Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 424: Terpecah


__ADS_3

- Beberapa bulan lalu-


-Ruangan Rapat Pertemuan Antar Raja-


Raja Timur, Tarnatos, Raja Barat Gordon, dan Raja Selatan, Fernando, ketiga Raja yang sudah lanjut umur ini sedang mengadakan pertemuan penting di sebuah tempat yang dirahasiakan.


Ketiga Raja ini menggelar pertemuan setelah beberapa saat lalu terjadi hal yang cukup aneh.


Mereka bertiga menggelar pertemuan tertutup di sebuah ruangan yang cukup besar, ada jarak di antara mereka, masing-masing duduk di kursi dan disediakan meja yang juga mewah dan besar.


Dan topik yang dibicarakan ketiga orang penting ini tidak lain tidak bukan adalah ras iblis yang sudah mulai berbuat semena-mena.


Sebenarnya kejadian yang terjadi sudah lama, namun baru kali ini ke-tiga raja memutuskan untuk bertemu satu sama lain untuk membahas hal ini.


Penampilan ketiga raja ini kurang lebih sama, mereka ini sudah berusia lanjut dan yang membedakannya hanyalah baju kerajaan yang dikenakan oleh masing-masing mereka saja.


Raja Tarnaros memakai pakaian kerajaan dari ujung kepala yang adalah mahkotanya sendiri sampai pada sepatu yang dikenakannya bernuansakan kuning keemasan.


Raja Gordon memakai mahkota yang lebih besar dibanding kedua raja yang lain dan seluruh pakaian dan pernak-pernik yang ada dipakainya itu bernuansakan merah, tegas dan terasa berani.


Raja Fernando sendiri memakai pakaian kerajaan yang lebih sederhana dan tidak terlalu mencolok dibanding dengan kedua raja lain, tidak terlalu ada banyak pernak-pernik di sana dan bajunya bernuansakan hijau, tenang dan mengalir segar.


Raja Gordon memulai pertemuan ini dengan nada yang berat dan tegas, membuat suasana pertemuan menjadi tegang seketika itu juga.


"Ras iblis sudah mulai bergerak! Dia menyerang area gurun di Kerajaan Barat, dan kami kehilangan salah satu ksatria suci terbaik di wilayah kami, ini tidak bisa dibiarkan!"


"Siapa yang tahu mereka akan bergerak baru-baru ini?" Raja Fernando memainkan kumis kecilnya, menjawab santai nada tegas yang didengarnya dari Raja Kerajaan Barat, ia sama sekali tidak terpengaruh dengan Raja Gordon yang terlihat sangat tegas dan malahan lebih nampak seperti orang marah.


"Fernando! Ini bukanlah masalah sepele! Ras iblis yang selama ini kita berikan wilayah di daerah utara mulai bergerak dan mengganggu wilayah lain!" Raja Gordon tidak senang melihat Raja Kerajaan Selatan yang terlihat santai dan tenang seolah tidak ada hal yang serius terjadi.


"Apakah kita sudah mempersiapkan untuk ini sebelumnya? Apakah leluhur kita mengingatkan kita?" Fernando mengelak memberi jawaban langsung pada temannya itu, namun ia memberikan pernyataan yang tidak bisa dibantah oleh raja lain, yakni leluhur mereka sama sekali tidak memerhatikan atau mempedulikan akan adanya ras iblis di dunia ini.


"Bukan saatnya kita menyalahkan leluhur! Toh mereka semua sudah tiada, kita harus segera bersiap-siap untuk kemungkinan yang terburuk!" Raja Gordon bisa dibilang penuh semangat dan memiliki tekad yang jelas, ia yang sudah melihat bagaimana wilayah gurun Kerajaan Barat diserang dan kini sudah menjadi daerah kekuasaan iblis.


"Ras iblis sudah mulai menyerang? Itu bukanlah hal yang mengejutkan ...." Lagi-lagi Fernando tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh Gordon yang menghabiskan energi masa lanjutnya dalam setiap nada pembicaraannya yang tegas dan raut wajahnya yang terlampau serius.


Srek.


"K- kau?!" Gordon berdiri dari tempat duduknya ia tidak tahan denga sikap Raja Kerajaan Selatan yang terlalu santai dan tidak peduli, seolah-olah apa yang dibicarakannya hanyalah angin lalu dan sama sekali tidak ada masalah.


"Tolong Tuan-tuan jangan bertengkar ... di sini kita hendak berdiskusi mengenai masalah yang ada, mohon tetap tenang ...." Tarnatos, Raja Kerajaan Timur berupaya untuk mendinginkan suasana pertemuan yang mulai panas ini, ia tentunya tidak ingin pertemuan ini membuat masalah baru bagi mereka.


"Hhm ...." Gordon dan Fernando mendengus kesal, mereka akhirnya tahu emosi tidak akan membuat semuanya berubah menjadi lebih baik.


"Tuan Gordon, saya mengerti ras iblis memang mulai merencanakan sesuatu beberapa waktu lalu, saya pernah menjadi korbannya."


"Apa?!" Gordon tidak percaya akan apa yang didengarnya itu, dan tentunya ini membuatnya membutuhkan lebih banyak penjelasan dari Tarnatos tentang hal yang telah ia utarakan itu.

__ADS_1


Raja Kerajaan Timur kemudian menjelaskan kepada Raja lain soal dia yang dikendalikan oleh iblis sampai-sampai ada kudeta dari pasukannya sendiri yang mengakibatkan banyak kerusakan dan korban jiwa.


"Licik sekali!" Mendengar cerita Tarnatos membuat Gordon semakin geram, kemarahannya pada ras iblis malah menjadi-jadi, kini urat-urat di sekitaran wajahnya jadi tegang dan nampaknya ia butuh waktu untuk mendinginkan kepalanya kembali.


"Hm, ras iblis ternyata punya cara tersendiri agar bisa menguasai dunia ini, mereka menyebar teror dengan tersembunyi dan membuat masalah di daerah lain, strategi mereka boleh juga." Fernando malahan memuji bagaimana pintarnya ras iblis dalam menjalankan rencananya itu.


"Benar Tuan Fernando, ras iblis pintar sekali dalam memanfaatkan situasi dan juga menebar teror, kita tidak tahu lagi cara apa yang akan mereka gunakan untuk mengacau." Tarnatos mengakui bagaimana ras iblis tidak hanya mengandalkan kekuatan namun juga kepintaran yang begitu hebat.


"Ngomong-ngomong, kedua ksatria terbaikku, Dua Mematikan, Jack dan Gill juga menjadi korban ketika dulu kutugaskan untuk mengurus masalah iblis ini ...." Fernando akhirnya berbicara tentang bagaimana ras iblis juga tidak hanya mengganggu pada kerajaan timur dan barat, namun pada kerajaan selatan juga.


"Benarkah? Ada apa dengan kedua ksatria terbaik anda Tuan?" Tarnatos tentunya ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini.


Fernando akhirnya bercerita secara singkat tentang bagaimana Jack dan Gill harus kalah dan disandera oleh iblis, mengakibatkan hilangnya harapan, namun keajaiban pun terjadi mereka berdua diselamatkan oleh seorang asing dari para iblis itu dan berhasil selamat.


"Mereka diselamatkan?" Tarnatos penasaran, siapa gerangan yang bisa menyelamatkan kedua ksatria terbaik yang bahkan kalah oleh iblis yang sedang mereka incar itu?


"Siapa?" Gordon bertanya singkat dan jelas, rasa penasarannya tidak kalah dengan Tarnatos terntunya.


Fernando mengayunkan tangannya. "Entahlah, mereka berdua hanya bercerita seperti itu, mereka tidak memberi tahu identitas si penyelamat ...."


"Ah ...." Tarnatos cukup kecewa dengan jawaban Fernando, ia pikir dengan mengetahui seorang misterius yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan iblis tentunya akan menjadi harapan manusia untuk bertahan di masa depan.


"Jadi apa yang akan kita lakukan? Iblis tidak akan menunggu rencanaya selesai sendiri bukan?" Fernado akhirnya lompat pada kesimpulan yang akan dicapai dari topik yang mereka bahas.


"Kita tidak bisa menyalahkan orang-orang dahulu yang telah mengizinkan iblis tinggal di sini, semua pilihan memang ada konsekuensinya, dan sekarang kita menghadapi konsekuensinya." Tarnatos menyampaikan pendapatnya dengan terbuka, di mana tidak selamanya hal yang diinginkan terjadi.


"Benar, sekarang ini kita harus menemukan jawaban untuk menghadapi konsekuensi ini." Gordon menambahkan pendapatnya juga, nada bicaranya sudah normal kembali dan tidak lagi terbawa emosi yang berlebih seperti awal.


"Kau benar Tarnatos, aku dahulu pernah punya rencana seperti itu, namun karena beberapa hal aku tidak mengungkapkan rencana ini secara terbuka." Gordon menerima usulan Tarnatos, namun Fernando mencium ada bau-bau hal lain di sini.


"Gordon, apa yang lebih penting dari menyatukan kekuatan? Apakah Kerajaanmu terlalu yakin bisa menghadapi semuanya sendirian?" Fernando bicara kenyataan meskipun terdengar pedas, namun pada akhirnya ia juga menuntut jawaban atas pernyataan Gordon tadi.


"Apa? Alasan yang tidak kusebutkan memang tidak kalah penting!" Gordon bersikeras berasalan bahwa rencananya dahulu agar menbuat semua kerajaan bersatu menjadi tenggelam karena urusan lain yang sama pentingnya.


"Sudahlah Gordon, Fernando, kita tidak punya banyak waktu, jadi bagaimana menurut kalian usulan ini?"


Raja wilayah barat dan Raja wilayah selatan terdiam, sepertinya mereka ini punya sesuatu untuk diungkapkan sebelum benar-benar menjawab pertanyaan Tarnatos.


"Apa kita bisa percaya satu sama lain?" Akhirnya Fernando mengungkapkan alasannya mengapa ia terdiam sejenak tadi, dan seketika itu juga suasana kembali menjadi tidak bersahabat karena pertanyaannya ini.


"Apa yang anda maksud Fernando?" Tarnatos tidak mengerti mengapa Raja Kerajaan Selatan bertanya seperti itu.


"Lihatlah kenyataannya Tarnatos, bahkan sebelum isu ras iblis ini menyebar apakah kita berhasil menyelesaikan masalah antara kerajaan kita?" Fernando berbicara tentang bagaimana kerajaaan ternyata masih memiliki masalah yang belum tuntas sebelum mereka benar-benar bisa bersatu.


"Apa kita punya waktu untuk menyelesaikan masalah lain? Fernando seperti yang telah dikatakan Gordon kita harus bergerak cepat." Tarnatos sekarang mencoba menyakinkan Raja Kerajaan Selatan bahwa waktu sekarang ini benar-benar tidak dapat diprediksi kapan ras iblis akan kembali bergerak.


"Katakan itu pada Gordon, Tarnatos, dia yang mempunyai rencana untuk bersatu hanyalah untuk menguntungkan pihaknya saja." Fernando melirik ke arah Gordon dengan tajam, seolah ia sudah tahu maksud sebenarnya dari permintaan Gordon dari awal.

__ADS_1


"Apa? Apa itu benar Gordon?" Tarnatos mencoba mencari kebenaran di sini.


Gordon terdiam sejenak, kini ia memang terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.


"Lihat dia hanya diam, itu berarti ia memanfaatkan rencananya itu untuk kepentingannya sendiri ...." Fernando menyatakan eksekusi akhir tanpa menunggu penjelasan sebenarnya dari Gordon.


"Kematian salah satu ksatria suci yang tersohor merupakan pukulan yang telak bagi Kerajaan Barat, dan itu adalah skenario yang terjadi, namun apa yang terjadi apabila lima ksatria suci masih utuh? Tentunya Kerajaan Barat tidak pernah berpikir untuk mengadakan persatuan, mereka punya lima orang kuat di daerahnya apa lagi yang kurang?"


"Gordon, apakah itu benar?" Tarnatos merasa tidak percaya, namun melihat Raja Kerajaan Barat itu terdiam ia malah jadinya menduga hal lain.


"Ugh, aku tidak bisa menyangkal itu, kematian salah satu ksatria suci kerajaan barat memang membuat Kerajaan Barat terpukul ...." Gordon sedikit menurunkan kepalanya, keringat terlihat menetes di sekitaran wajahnya.


"Jadi rencana persatuan ini bukan seperti yang seharusnya?" Tarnatos tidak percaya mengapa Raja Kerajaan Barat menyembunyikan alasan sebenarnya.


"Fernando! Jangan kau pikir kau benar dalam masalah ini! Selama ini hubungan antara Kerajaan Barat dan Kerajaan Selatan tidak sebaik yang orang kira! Kau bahkan pernah mencoba mencuri sesuatu yang penting bagi kami!" Gordon menunjuk Fernando dengan geram, menyatakan bahwa Kerajaan Selatan kerap kali mengganggu Kerajaan Barat.


Fernando, sang penguasa wilayah selatan tetap tenang meskipun menerima tuduhan seperti itu, ini terlihat bahwa ia menerima apa yang telah diungkapkan oleh Gordon.


Sambil mengangkat tangannya Fernando menjawab, "Aku tidak bilang hubungan kita baik, namun memang benar aku sempat berlaku seperti itu."


"Lihat Tarnatos! Aku memang punya tujuan tersendiri tapi Fernando lebih buruk dariku! Dia bahkan hendak mengganggu Kerajaan Barat menggunakan dua ksatria terbaik yang ia punya!" Gordon memanfaatkan pernyataan Fernando sebagai pembelaan dirinya.


Fernando diam, dan kemudian berdiri. "Sudahlah, tidak ada gunanya kita mengadakan pertemuan seperti ini, dari dahulu kita sama sekali tidak pernah bekerja sama, dan masalah yang ada tetap ada."


"Apa?" Tarnatos tidak percaya pertemuan ini akan berakhir tidak seperti yang ia harapkan sebelumnya.


"Daripada kita bekerja sama namun tidak demi kepentingan bersama lebih baik kita bekerja sendiri saja, aku dengan dua ksatria terbaikku." Fernando perlahan meninggalkan area pertemuan itu.


"Dan aku dengan empat ksatria suciku yang tersisa." Gordon pun melakukan hal yang sama, ia meninggalkan area itu yang kini hanya tinggal Tarnatos yang duduk di sana.


"Apa? Mengapa mereka tidak mau bekerja sama di saat yang sulit seperti ini?" Tarnatos menundukkan kepalanya, sungguh ia tidak percaya akan kedua pemimpin yang ternyata masih mementingkan kepentingannya masing-masing dibanding dengan keberlangsungan umat manusia di dunia ini.


"Apakah memang dari awal kita tidak bisa bersatu?" Tarnatos benar-benar terpukul akan keputusan yang berakhir buruk seperti ini, kini ia tidak tahu lagi harus berlaku seperti apa demi memendam pergerakan iblis yang sama sekali tidak akan berhenti.


Sejak pertemuan itu berakhir, kondisi Raja Kerajaan Timur menjadi menurun karena ia terlalu banyak berpikir akan hal ini, cara yang digunakan yang mungkin saja adalah solusi dari masalah yang ada, yakni penyatuan kekuatan manusia tidak berjalan dengan baik.


Para pihak kerajaan masih memendam masalah masing-masing dan tidak mau terbuka satu sama lain, keinginan mereka memang sama tetapi masalah dalam itulah yang menyebabkan rencana ambisius ini tidak terlaksana.


Kerajaan Barat masih diuntungkan dengan adanya empat orang ksatria suci yang sangat kuat, itu menjadi nilai tambah bagi pertahanan wilayahnya, sedangkan Kerajaan Selatan mempunyai Dua Mematikan, Jack dan Gill yang di mana popularitasnya tidak terlalu kalah jauh dibanding dengan ksatria suci.


Kerajaan Barat dan Selatan masing-masing mempunyai kartu As-nya yang bisa digunakan di saat yang dibutuhkan, kedua raja ini memiliki kepercayaan besar pada kekuatan yang dimiliki oleh kerajaannya sendiri.


Semua itu tidak salah, namun Tarnatos menilai rasa percaya kedua raja itu terlalu berlebihan, pasalnya mereka sudah tahu akan kekuatan iblis yang memang besar namun tetap saja tutup mata mengenai hal itu dan masih mengandalkan kekuatannya sendiri.


Tarnatos menghargai keputusan para raja ini untuk mengandalkan kekuatannya masing-masing, tapi ia memiliki prediksi yang tidak terbantahkan, ras iblis akan lebih mudah menjalankan ambisinya dibanding dengan manusia yang menyatukan seluruh kekuatan yang mereka punya.


Kini hanya tinggal menunggu waktu, di mana ras iblis menunjukkan superioritasnya dan pada akhirnya semuanya akan berakhir buruk tanpa diduga oleh siapapun juga.

__ADS_1


Tarnatos tidak ingin ini terjadi, maka dari itu meskipun persatuan kekuatan belum mencapai kesepakatan, ia akan tetap berupaya untuk mengutamakan agar semua ini bisa terjadi, demi masa depan umat manusia yang lebih baik.


***


__ADS_2