
Yizi tersenyum, bukan senyum ramah melainkan nampak seperti senyum mempermainkan yang dipadukan dengan rasa emosi kesal dan marah.
"Kau pikir kau telah membunuh siapa?! Yang harusnya kau bunuh aku! Bukan Kibo, apakah kau sadar sekarang?"
Arthur yang nampak masih kurang percaya itu akhirnya berusaha untuk tetap tenang.
"Bagaimana rasanya membunuh orang yang tidak bersalah itu? Kau telah dengar pernyataan kelompok kami bahwa kami tidak bersalah, namun kau tetap bersikeras tidak memercayai kami bukan?"
"Aku tidak habis pikir denganmu Tuan, tidak ... rasa hormatku padamu sudah hilang, Arthur ... kau sama sekali bukanlah penegak keadilan bagi dunia ini!"
"Apa?!" Arthur mulai serius dalam menggunakan tenaganya itu tidak hanya tenaga fisiknya, kekuatannya itu ia gabungkan juga dengan kekuatan sihirnya; ini menciptakan kombinasi kekuatan yang jauh lebih kuat daripada yang sekarang ia miliki.
Aura berwarna kuning mulai menyelimuti tubuh sang ksatria suci itu dengan kekuatannya yang sekarang ia mampu untuk menggerakan badannya sedikit demi sedikit.
Yizi yang mengetahui ini tidak tinggal diam, ia ikut pula mengerahkan kekuatannya yang sebenarnya yang mekanismenya sama yaitu menggunakan kekuatan sihirnya juga dan perlahan aura berwarna merah mulai menyelimuti tubuhnya itu.
__ADS_1
Kini masing-masing dari mereka berdua telah mengerahkan kekuatan yang mereka miliki sekarang, setidaknya kekuatan yang sama persis terlihat pada diri mereka masing-masing.
"Arthur, kau sama sekali tidak mengerti apa-apa dari sudut pandang kelompok kami ... yang kau pedulikan hanyalah keadilan yang dibutakan oleh berbagai peraturan yang ada sampai-sampai fakta kebenaran yang sesungguhnya kau abaikan, aku benar-benar kecewa padamu Arthur." Yizi menumpahkan isi hatinya pada sang ksatria suci itu.
"Dengan tanpa ampun kau mengakhiri hidup seseorang tanpa mengetahui yang sebenarnya terlebih dahulu, aku pikir tindakanmu itu benar-benar sulit untuk mencerminkan dirimu yang sebenarnya."
"Kau adalah idolaku Arthur! Sejak dulu aku selalu bermimpi bertemu dan berbicara denganmu! Aku pikir kau adalah orang yang terlalu baik yang bisa orang bayangkan saat ini! Semua orang selalu melihat keramahanmu dan kebaikanmu."
"Namun apa yang sebenarnya kau lakukan pada orang-orang yang 'jahat' ini? Kau mengeksekusinya tanpa mendengarkan mereka sama sekali? Kenyataan apa yang kuketahui tentangmu sekarang?!"
Arthur hanya terdiam mendengar banyaknya perkataan dari sang pria bernama Yizi ini, matanya tidak menyorotkan kebaikan lagi melainkan saat ini ia dipenuhi ambisi dengan tujuan yang belum sempat diselesaikannya tiga tahun lalu.
"Yizi ... kau akan segera menyusul saudara-saudaramu ke alam sana."
"Apa?!"
__ADS_1
Dengan cepat Arthur memegang lengan kanan Yizi yang sedang menekan lehernya itu, kemudian ia meremasnya dengan kuat.
"Aarghh!"
Remasan tangan kanan Arthur yang begitu kuat memaksa Yizi harus melepaskan sang ksatria suci itu, ia memilih untuk mundur ke belakang.
Para tahanan memilih untuk tidak dekat-dekat dengan Arthur dan Yizi, mereka berpendapat bahwa keduanya tidak sedang dalam kondisi hubungan yang baik.
Yizi melompat ke belakang, ia melihat tangan kanannya yang telah diremas Arthur, itu terlihat seperti kertas yang diremas dengan empuk.
Dagingnya lengan kanannya seperti terkilir dan terperas oleh suatu benda yang amat kuat, namun dalam kenyataannya Arthurlah yang telah membuat keadaan lengannya seperti itu.
Kini darah mulai bertetesan dari lengan kanan Yizi, rasa sakitnya itu masih terasa meskipun kondisi fisiknya kuat dan juga memakai bantuan kekuatan sihir.
Di sisi lain Danny melihat apa yang dilihatnya ini adalah suatu kejadian yang sulit dimengerti.
__ADS_1
"Arthur ...."