepat bahkan menunbangkan beberapa pohon besar hutan Dawn Forest ini.
Duuurarrghh!!! Sraakk!!!
__ADS_1
"Arghhh!" Danny memgeluarkan darah dari mulutnya, seketika sambil berusaha menyeimbangkan badannya sendiri, ia kini kesulitan untuk berhenti dari hempasan serangan miliknya yang berhasil dibalikkan oleh temannya itu.
"Kekuatan Daya Tahan: Pertahanan Luar Biasa!" Danny menyerukan kembali nama dari kemampuan yang tengah ia usahakan untuk digunakan itu, ia padahal susah menggunakan kekuatan daya tahan, namun jika hanya itu ternyata masih belum cukup juga.
Aura berwarna Coklat kini mendominasi dibanding kedua warna lain, kuning dan merah.
Dalam keadaannya yang terdesak Danny tidak lagi diserang oleh kepanikan atau hal lain yang bisa mengganggunya ketika bertarung, ia bisa lebih tenang dan bisa berpikir tentang hal apa yang harus dilakukannya ke depan.
Kekuatan Forhan setiap detik semakin kuat, padahal sebelumnya ketika menggunakan kekuatan tiga permata mulia dalam wujud demi human Forhan, aku masih bisa mengatasinya namun untuk sekarang ....
BUUUMM!
__ADS_1
Danny berhasil mendarat dengan menginjakkan kedua kaki dibantu oleh satu tangannya setelah beberapa saat terhempas karena serangan miliknya sendiri.
Perlahan pemuda itu mulai bangkit, dilihatnya pria besar, temannya itu sudah menantinya di depannya, bersiap untuk melanjutkan pertarungan, sedang dirinya belum juga sepenuhnya berdiri.
Kesadaran Danny yang sudah diambil alih oleh kekuatan batu permata mulia ternyata tidak bisa menjamin semuanya menjadi mudah, malah sebaliknya yang terjadi adalah temannya ini yang benar-benar di atas angin.
"Heh, di mana kepercayaan dirimu tadi Danny? Bukankah kita baru saja mulai, lantas mengapa kau terjatuh seperti itu?" Forhan terdengar sedikit kecewa dalam nada bicaranya itu, ia sungguh sudah menaruh harapannya pada Danny agar bisa memuaskan dirinya, namun ia melihat pemuda itu terluka dan kekuatannya tidak bisa menghiburnya, ini tidak menyenangkannya sama sekali.
Danny masih memiliki sedikit kesadaran, ia masih peka pada suara dan penglihatannya, namun rasa sakit sudah tidak dirasakannya lagi, pada akhirnya ia tidak bisa berbicara apapun pada temannya itu, karena ia tidak sedang mengendalikan tubuhnya secara sempurna.
Dan tiba-tiba Danny kehilamgan kontrol atas tubuhnya sendiri, bahkan pikirannya pun seolah sudah terbagi dengan suatu kekuatan lain, kekuatan tiga batu permaya mulia.
__ADS_1
Danny kini terjebak pada dimensi ruang kosong di mana ia memang sudah menyerahkan diri sepenuhnya pada kekuatan batu permata mulia yang ada padanya itu.
A- aku mengerti, ternyata butuh waktu beberapa saat agar kekuatan batu ini bisa mengambil alih tubuhku sepenuhnya dan sebagian dari pikiranku sendiri ....