Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 152: Melepas Lelah


__ADS_3

"Ya tuan, segala kemungkinan ini mengarah pada keburukan yang mengerikan ...." Malah kini cara berbicara mereka seperti menggunakan kode rahasia saja.


Kibo tidak habis pikir dengan pihak kerajaan barat, mengapa pula mengabaikan hal ini adalah solusinya? Apakah dengan cara ini akan menyelesaikan masalah?


"Saya harap tuan bisa memahami bahwa makhluk iblis itu adalah jahat, jika keadaan semakin tidak terkendali lebih baik tuan pindah saja ke kota yang cukup ramai penduduk dan agak jauh dari tempat ini." Kibo cukup mengkhawatirkan akan pemilik penginapan ini, ia tidak mau bila kejadian buruk menimpa orang baik ini.


"Seperti saya bilang tadi tuan, jika hal ini semakin memburuk saya akan segera meninggalkan tempat ini ...."


Waktu terus berjalan seiring mereka mengobrol satu sama lain, bahkan saat ini dari dalam terdengar suara angin yang seperti ingin masuk ke dalam sini, haluan suara angin sangat jelas terdengar.


Terdengar juga suara angin itu menghentak-hentak bagian luar dari tempat ini.


"Apakah setiap malam di tempat ini selalu seperti ini tuan?" Kibo ingin lebih tahu mengenai kondisi tempat ini.


"Sesekali memang cuaca di sini terkadang kurang stabil, jika siang maka akan panas sekali sebaliknya jika dingin maka akan dingin sekali," ujar pemilik penginapan.

__ADS_1


Kibo mengangguk-angguk tanda setuju, memang tadi ketika ia melewati jalan ini, cuaca panas yang tak terhindarkan menerpanya ... hingga akhirnya mereka harus minum berbotol-botol air yang mereka bawa di tengah perjalanan mereka siang tadi.


"Tenang saja tuan, saya rajin merawat tempat ini, jadi hal seperti cuaca tidak akan begitu berpengaruh pada bangunan ini hehe ...." Terlihat pemilik penginapan tersenyum bangga ketika mengatakan hal tersebut.


"Begitukah? Syukurlah ...."


"Kuda tuan-tuan sekalian bagaimana? Apakah mereka tidak kedinginan di luar?"


"Oh, tidak apa, mereka adalah kuda yang selalu bersama kami, dan juga mereka kuat pada cuaca seperti ini," ujar Kibo menjelaskan.


Jika di lihat ke luar memang saat ini kuda-kuda anggota kelompok Alliance Fight's tengah tertidur, berdekatan satu sama lain ditengah haluan angin yang cukup dingin menerpa mereka saat ini.


Mendengar pertanyaan itu Kibo sedikit khawatir karena takut bila para teman-temannya itu malah sedang asyik mengobrol saat ini.


Kibo membuka pintu ke luar ruangan khusus untuk melihat apa yang terjadi di ruangan bar yang telah ia tinggalkan sejenak tadi.

__ADS_1


"Ngrrokk ...."


"Huah ...."


"Zzzzzz ...."


Malah saat ini terlihat para anggotanya itu sedang tertidur pulas di meja bar itu, mereka tampak sangat menikmati istirahatnya itu.


Padahal Kibo kira ia harus mengganggu keasyikan mengobrol teman-temannya itu dan memaksa mereka untuk segera beristirahat namun ternyata ia tidak perlu melakukan hal itu, obrolan ramai yang dilakukan oleh para pria besar tadi ternyata sesingkat ini.


"Emm ... Tuan pemilik? Saya rasa akan tidur di ruangan bar saja bersama dengan yang lainnya," ucap Kibo kembali ke ruangan staff.


"Wah, begitukah? Padahal para pelayan saya telah menyiapkan kamar untuk tuan-tuan sekalian ...."


"Tidak apa tuan, mungkin mereka lebih nyaman seperti ini, tidak enak juga kalau mereka dibangunkan setelah tertidur pulas begitu ...."

__ADS_1


Pemilik penginapan memahami apa yang dimaksud oleh Kibo, ia tidak memaksakan tamunya agar menempati kamar yang sudah mereka siapkan itu.


"Baiklah jika begitu, saya akan bergabung dengan mereka untuk tidur, Tuan pemilik boleh mematikan lampunya," ujar Kibo sembari meninggalkan pemilik penginapan ke luar ruangan staff itu.


__ADS_2