
"Terkadang di malam hari juga terlihat sinar merah yang berada jauh dari sini, sepertinya di bagian area gurun dekat kerajaan barat, cahaya merah itu berasal dari makhluk itu juga, setidaknya itulah menurut pengamatanku," ujar gadis itu, ia berdiri di samping ayahnya untuk ikut memberi penjelasan pada semua orang yang berada di sini bahwa yang di katakan oleh ayahnya itu adalah benar dan bukan halusinasi.
"Makhluk itu terlihat dari jauh, namun jelas terlihat oleh mata telanjang, sepertinya bentuk makhluk merah itu memang besar, dan merah," lanjutnya
"Begitu ya ...." Kibo menutup matanya berusaha membayangkan gambaran dari makhluk yang telah pemilik penginapan dan anaknya gambarkan padanya itu.
Seraya pemilik penginapan berjalan-jalan kecil di sekitaran ruangan bar itu, tentu saja ia meneruskan kembali topik tentang makhluk merah itu.
"Hal itulah yang membuat para petualang yang pergi ke arah kerajaan barat menjadi terganggu, mereka merasakan aura jahat tepat di mana makhluk merah itu menampakkan dirinya ...."
"Aura jahat?"
Kini Kibo mulai ingin mengorek dan terus menggali informasi ini.
Satu-satunya hal yang terjadi ketika ada aura jahat adalah memang makhluk tersebut ada, nyata dan memiliki kekuatan besar untuk memancarkan aura jahatnya itu.
__ADS_1
Apalagi dalam kondisi jauh di area pasir di sana, aura jahat yang bisa di rasakan dari area sejauh itu hingga bisa sampai ke bangunan penginapan ini.
"Tuan bilang makhluk ini hanya muncul di waktu tertentu kan?" tanya Kibo
Langsung di jawab dengan anggukan oleh pemilik penginapan dan gadis itu.
"Seberapa sering mereka muncul belakangan hari ini?"
"Maaf tuan Kibo, sebenarnya sudah lama sejak saat kami melihat makhluk merah untuk terakhir kalinya, mungkin ada sebulan lamanya."
Waktu yang cukup lama, tanpa prediksi apapun pasti akan sulit untuk kembali melihat keberadaan makhluk itu kembali.
"Maaf Tuan, kami sama sekali tidak tahu, ini di luar kemampuan kami," jawab sang pemilik penginapan
Kibo sudah menduga, ia tidak bisa menggunakan prediksi yang asal-asalan untuk melihat makhluk aneh itu dengan mata kepalanya sendiri, kemungkinan gagal untuk menemukannya semakin besar di sini.
__ADS_1
"Hal itulah yang membuat para petualang jarang sekali mengambil jalan ini untuk pergi ke kerajaan barat, karena rumor ini telah tersebar antar petualang, membuat semakin banyak orang yang takut untuk melewati jalanan ini."
"Begitu ya ...."
Kibo sadar ia tidak mempunyai kesempatan untuk lebih mengetahui tentang makhluk aneh ini, ia sangat ingin melihat dan merasakan sendiri tentang kemisteriusan makhluk ini.
Hal yang ia dapat tangkap dari cerita sang pemilik penginapan dan anaknya adalah bahwa makhluk berwarna merah itu adalah ancaman yang nyata, dapat terbukti dari terpancarnya aura jahat dari mereka.
Aura jahat adalah suatu aura yang mampu terpancar dari siapa saja, namun kecil kemungkinan aura ini muncul pada seseorang kecuali dia adalah penjahat kelas berat ataupula seorang yang melakukan banyak kejahatan maka aura ini dapat berangsur-angsur muncul.
Ataupula kemungkinan terburuknya adalah bahwa aura ini tidak berasal dari manusia, karena dunia ini adalah dunia sihir yang segala sesuatu bisa terjadi, entah bagaimana caranya itu.
Itulah yang menjadi pemikiran bagi Kibo saat ini, kenyataan yang baru diketahuinya membuatnya merasa terpacu karena ingin mengetahui misteri apa sebenarnya dibalik makhluk merah itu.
"Hanya ada satu kesimpulan yang bisa diambil ...."
__ADS_1
Kibo memulai membicarakan pendapatnya di sini.
"Makhluk merah itu adalah ...."