
Tepat bersamaan dengan Kibo masuk ruangan itu, pintu yang terbuat dari alumunium keras itu tertutup dan menyebabkan suara khas besi yang teriris terdengar.
Blugh ....
Tubuh Kibo mendarat dengan mulus di lantai terkotor yang pernah ada, ia sendiri malah bertanya-tanya kapan terakhir kali ruangan ini dibersihkan?
Kibo berusaha bangun dari lantai itu dengan keadaan tangan dan kaki yang terikat oleh besi, setelah usaha yang cukup keras akhirnya ia bisa berdiri kembali.
Mengapa aku harus berada di tempat seperti ini?
Kibo memerhatikan ruangan selnya itu, meskipun tidak terlalu luas namun agaknya bisa menampung cukup banyak orang untuk ditahan di sini.
Kibo sendiri setuju bahwa memang sel penjara seperti ini hanya untuk penjahat kelas tinggi saja, dengan kondisi yang benar-benar memprihatikankan, tempat ini seharusnya tidak menampung manusia untuk berada di dalam sini.
Atap sel cukup tinggi, hanya ada total tiga jendela di atas sekali, berukuran sangat kecil, hanya lewat sanalah cahaya bisa masuk, jika dipikir-pikir lagi memang para tahanan yang berada di sini tidak akan pernah bisa untuk keluar dari sini.
__ADS_1
Jalan keluar satu-satunya hanyalah saat mereka keluar dari sel ini ... maksudnya adalah jika mereka dikeluarkan oleh penjaga penjara di kota ini.
Bau yang menyengat menyerang hidung Kibo saat ini, namun apa daya ia tidak dapat menutup hidungnya dengan tangannya, dan jika itu memang dapat dilakukan rasa-rasanya bau menyengat ini akan tetap menerobos melalui indra penciuman dengan paksa.
Kibo berusaha menyingkirkan tanah yang ada di sekitarnya itu dengan menggunakan kakinya, entah sudah berapa lama ia di intrograsi oleh para penjaga di sini, hal itulah yang membuatnya lelah.
Setelah semua tanah yang berbau tidak sedap itu sudah berhasil disingkirkannya, meskipun tidak semua namun yang penting ia dapat duduk di sana.
Lantainya berwarna hitam yang terbuat dari semen, jika saja ada yang membersihkannya mungkin saja tempat ini masih bisa tertolong, namun sayangnya tempat ini memang sudah di pastikan harus memiliki suasana seperti ini.
Kibo tertawa kecil, ia tidak menyangka akan berakhir seperti ini ... semua yang telah ia lalui sia-sia dan berakhir lebih buruk dibanding saat ia memulainya.
Aku datang ke tempat ini untuk mengikuti kompetisi, mendapat uang, dan menggunakannya untuk kepentingan kelompokku ... namun yang sekarang terjadi adalah aku dalam sekejap menjadi penjahat kelas tinggi di kota ini ... sungguh kenyataan yang sulit dipahami.
Kibo tertunduk lesu bersandar pada dinding sel itu, perasaannya campur aduk, namun yang paling mengena pada hatinya tentu bukanlah hal yang terlalu positif.
__ADS_1
Rasa-rasanya ia memang putus asa saat ini, namun Kibo tidak mau membiarkan perasaannya menguasainya saat ini, ia berusaha untuk tetap tenang untuk melawan perasaannya sendiri.
Apa yang sebenarnya telah kelompok kami lakukan?
Mengapa semua orang tidak percaya dengan cerita yang kuceritakan? Padahal aku mengatakan hal yang sebenarnya ....
Kibo menghela nafasnya dalam-dalam, ia terisak namun berusaha untuk menahan air matanya.
"Memangnya apa yang telah kami lakukan?"
Hidung pria keriting itu mampet, sebenarnya hal itu tidak begitu buruk untuk terjadi pasalnya hidungnya itu akan lebih banyak mengacuhkan bebauan yang benar-benar menyebalkan ini.
Mengapa ... mengapa semua ini terjadi?
Tanpa terasa pria itu tertidur karena kelelahan, tidak hanya pada tubuhnya tetapi pada pikirannya juga.
__ADS_1