Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 216: Halangan


__ADS_3

Aku berhasil membawa mereka semua! Tinggal saatnya kami menjauhi kota ini dan kelompok Alliance Fight's bisa selamat!


Thor senang rencananya itu berjalan sesuai dengan yang diharapkannya, sebelumnya ia tidak mengira rencananya itu akan berjalan semulus ini.


Kini mereka masih menapaki jalan, sedikit lagi mereka bisa melewati area pepohonan yang bisa membantu pelarian mereka tentunya, dan membuat keberadaan mereka sulit diketahui.


Tengah malam yang dingin, angin berhembus dengan lembut, hanya ada suara ranting dan dedaunan yang tertiup angin.


Aku sudah menekan energi sihirku sebanyak yang aku mampu, sepertinya ini masih belum maksimal ... namun syukurlah tidak ada yang menyadarinya.


Thor melihat kondisi Kibo yang terlihat kurang begitu bagus, ia nampak kelelahan, keringat deras mengalir dari kepalanya.


Matanya terpejam seperti tengah memaksa dirinya agar ia tetap tersadar dengan seluruh kekuatan yang ia punya.


Thor tidak tahu kesakitan atau keadaan bagimana yang Kibo rasakan saat ini, namun nampaknya dengan melihat wajahnya saja saat ini, rasanya ia juga ikut dapat merasakan betapa beratnya beban yang saat ini pria keriting itu alami.

__ADS_1


Thor harus memapah seluruh berat badannya, ini terlihat seperti Kibo sudah tidak memiliki kekuatan untuk berjalan.


Thor menjadi khawatir dengan keadaan Kibo yang kurang baik ini, namun apa boleh buat kelompok Alliance Fight's harus melarikan diri sejauh mungkin dari kota ini.


Bertahanlah Kibo! Kita pasti berhasil melalui ini!


Aku akan berjuang semampuku demi keselamatan kalian semua, maka dari itu bertahanlah!


Aku ... aku tidak akan membiarkan kalian berakhir dengan hukum yang semena-mena!


Mungkin jika saja aku tidak membuka gerbangnya ... mungkin saja kalian tidak perlu mengalami hal seperti ini ....


Mari ... kita melarikan diri dari takdir bersama-sama ....


Kelompok Alliance Fight's masih berjalan di gelapnya malam, namun kunang-kunang terlihat berteberangan ke sana ke mari, itu membuat pencahayaan di tengah gelapnya malam sedikit terbantu.

__ADS_1


Setelah mereka berjalan untuk beberapa saat, tidak ada hal-hal aneh yang mengganggu mereka dan ini membuat mereka semakin yakin bahwa pelarian mereka telah berjalan dengan sukses.


Mereka masih berjalan sambil meminimalkan suara yang ada, jadi selama pelarian mereka tidak mengobrol satu sama lain.


Thor sendiri masih menggunakan sihir penghilang wujudnya itu, dengan tujuan berjaga-jaga meskipun mereka telah meninggalkan kota namun bukan tidak mungkin ada orang-orang atau petualang lain yang bisa menghambat pelarian mereka.


Mereka akhirnya tiba di sebuah area lapangan dataran hijau yang luas, dan untuk sesaat Thor menyadari bahwa ada seseorang yang sepertinya tengah berdiri di ujung sana.


Si-siapa itu? Mungkinkah ada orang lain di sini?


Tapi seharusnya orang itu tidak bisa melihat kami, karena aku masih menggunakan sihir penghilang wujud.


Mereka memutuskan untuk terus berjalan, hendak melewati orang asing yang hanya tengah berdiri saja di sana.


Apa tujuannya orang itu berdiri saja di sana? Aku tidak bisa melihat siapa itu karena dia memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Thor merasakan aura kekuatan yang begitu luar biasa dari sosok yang memakai jubah hitam itu, semakin ia mendekatinya semakin kuat aura yang dipancarkan oleh sosok itu.


Ini sepertinya tidak bagus ....


__ADS_2