
Kibo menghela nafas sebelum mengatakan hal yang ingin ia katakan selanjutnya, entah mengapa perkataannya yang belum selesai itu mengundang pertanyaan bagi yang mendengarnya.
" ... mungkin itu adalah setan ...."
Setidaknya itulah menurut pendapat Kibo tentang makhluk merah yang misterius itu, perasaan tegang malah muncul pada seluruh orang di ruangan ini.
"Se-setan?" Pemilik penginapan menelan ludahnya sendiri, ia tidak menyangka akan mendengar kata-kata yang mengerikan dari pria kriting yang sedang duduk dan menganalisis ceritanya itu.
Namun pemilik penginapan tidak berusaha menyangkal akan statement dari Kibo, ia malah merasa setuju dengan pendapat pria itu.
"Kurasa mungkin memang itulah mereka ...." ujar pemilik penginapan mendukung pendapat Kibo.
Klek ...
"!"
__ADS_1
Tiba-tiba seluruh ruangan menjadi gelap, lebih gelap daripada ketika mereka masuk ke ruangan ini sebelumnya.
"HUAAH!" Anak gadis pemilik penginapan seketika berteriak saat itu juga karena ia belum siap dengan kejadian seperti ini.
Namun beberapa saat kemudian lampu kembali menyala setelah tombol saklarnya ditekan kembali oleh pemilik penginapan tersebut.
"Maaf tuan-tuan atas ketidaknyamanannya, memang hari-hari ini lampu yang berada di ruangan ini sering mati dan menyala di kondisi waktu tertentu, entah mengapa bisa begini, mungkin sepertinya harus segera di ganti," ucap pemilik penginapan kembali ke tengah ruangan setelah menyalakan saklar lampu yang berada di sisi kanan ruangan dekat pintu staff khusus.
"Oh, tidak apa tuan pemilik," ucap Kibo
"Wah, hari sudah beranjak petang, kalau begitu apakah kalian mau makan atau minum?" tawar pemilik penginapan itu.
Kebetulan Kibo dan seluruh anggota yang lainnya merasa lapar dan mereka pikir ini adalah waktu yang tepat untuk mengisi kembali tenaga mereka.
"Tentu Tuan Pemilik ...." Kibo menyetujui tawaran pemilik tenpat ini.
__ADS_1
Akhirnya ke tiga puluh satu orang mengantri satu persatu di kasir untuk memesan makanan yang mereka inginkan, yang melayani pesanan mereka ternyata adalah anak gadis pemilik penginapan ini.
Akhirnya setelah gadis pelayan itu mencatat seluruh pesanan, mereka di haruskan menunggu beberapa saat sebelum makanan itu jadi, karena harus dilakukan proses pembuatan terlebih dahulu.
Selagi menunggu, Kibo dan anggota kelompok yang lainnya tentu saja mengobrol satu sama lain, pembicaraan yang ringan sedang mereka bicarakan saat ini.
Tak lama kemudian masing-masing pesanan telah selesai dibuat dan diantarkan oleh pelayan yang bekerja di sini, ada sekitar tiga pria pelayan yang sedang melayani mereka saat ini.
Akhirnya makanan dan segelas besar bir sudah ada di meja mereka, tak sabar lagi menunggu mereka akhinya melahap makanan kesukaan mereka masing-masing dengan lahap.
Makanan yang disajikan di sini cukup enak jika kau tanya pendapat Kibo, sekarang ini ia sedang makan makanan kesukaannya yaitu ikan, segala jenis ikan ia suka, kali ini ikan yang di goreng dan dibumbui dengan bumbu khusus.
Ia menikmati makanan tersebut, begitupula dengan seluruh orang lain yang sedang makan bersamanya itu.
Lagi-lagi ketika Kibo teringat Yizi, ia ingat karena makanan kesukaannya sama dengannya, suka semua jenis ikan tentunya, dulu sekali terkadang mereka memancing dan membuat ikan bakar bersama, kenangan yang tiba-tiba teringat ketika ia makan makanan kesukaannya itu.
__ADS_1