
Act 423
“ASTAGA! MENGAPA ADA LEDAKAN DI SISNI BROCK?!” Vincent berteriak keras kaget dengan apa yang terjadi.
“BUKANNYA ITU KAU VINCENT?!” Brock sendiri membalas pertanyaan dengan teriakan juga, padahal sedari awal tadi Brock berpikir apa yang terjadi pasti ada hubungannya dengan pria berambut sebahu itu.
“JANGAN-JANGAN KARENA PENAMPILAN ANEHMU ITU!” Brock terdengar protes sekarang.
“Ada apa ribut-ribut di sini?” Terdengar suara lelaki jantan di sini.
“Kau tidak lihat kak? Di depan kita ada musuh besar,” jawab salah seorang yang sedikit lebih pendek.
“HAH?” Brock tidak bsia menahan rasa penasarannya karena tiba-tiba ia mendengar dua suara lelaki yang berbeda. Bagaimana mungkin?
Shhhhhh....
Akhirnya debu asap pun terbawa angin yangg kencang dan tiba-tiba ada dua orang pria yang tiba-tiba berada di depan Brock dan Vincent.
Keduanya berotot namun tidak sebesar Brock dan juga ada perbedaan yang terlihat dari mereka berdua.
Yang satu berkulit agak putih dan yang satunya agak hitam, masing-masing punya pedang di belakang punggungnya. Hanya saja pedang pria berkulit agak hitam lebih besar.
“Brock? Mereka ini temanmu?” Vincent langsung bertanya pada intinya.
“... Aku tidak tahu mereka.” Brock melihat dari belakang bagaimana penampilan kedua pria itu yang nampaknya tidak jauh berbeda satu sama lain.
Shhhhh....
“!” Brock bisa merasakan aura kekuatan yang hebat dari kedua pria yang entah datang darimana ini. Yang pasti kini Brock tahu mereka berdua bukanlah orang biasa.
‘Dari mana mereka muncul?’ Brock tahu ada serangan bola hitam besar yang mengarah padanya dan juga Vincent tadi, namun setelah itu malah muncul ledakan dan muncullah kedua orang yang kini ada di depannya.
Mau dipikir bagaimana pun Brock masih belum tahu juga identitas dari kedua orang pria ini.
“....” Sementara itu makhluk besar zirah hitam itu terdiam sejenak terlihat tidak menyangka juga akan kedatangan kedua pria di sini.
“Ah, aura kekuatan... seberapa banyak yang bisa kalian keluarkan?” Makhluk besar itu seolah mencium sesuatu yang berbau harum, setelah sadar ada kedua orang baru yang aura kekuatannya besar, hasratnya bertarung melonjak dengan hebat.
“Terima kasih! Tapi makhluk di depan kuat! Hati-hati ya!” Vincent tidak peduli akan siapa sebenarnya kedua pria ini dan malah memberi semangat pada kedua orang asing itu.
Karena memang Vincent sendiri sudah mendengar suatu hal dari ‘bagian’ lain dalam dirinya bahwa ia tidak perlu khawatir dengan hal ini.
Ia sudah menunjukkan kemampuan sihir apinya yang berkembang dan Brock sudah menunjukkan kekuatan fisiknya sudah jauh lebih tahan dari sebelumnya. Jadi setelah menunjukkan bukti latihannya itu, Vincent jadi tidak khawatir lagi dengan apa yang terjadi sekarang.
Tidak ada pikiran seperti ‘aku ini payah’ dan ‘aku ini tidak berkembang’ serta ‘aku tidak berguna’.
Dan memang tidak ada gunanya juga memikirkan semua itu, Vincent tahu ia sudah berlatih dan sampai di sinilah yang ia bisa. Untuk apa menyalahkan diri demi perasaan yang lebih baik?
Fakta bahwa ia tidak ‘keren’ lagi memang sudah terbukti, dan Vincent sadar tidak baik jika terlalu berambisi.
HUSH!
__ADS_1
Kedua pria itu maju bersamaan dengan cepat, memegang pedang mereka masing-masing dan melancarkan serangan pada makhluk besar zirah hitam itu.
TRANG!
SHHHHH!
Serangan kedua pedang pria itu mengenai telak makhluk besar zirah hitam, menciptakan hempasan udara yang kuat.
Pria berkulit putih itu sedikit tersenyum seolah tertarik dengan apa yang ada di hadapannya. “HAH!”
Seketika itu juga zirah yang dipakai makhluk besar itu retak, dan makhluk besar itu bersiap menghempaskan mereka berdua.
HUSH!
Kedua pria itu mampu berkelit dengan baik, bahkan di saat mereka masih berada di sekitaran tubuh makhluk besar itu.
“Gill!” teriak pria dengan kulit putih itu melemparkan pedang besarnya sembari mengikis ziarah hitam raksasa ini.
“Oke kak!”
TAP!
Pria berkulit hitam itu menangkap pedang yang dilemparkan ke arahnya dan menangkapnya, melancarkan serangan bertubi-tubi tanpa henti dengan dua pedang besar pada zirah hitam yang ada di depannya.
“HMPH!” Makhluk besar itu mulai menganggap dua orang baru ini adalah pengganggu yang berarti, ia menguatkan tenaganya dan muncullah aura kekuatan berwarna merah disertai dengan hempasan udara yang kuat.
Namun pria berkulit hitam itu tidak terhempas dengan kekuatan angin yang keluar dari makhluk besar itu. Ia tidak terpengaruh sedikitpun dan malah tetap melancarkan serangannya.
TRANG!
Pada akhirnya setelah beberapa saat zirah hitam itu perlahan makin retak dan hancur. Dan di saat yang cepat ia menjauh dan melemparkan kembali pedang besar yang sudah dipakainya ke depan mengarah pada kepada kepala makhluk besar yang ternyata bisa dihindari dengan mudah.
“YAH!” Pria berkulit putih itu melihat zirah yang ada di tubuh makhluk besar itu sudah tidak lagi jadi pengganggu, dan kini muncul masalah baru, yaitu aura kekuatan merah yang terpancar dari makhluk itu yang menjadi pengganti zirahnya.
Makhluk besar itu sudah serius ternyata, namun pria berkulit hitam itu tidak peduli dengan perubahan penampilan dari musuhnya yang berubah itu.
BUAGH!
Di saat selebrasi singkatnya makhluk besar itu akhirnya berhasil menyerang pria berkulit hitam yang akhirnya terhempas juga ke belakang.
“Kesempatan!” Di saat yang bersamaan pria berkulit putih yang sebelumnya tidak terlihat, kini mengincar kepala belakang makhluk besar itu setelah menggunakan teknik menyembunyikan aura keberadaan.
Dan memang perhatian makhluk besar ini hanya tertuju pada pria berkulit agak hitam yang sudah membuat zirah hitamnya hancur parah seperti ini, dan tidak sadar bahwa ada pria satunya yang sudah berada tepat di belakangnya.
TRANG!
Seketika itu juga pria berkulit putih itu menebas leher makhluk besar itu dari belakang, tepat di titik butanya, namun serangannya terhenti dan tidak bisa menembus aura merah yang terpancar dari makhluk besar ini.
“Sudah kuduga!” Pria berkulit putih mengeluarkan kekuatannya dengan penuh dan bahkan sampai pedangnya malahan sedikit retak.
Kekuatannya terlalu besar dibanding dengan pedang besar yang digunakannya saat ini. Pria berkulit putih ini seolah tahu serangannya tidak akan berhasil namun tetap melakukannya juga.
__ADS_1
Ini juga akibat dari pedangnya yang sudah digunakan adikknya tadi demi menghancurkan zirah hitam itu, ketahanan pedangnya sudah sampai di titik yang tidak bagus.
HUUUSHHH!
Muncullah hempasan angin yang kuat sebagai tanda pertahanan dari makhluk besar ini, cukup kuat sampai-sampai membuat getaran di area ini.
Pedang pria berkulit putih tidak bisa bertahan pada tempatnya dan terhempas oleh aura kekuatan yang hebat ini.
GREP!
Namun pria berkulit putih itu tidak serta merta mundur, ia mengencangkan pegangannya pada pedangnya ini meski kini kepala makhluk besar itu sudah berada di depannya dengan tatapan yang tidak bersahabat.
“Ah Halo!” Pria berkulit putih itu sedikit tersenyum, entah apa maksudnya, namun yang pasti tidak untuk mengadakan pembicaraan santai di sini.
“Manusia!” Makhluk berukuran besar itu mengangkat tangannya dan hendak menangkap pria berkulit putih.
TRANG!
Di sisi lain pria berkulit hitam malah kini kembali menyerang sisi lain dari makhluk besar ini, dan pada akhirnya perhatian makhluk besar ini jadi teralihkan juga.
Kedua pria ini memakai strategi di mana mereka mengalihkan perhatian makhluk besar ini dan membuatnya bingung harus melakukan apa.
Dan strategi itu terbukti dengan apa yang terjadi sekarang. Makhluk besar itu terlihat makin tidak senang dan aura kekuatannya makin membesar.
TRANG!
TUNG!
Pria berkulit hitam itu terus melancarkan serangan dengan pedang yang lebih besar itu, terlihat mudah sekali ia mengayunkan senjata berat itu layaknya mengayunkan raket pada permainan bulu tangkis.
KRAK!
Dan usahanya terbukti tidak sia-sia, yang terdengar tadi bukanlah suara pedang patah seperti yang kita duga, melainkan suara aura merah makhluk besar ini mulai retak.
Kekuatan dari pedang besar milik pria berkulit agak hitam ini memang tidak main-main, bahkan lebih dari senjata yang dibawa pria berkulit putih.
“HRRGH!” Makhluk besar itu mengerang keras dan pada akhirnya mulai mengumpulkan energi hitam pada tubuhnya sendiri.
“Tidak akan kubiarkan!” Pria berkulit putih itu berkelit dari tangan makhluk besar itu dan mendekati wajahnya yang serius.
Ia bisa merasakan dengan pasti kekuatan hitam terkumpul di mulut makhluk besar ini dan jika dibiarkan maka tidak akan baik adanya.
KRAK!
Pedang pria berkulit putih pada akhirnya tidak kuat untuk mencapai titik mulut makhluk besar ini, sedang pria berkulit hitam sedang sibuk dengan apa yang dilakukannya, yakni terus mendobrak pertahanan raksasa ini dari sisi lain.
“Sial!” Pria berkulit putih itu tidak punya rencana lain selain apa yang akan dilakukannya, dan kini serangan musuhnya ada di hadapannya.
“Mati kalian!” Makhluk besar itu sudah mengumpulkan energi yang cukup kuat untuk meledakkan apapun yang ada di sekitarnya.
Ia menghembuskan energi hitam itu tepat di saat yang bersamaan.
__ADS_1
“... Sihir Api: Jubah Api!” Seketika itu juga Vincent mengeluarkan segenap kekuatan sihirnya.