
Danny langsung saja lurus menuju pertanyaan besar yang tadi mengganggunya itu, ia ingin mengetahui siapa orang yang telah tiada dan hendak di makamkan di sini? Selain daripada kemungkinan bahwa orang itu adalah orang lain dengan nama yang sama dengannya?
Danny tadi memang berpikir bilamana kubur ini ditunjukkan kepadanya, namun ketika melihat tiga orang yang bersamanya ketika ia masih belum sadar adalah orang yang dikenalinya, tidak mungkin juga mereka hendak menguburkannya.
Terbesit dalam pikirannya bahwa tidak mungkin orang yang mengenalinya ini akan dengan sengaja menguburkan dirinya yang masih hidup.
Danny tidak bisa membayangkan bila memang orang-orang yang dikenalinya itu akan melakukan hal sekejam itu; ia benar-benar percaya pada mereka bertiga.
Setelah mengatakan pertanyaannya itu Danny melihat ketika orang itu, namun mereka bertiga masih terkejut dan terlihat pucat ketika melihatnya saat ini.
Danny benar-benar merasa heran mengapa mereka bertingkah seperti itu, ia kira mereka akan gembira ketika melihat dirinya sadar itu, namun ternyata kenyataan tidak sesuai ekspektasi.
Melihat hal ini Danny merasa bingung juga, apa yang sebenarnya terjadi? Ia tidak tahu kecuali jika memang mereka bertiga menjelaskan padanya.
Karena ketiadaan jawaban Danny hanya bisa berspekulasi kembali, melihat dari raut wajah mereka yang sebegitu terkejutnya pastilah mereka mempunyai alasan untuk bereaksi seperti itu.
Dan alasannya adalah satu hal yang tidak pernah bisa ia perkirakan sebelumnya.
"A-apa jangan-jangan kalian berusaha menguburkanku?" Danny menduga apa yang terjadi di sini, karena memang ketiga orang yang dikenalnya itu tidak ada yang memberinya jawaban pasti.
"Eee ... Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi, tapi Danny kau sudah meninggal!" Vincent langsung berkata tegas pada Danny untuk memberi tahu apa yang tidak diketahuinya.
"A-apa?" Danny terkejut ketika mendengar hal itu dari pria berambut sebahu itu, ia tidak menyangka akan mendengar hal seperti ini ... lagi.
__ADS_1
"Be-benar apa yang dikatakannya, Danny kau seharusnya sudah tewas ketika aku dan Vincent menemukanmu di sini!" Brock mendukung perkataan Vincent itu, hal ini semakin memperkuat statement bahwa Danny harusnya sudah meninggal saat ini.
"Apa yang kalian bicarakan? A-aku hanya tidak sadar-" Danny menyadari sesuatu, rasanya ia ingin menyangkal dan tidak mengakui bahwa dirinya itu sudah meninggal, tetapi ia tahu kejadian seperti ini pernah dialaminya dulu, namun ia kurang tidak ingat kapan waktunya.
"Be-benar Danny, kami mengetahui bahwa kamu meninggal dan baru saja akan menguburkanmu di sini." Patricia membuat semua hal menjadi jelas saat ini.
Danny tidak bisa mengelak dari pernyataan ketiga orang yang dikenalinya ini, karena nyatanya merekalah yang lebih tahu akan kondisinya dibanding dengan dirinya yang hanya menutup matanya dan tidak mengetahui apapun.
"Me-meninggal?" Danny memang merasakan sensasi di mana ia kembali bermimpi aneh, mirip sekali dengan mimpinya terdahulu yang juga seperti itu; dan pada mimpi itulah ia tahu bahwa dia bukan benar-benar bermimpi ataupula tidak sadarkan diri.
Danny menyadari sesuatu saat ini setiap kali ia mengalami kejadian itu, dengan benang merah yang bisa ia ambil saat ini, melihat kejadian di masa lalunya yang menyatakan bahwa di situlah ia meninggal dunia!
Keringat yang dikeluarkan Danny sudah cukup banyak, ia akhirnya mengetahui kenyataan bahwa ia bukan bermimpi melainkan kembali diingatkan lewat kejadian bertemu dengan cahaya dan akhirnya ia kembali tersadar di dunia ini.
Danny tahu meskipun ia telah mengalami kejadian ini dulu, namun sensasinya masih sama, ia merasa takut dan masih tidak percaya akan apa yang terjadi saat ini.
Tentu saja Brock, Vincent, dan Patricia tidak tahu mengenai hal ini karena memang pertemuannya dengan Danny masih belum cukup lama; yang sebelumnya sudah mengetahui kejadian ini adalah Cecilia seorang elf yang menyelamatkannya ketika desanya diserang penyihir, namun saat ini dia meninggalkannya, dan pula Forhan, sang pria besar berbulu di sekujur tubuhnya yang belakangan ini diketahuinya sebagai seorang demi human yang juga saat ini ia terpisah dengannya.
Danny tahu, ia teringat kembali kejadian lama, ini terlihat seperti mengulang kembali ingatan masa lalu di mana ia bisa kembali dari kematian setelah mengalami 'mimpi' aneh itu.
Untuk ketiga orang yang sedang melihatnya sadar saat ini, tidaklah heran respon mereka bukan bahagia melainkan malah terkejut karena mengetahui dirinya sudah meninggal, eh malah membuka mata kembali.
Danny tidak punya pilihan lain selain menjelaskan pada mereka agar mereka juga tahu apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Te-teman-teman, tolong tenanglah aku baru sadar aku belum pernah menjelaskan tentang hal ini pada kalian ...." Danny berusaha untuk tidak membuat situasi semakin parah; dengan menjelaskan semuanya ia harap mereka bertiga bisa tenang dan lebih mengerti tentang hal ini.
Danny tidak berniat agar menakut-nakuti mereka dengan kejadian seperti ini, hanya saja ia benar-benar lupa akan kejadian aneh ini; dirinya tidak menyangka akan mengalami kembali kejadian yang sudah lama berlalu itu.
Patricia yang melihat hal itu agak sedikit takut, pasalnya baru pertama kali ia melihat Danny yang sudah tiada kini kembali lagi seperti sedia kala.
"A-apa kau ini benar Danny?"
"Ha? Te-tentu saja Patricia! Aku Danny, kita berpetualang bersama ingat? Pertemuan pertama kita di persawahan luas, kita berlatih sihir bersama Kakek Leith dan bertemu dengan Tuan Arthur di perjalanan! Tentu saja ini adalah aku!" Danny berusaha untuk menjelaskan apapun yang bisa membuatnya percaya bahwa itu memang adalah dirinya.
Patricia tidak bisa menyangkal apa yang dikatakan oleh Danny yang telah bangun kembali itu; semua yang dikatakannya itu benar adanya dan tidak ada unsur kebohongan sama sekali.
Gadis itu berusaha berpikir sebagaimana mestinya saat ini, setelah tahu bahwa Danny yang dikiranya telah meninggal itu menjelaskan bahwa dirinya itu benar-benar Danny, maka saat ini Patricia tidak punya pilihan lain selain mendengarkan Danny untuk menjelaskan semuanya.
"A-aku masih bingung akan kejadian ini, tolong jelaskan pada kami mengenai hal ini." Patricia memegang kepalanya tanda ia kebingungan; pikirannya tidak sampai pada alasan bagaimana bisa Danny masih hidup setelah meninggal seperti itu.
Brock dan Vincent juga saat ini masih tertegun, keterkejutan mereka masih ada sampai saat ini, mereka terlihat pucat dan takut melihat Danny saat ini.
Danny tahu kejadian ini adalah hal yang paling sulit untuk dijelaskan, bahkan dirinya itu juga tidak mempunyai alasan logis untuk hal ini- dan kata logis sepertinya tidak cocok diterapkan di sini.
Ini adalah kejadian yang tidak logis dan tidak masuk akal yang pernah di alaminya sendiri, bahkan sampai berkali-kali; ia tidak tahu mengapa dan bagaimana hal ini bisa terjadi, setiap kali mengalami hal ini ia tidak mempunyai penjelasan yang lebih tepat dibanding ....
"Aku punya kemampuan untuk bangkit kembali dari kematian." Danny menjelaskan dengan singkat, padat, dan jelas tanpa embel-embel pemborosan kata, karena memang ia tidak punya penjelasan lain yang lebih singkat dan jelas daripada apa yang telah ia ucapkan saat ini.
__ADS_1