
Patricia masih berusaha untuk membuat Tuan Vincent kembali pulih seperti sedia kala, seperti dugaannya sebelumnya memang luka bakarnya ini tidak begitu parah sampai membahayakan nyawanya, ia bisa merasakannya melalui kemampuan penyembuhnya itu.
"Tuan Vincent akan sadar sebentar lagi." Patricia memberikan kabar yang ingin didengar oleh Danny saat ini, memang Patricia sendiri sudah yakin akan hal ini, kemampuannya pasti bisa memulihkannya kembali.
Danny memerhatikan luka di sekujur tubuh Vincent yang kemerahan itu, aura hijau yang muncul meregenasi seluruh luka-luka yang ada di tubuhnya itu, tidak butuh waktu lama luka bakar yang basah itu sudah tertutup dengan daging kembali yang menandakan ini adalah hal yang baik.
Beberapa saat ke depan, tubuh Vincent terlihat membaik dan sudah seperti sedia kala, dan beriringan dengan itu cahaya penyembuhan berangsur-angsur hilang dan kemudian pria berambut sebahu itu perlahan membuka matanya.
"Uuuh." Pandangannya sedikit kabur namun kemudian perlahan membaik, kepalanya terasa berat dan tidak mengetahui dirinya sedang berada di mana saat ini, yang pasti ia menduga ini adalah tempat di mana seorang yang sudah meninggalkan dunia berada.
"Vincent!" Danny bersemangat dan senang karena temannya itu sudah kembali sadar, dan dengan keadaan yang sudah membaik itu.
Dan Vincent pun melihat ada tiga orang yang dikenalnya tengah melihatnya dengan ekpresi yang terlihat bahagia, dan orang-orang itu dikenalnya, untuk sesaat ia berpikir hal lain ketika melihat mereka.
"Ah, tidak buruk juga, di tempat ini aku bisa melihat orang-orang yang kukenal," gumam Vincent pelan, namun terdengar jelas bagi ketiga orang yang senang karena dirinya sudah sadar kembali itu.
Dia menyangka dunia ini adalah dunia akhir di mana ia sudah kalah dari Tifee, iblis perempuan kuat itu, dan yang ia percaya saat ini dia sudah berakhir dengan cara sebelumnya masih diingatnya itu.
Danny sendiri jadi kebingungan mengapa Vincent jadi berbicara aneh seperti itu, apakah dia ini belum sadar sepenuhnya apa yang telah terjadi? Ataukah ada penyebab lain?
"Vincent." Danny berupaya mengguncangkan bahu temannya itu yang terlihat sedang melamun memikirkan sesuatu itu, semoga dengan ini Vincent bisa kembali sadar dan menanggapi orang-orang yang tengah bingung dengan keadaannya itu.
"Lucu sekali ... setelah aku melihat bayangan teman-temanku kini aku merasa di sentuh oleh mereka ...." Dan lagi-lagi pria itu belum sadar dan masih menganggap dirinya itu sudah meninggalkan dunia ini, ia berpendapat mungkin ini adalah sebuah perasaan damai yang didapatnya sebagai upah karena dia berbuat baik di dunia.
__ADS_1
"A-ada apa dengannya?" Barangkali ada sesuatu yang salah, Patricia mungkin saja tahu akan kondisi Vincent yang sesungguhnya.
"Dia masih belum menyadari kita Danny karena memang kondisinya sudah jelas membaik seperti sedia kala, aku tidak tahu mengapa Tuan Vincent seperti ini." Bahkan Patricia tidak tahu mengapa orang yang sudah dipulihkannya itu bertingkah aneh saat ini.
Plak!
Untuk jaga-jaga Danny menggampar pipi temannya itu dengan keras, siapa tahu ada reaksi yang berbeda darinya.
"Hei sakit tahu!" Lamunan Vincent buyar, tubuhnya bangkit seketika ketika Danny menamparnya dengan cukup keras, rasanya sakitnya begitu nyata setelah ia menduga semua ini hanyalah bayangan ingatannya semata.
"Ah, dia baik-baik saja." Danny malah tersenyum lega dan akhirnya tahu ternyata temannya itu hanya melamun semata, tidak ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan tentangnya.
"Ah!" Vincent sadar seketika itu juga, ia melihat sekujur tubuhnya sendiri, luka bakar yang sebelumnya ada dan mengganggunya sudah hilang dan juga berikut dengan rasa sakitnya, saat ini ia merasa sangat sehat seperti sedia kalanya.
"Ini bukan dunia lain?" Bingung, itu adalah kata yang tepat yang dialami oleh Vincent, ia tidak mengerti mengapa bisa-bisanya ia kembali ke tempatnya semula sedangkan ia seharusnya sudah kalah dari iblis itu?
"Dunia lain? Apa yang kau maksud Vincent?"
"Ah Danny, aku seharusnya tidak berada di sini, sebelumnya aku kalah ketika menghadapi iblis yang tiba-tiba kutemui." Penjelasan cepat dikatakan oleh Vincent, yang memang sebenarnya terjadi seperti itu.
"Melawan iblis?! Apa jangan-jangan itu sebabnya kau terluka tadi?!" Pada akhirnya Danny tahu akan alasan mengapa temannya bisa terluka seperti itu.
"Luka bakar ya? Ya, itu adalah sihirku sendiri," jawabnya pendek, sambil meraba-raba wajah dan tangannya sendiri, seperti dugaannya sama sekali tidak terasa sakit, hal itu cukup menenangkannya karena siapa tahu jika di tekan bekas lukanya akan terasa sakit, namun ternyata tidak juga.
__ADS_1
"Hah?! Kau terluka oleh sihirmu sendiri dan bukannya oleh serangan iblis itu?!" Ketidakpahaman tetap berlanjut, Danny tidak mengerti mengapa bisa-bisanya Vincent melakukan hal yang sangat merugikan itu.
"Bukan begitu Danny, aku menggunakan sihir apiku dari jarak dekat, berisiko namun hanya itulah pilihanku agar bisa bertahan dari iblis yang menyerangku itu."
"Mengapa kami tidak menyadari kau sedang bertarung bersama makhluk itu Vincent?" Tuan Housen menemukan hal yang janggal dan tentu saja ini membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pria itu.
Fakta bahwa tidak seorangpun dari mereka berempat yang mengetahui bahwa Vincent tengah bertarung sendirian bersama dengan iblis sudah membuat pertanyaan yang besar di antara mereka berempat saat ini.
"Tifee, itu adalah nama iblis itu, dia mengaku sebagai murid Olivia yang memang adalah komandan besar iblis, aku tidak tahu apa maksudnya."
Dari sini Danny dapat menangkap sesuatu yang tidak asing baginya untuk didengar, berhubungan dengan kejadian yang dulu dialaminya, pada akhirnya hanya mengingatkannya pada kesedihan karena kehilangan teman terdahulunya itu.
"Komandan besar iblis, itu mengingatkanku pada kejadian lampau." Selanjutnya Danny ingin mencurahkan isi hatinya karena perkataan Vincent yang mengingatkannya akan sesuatu itu.
"Kau tahu sesuatu tentang itu Danny?" Tuan Housen bertanya dengan suara nyaring, ia nampak tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Danny sebelumnya, mengenai kejadian ini dan keterkaitan dengan masa lalunya.
"Ya ... aku pernah berhadapan dengan salah satu komandan besar iblis bernama Victoria, aku dan teman-temanku terpisah karena dia, namun setidaknya dia berhasil dikalahkan oleh salah satu temanku."
"Kekuatannya begitu besar dan melampaui apa yang kupikirkan dahulu, mengingatnya saja membuatku sadar kembali akan iblis yang mengancam kita saat ini, dan tidak kuduga kau melawan murid dari komadan besar iblis, sudah pasti dia kuat dan menyulitkanmu ya?"
Vincent mengangguk. "Kau benar Danny, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan iblis menyebalkan yang tengah membuntuti kita sejak dari kota, alasan kalian tidak menyadari aku tengah berhadapan dengannya karena dia menggunakan kemampuannya yang lain, dia merubah tempat hingga akhirnya aku berada di tempat lain."
"Kemampuan lain?" Tuan Housen merasa heran ketika mendengar hal ini.
__ADS_1